Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Si Doel Anak Sekolahan Episode 21, Musim 3: Ahong Ngomong ke Orang Tua Zaenab

Dini N. Rizeki oleh Dini N. Rizeki
28 Juli 2020
A A
si doel anak sekolahan episode 21 musim 3 sinopsis mojok.co

si doel anak sekolahan episode 21 musim 3 sinopsis mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ahong membatalkan niatnya menikahi Zaenab. Jengjeeeng! Si Doel Anak Sekolahan episode 21 ini diawali dengan kunjungan Ahong ke rumah Zaenab untuk bertemu dengan Encang Rohim dan Encing Ipah. Ahong bilang bahwa dia mundur saja walau sebenarnya sayang sekali dengan Zaenab. Ahong beralasan nantinya takut Zaenab bakalan menderita kalau menikah dengan dia. Orang tua Zaenab mencoba bersikap manis di depan Ahong meski sebenarnya mereka pasti kaget sekali. Tapi setelah Ahong pulang, Encang Rohim marah besar ke Zaenab. Encang Rohim yakin pasti Zaenab yang sudah bicara duluan ke Ahong untuk meminta pernikahannya dibatalkan.

Yang ditakutkan Encang Rohim bukanlah nasib Zaenab yang bakalan punya jodoh atau tidak, melainkan nasib kerja samanya dengan Ahong untuk urusan pabrik. Encang Rohim lalu berangkat menyusul Ahong ke pabrik, dia merasa kudu ngebaik-baikin Ahong supaya tidak berimbas jelek nantinya ke pekerjaan.

Kemudian, ada Munaroh datang. Munaroh curhat ke Zaenab tentang pernikahannya yang tidak bahagia sekalian secara terang-terangan Munaroh bilang bahwa menikah karena dijodohkan dan bukan karena cinta itu cuma bikin sakit hati. Zaenab tentunya jadi semakin yakin bahwa dia tidak mau menikah dengan Ahong karena cerita dari Munaroh ini. Munaroh juga minta tolong ke Zaenab supaya bisa dibantu ketemu dengan Mandra, ada yang harus dia bicarakan katanya.

Sementara itu Doel datang lagi ke kantor Budi Indra. Kali ini bukan untuk menanyakan kelanjutan lamaran kerjanya tapi meminta maaf karena akan mundur saja dari situ. Doel bilang dia sudah mendapat panggilan kerja dari perusahaan lain dan besok dia harus datang. Budi Indra menerima alasan Doel dan dia bilang bahwa nama serta data diri Doel akan dimasukkan saja ke daftar posisi cadangan karyawan, jadi kalau misalnya besok Doel tidak jadi diterima kerja di perusahaan lain, Doel bisa kembali ke situ.

Di rumah, Atun sudah dandan cakep karena bakalan ikut Engkong Ali ke hotel tempat Ishak menginap. Atun merayu Mak Nyak supaya ikut, tapi Mak Nyak menolak. Malah Mas Karyo yang mau ikutan. Doel pulang persis di saat Engkong, Atun dan Mas Karyo berangkat. Disusul oleh Mandra kemudian. Mandra membawa opelet yang sudah dalam keadaan mulus dan gres.

“Tapi udah rapi kan? Udah kagak ngadat lagi kan?” Mak Nyak menanyakan keadaan opelet ke Mandra.
“Ya kagak, Mpok. Sekarang mah udah hebat, udah enak. Tapi Mpok, ongkosnya mahal banget. Dihitung-hitung ongkosnya kena seratus empat puluh ribu.” kata Mandra.
“Ape? Seratus empat puluh ribu? Abis bayarnya gimana dong, Ndra?”
“Tenang aja, Mpok. Semuanya itu udah ditanganin ama Non Sarah.”
“Oh, dibayarin Non Sarah?”
“Tapi dia mesen jangan ngomong-ngomong sama si Doel kalau dia yang bayarin!”

Mandra ngomongin rahasia tapi suaranya double stereo dan pas banget si Doel keluar melihat keadaan opelet. Hadeeeh, katjaw ini! Mak Nyak ngomelin Mandra karena ngomong pakai suara kenceng tadi, jadinya Doel sampai dengar.

“Yaelah, salah melulu yak. Lagian napa sih emangnya kalau dia yang bayarin? Nggak boleh? Duitnya laen? Haram?!” kata Mandra ngegas.

