Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kuliah, Kuliah, Kuliah, Tipes: Duka Menjadi Mahasiswa Biologi

Elisa Erni oleh Elisa Erni
29 Agustus 2020
A A
mahasiswa biologi mojok

mahasiswa biologi mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kalian mengira kuliah itu enak banget, bisa pake baju bebas, bisa dandan semau hati, bisa pake tas “cemet”, bisa kongkow sana-sini, jam-nya engga padet, dan bisa bolos sesuka hati (meskipun ada batasnya), itu enggak salah. Tapi nyatanya itu cuma secuil dari sepotong kisah dunia perkuliahan. Terus yang sisa dari secuil itu apa dong?? Saya akan sedikit bercerita berdasarkan perspektif mahasiswa Biologi.

Jujur saja, pada saat akan memasuki jenjang kuliah, saya juga berpikir bahwa kuliah pasti enak banget. Tapi ternyata, bagi mahasiswa Biologi, rumus keindahan kuliah itu tidak melulu bisa diterapkan. Saya jelasin dulu deh.

Kuliah itu enak banget

Bener kok enak banget, apalagi pas pertama masuk kuliah. Rasanya bangga banget sama diri sendiri karena udah menaklukkan ratusan hingga ribuan orang lain.

Yang lebih bangga lagi biasanya yang keterima jalur Mandiri alias jalur titik darah penghabisan. Bayangin aja kalau di jamanku pasti dia udah ngelewatin jalur SNMPTN, SBMPTN, and then ikut MANDIRI. Belum lagi dulu masih ada Ujian Nasional, yang sampek sekarang saya belum paham tujuannya apa.

“Enak” selanjutnya adalah kalau kita dapat beasiswa full, apalagi ditambah dapat biaya hidup. Dijamin makmur dan InsyaAllah nggak ngerecokin orang tua. Lain lagi kalau kita harus bayar UKT enam bulan sekali. Iya kalo UKT-nya rendah, kalo selangit? Iya kalo orang tua kita crazy rich, kalo bukan?.

Kita bisa sih mengajukan penurunan, tapi ya prosesnya nggak gampang. Yang sudah berpengalaman pasti tahu betul dengan birokrasi yang berbelit-belit.

Bisa pake baju bebas

Kalo ini pasti semua kampus. Di jurusan saya bisa pake baju bebas tapi dengan syarat. Syaratnya harus berkerah, tidak boleh memakai kaos, dan nggak boleh pake sendal. Jika ditilik, rasa-rasanya kurang pas jika disebut “bisa pake baju bebas”.

Bisa dandan semau hati

Dandan kalau kuliah boleh ya? Iya, boleh, boleh sekali. Mau nggak dandan, mau dandan natural, mau nyewa MUA dulu terserah. Yang penting kita udah datang pas dosennnya masuk. Tapi kalo di jurusan Biologi, jangan harap dandanannmu awet sampek menjelang maghrib.

Baca Juga:

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Sepengalamanku, waktu kuliah dandanan pasti udah nggak karu-karuan di tengah hari. Kerudung melentot sana-sini, muka kayak kilang minyak, belum lagi rambut yang keluar-keluar adalah pemandangan yang lazim

Kok bisa kayak gitu? Saya ceritain nih.

Sebelum masuk kelas, kita harus persiapan pre-praktikum. Semuanya pasti komat-kamit hafalan, entah itu spesies berbahasa latin, struktur tubuh, struktur sel, taksonomi hewan, taksonomi tumbuhan, skema kerja dan laen-laen.

Belum lagi yang laporannya belum kelar, duduk sambil ngelesot dilantai-pun dilakuin. Kadang maksa temennya untuk ngapalin dengan keras-keras. Kenapa? biar bisa denger sambil ngerjain laporan. Yang lebih parah lagi adalah yang nulis laporan sambil ngapalin. Multitasking bukan?.

Setelah itu masuk kelas praktikum. Kita harus pake jas lab dan berhadapan sama hewan-hewan yang nggak jarang bikin kita nutup hidung, bahkan muntah-muntah. Setelah itu kuliah lagi, habis dzuhur biasanya ada praktikum lagi. Kalo mahasiswa yang ambil 24 sks biasanya sore ada kuliah lagi.

Kalo pas kita dapat dosen yang berhati malaikat biasanya kalian diajak kuliah pengganti di malam hari. Sampek sini udah kebayang kan tuh muka jadinya kayak apa?

Bisa pake tas cemet

Jujur saja, sepanjang kuliah saya belum pernah ngerasain rasanya pake tas cemet. Dan seingatku juga, mungkin hanya bisa dihitung pake lima jari mahasiswa yang pake tas cemet.

Gimana mau pake tas cemet kalo bawaannya buku catatan, laporan praktikum, alat tulis, laptop, jas lab? Belum lagi kalo yang bawa buku teori, trus yang suka laper biasanya bawa “bontrot” karena kuliahnya sampek sore bahkan malem. Alhasil mau gak mau kita harus bawa tas ransel, atau temenku biasa nyebut “tas kura-kura”. Hilang sudah keanggunan pas berangkat kuliah.

Bisa kongkow

Jangankan mau kongkow, kita ngerjain tugas dan laporan aja keteteran dan kehabisan waktu. Ini biasanya dialami mahasiswa biologi di semester pertama hingga semester enam. Laporan praktikum seolah tak ada habisnya. Selesai satu datang 2 laporan, selesai 2 datang 3. Pokoknya never ending udah kayak sitkom Dunia Terbalik.

Saking banyaknya tugas, laporan, belum lagi pengamatan berkesinambungn, dan segala tetek bengek kebiologian lainnya, sampai-sampai anak biologi nyesel kalo malam nggak sengaja ketiduran. Bayangin, tidur aja nyesel.

Jamnya enggak padet

Kita bakal ngerasain jam yang nggak padet kalau cuma nempuh sedikit SKS dan nggak ikut jadi asisten praktikum atau nggak ikut organisasi. Tapi kalau sebaliknya, jangan harap kita masih bisa mengagendakan kongkow bareng temen-temen. Karena jam kuliah dan praktikum yang berjubel, dijamin setelah pulang dari kampus yang kita inginkan cuma bertengger di atas kasur.

Bisa bolos sesuka hati

Peraturan kuliah paling kece ya ini, bisa enggak masuk kuliah seenak jidat kalian. Tapi….ada tapinya lo ya, di balik peraturan yang super longgar itu, ada momok yang bakal mengintai kita. Kalo sampek nggak masuk sebanyak 75% kehadiran yang diwajibkan, bsa-bisa nama kita enggak ada di daftar ujian semester. Selain itu, nilai kita auto E, dan kita bakal ketemu sama mata kuliah tersebut di tahun depan. Gimana, mau nyoba?

Itulah keadaan sebenernya di dalam kandang mahasiswa biologi. Meskipun kuliah, tugas, dan praktikum yang terus bereproduksi dengan pembelahan biner, kita harus tetap sintas menghadapi seleksi alam. Karena pasti kita nggak akan mau bernasib sama dengan jerapah berleher pendek di dalam teori Darwin.

BACA JUGA Kuliah Capek-Capek Kok Cuma Jadi Ibu Rumah Tangga, Lha Emang Kenapa? 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Agustus 2020 oleh

Tags: biologiMahasiswa
Elisa Erni

Elisa Erni

Seorang English tutor yang suka membaca dan memiliki minat pada dunia kepenulisan dari menulis puisi, esai, dan apapun.

ArtikelTerkait

kupu-kupu

Alasan Mengapa Menjadi Mahasiswa Kupu-Kupu Itu Baik

12 Juni 2019
Curhatan Mahasiswa Angkatan Pertama Jurusan Baru Unesa, Apa-apa Masih Numpang Mojok.co

Curhatan Mahasiswa Jurusan Baru Unesa, Apa-apa Masih Numpang 

18 Mei 2024
mahasiswa selesai kompre, pengangguran

Buat Mahasiswa yang Baru Selesai Kompre dan Galau Nggak Bisa Ngelamar Kerja, Lakukan ini Aja

28 Mei 2020
4 Pertimbangan Penting Sebelum “Menjual Jiwa” pada Kuliah S3 Mojok.co

4 Pertimbangan Penting Sebelum “Menjual Jiwa” pada Kuliah S3

10 April 2025
Pemira Online: Kontestasi Politik Mahasiswa yang Ngauzubillah Ribet terminal mojok.co

Pemira Online: Kontestasi Politik Mahasiswa yang Ngauzubillah Ribet

7 Desember 2020
3 Dosa Mahasiswa Saat Presentasi. Jangan Dimaklumi Nanti Jadi Kebiasaan Buruk Mojok.co

3 Dosa Mahasiswa Saat Presentasi, Jangan Diwajarkan Nanti Jadi Kebiasaan Buruk

23 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026
Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.