Baca Juga:

Semakin Dewasa, Saya Semakin Relate dengan Mandra “Si Doel Anak Sekolahan”

Mandra, Sebenar-benarnya Sadboy dalam Si Doel Anak Sekolahan

Malamnya, Roy datang ke rumah Sarah. Sarah tidak mau menemui, jadi Roy menitipkan pesan pada asisten rumah tangga Sarah bahwa besok pagi-pagi Roy akan datang menjemput papanya Sarah untuk berangkat bersama ke kantor Om Wisnu. Saat asisten rumah tangganya menyampaikan pesan ini, Sarah panik. Besok kan jadwalnya Doel dipanggil ke kantornya Om Wisnu, kalau sampai ketemu Roy bisa kacau ini. Sarah buru-buru berangkat ke rumah Doel.

Sesampainya di rumah Doel dan setelah berbasa-basi dengan Mak Nyak, Sarah mulai bicara ke Doel.

“Tadi saya nganterin Bang Mandra ke bengkel ngambil opelet.”
“Terus kamu bayarin lagi ongkosnya?”
“Kamu marah? Aku tuh nggak ada maksud apa-apa, Doel. Kebetulan aku lagi punya uang, terus apa salahnya sih kalau aku yang bayar? Kamu marah? Tersinggung?”
“Nggak, aku hanya merasa selalu jadi beban.”
“Kok kamu gitu sih?”
“Ya udah deh, maaf. Terima kasih juga karena kamu sudah….”
“Tuh, kan pasti gitu kan. Ya udah deh saya pulang deh kalau kamu kayak gitu!”
“Ya, ya, ya… Maaf,” Doel tersenyum geli melihat sikap Sarah.

Sarah lalu mencoba bilang ke Doel bahwa besok dia minta ditemani oleh Doel ke suatu tempat, Doel bilang kalau pagi dia tidak bisa. Tapi kalau sore kemungkinan bisa. Sarah malah menolak, bilang tidak jadi saja minta ditemani. Ini memang akal-akalannya Sarah saja supaya Doel nggak berangkat ke kantor Om Wisnu sepertinya.

Atun dan Mas Karyo datang, Engkong Ali langsung pulang ke rumahnya karena takut diomelin sama Nyak Rodiyah. Mas Karyo lalu cerita kalau mereka tadi habis dari hotel mewah dekat air mancur, ada hotel margarin! Hahaha. Maksudnya Hotel Mandarin.

Paginya, Pak Bendot menawarkan diri untuk membantu cuci opelet bahkan siap kalau diajak Mandra narik opelet untuk jadi kernet, katanya. Awalnya Mandra menolak, tapi kata Mak Nyak tidak apa-apa, daripada Mandra narik sendirian. Toh, Pak Bendot juga tidak ada kegiatan apa-apa di rumah. Mas Karyo juga awalnya gengsi Pak Bendot sampai membantu ngurusin opelet, tapi karena Pak Bendot ngeyel ya dia bisa apa.

Si Doel Anak Sekolahan episode 21 berakhir dengan adegan Engkong Ali yang pagi-pagi banget sudah datang ke rumah Mak Nyak. Tujuannya ya apa lagi kalau bukan menanyakan soal lamarannya si Ishak.

Halah, si Engkong! Ngebet amat!

Daftar sinopsis sebelumnya: Si Doel Anak Sekolahan musim 1, Si Doel Anak Sekolahan musim 2, dan Si Doel Anak Sekolahan musim 3.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2020 oleh

Tags: review sinetronSi Doel Anak SekolahanSi Doel Anak Sekolahan Musim 3
Dini N. Rizeki

Dini N. Rizeki

Penulis, editor, copywriter, sekaligus seorang ibu. Sering menulis tentang bisnis, keuangan, wirausaha, hingga kuliner. Saat ini sedang asyik menulis ulasan film.

ArtikelTerkait

sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 21, Musim 1: Iwan Hampir Dihabisi Murad dan Pipit

15 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 19 musim 3 sinopsis jalan cerita mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 19, Musim 3: Mak Nyak Ketemu Mantan Pacarnya

25 Juli 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 24, Musim 1: Hah? Amin Melamar Kinanti?

19 Juni 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Season 1 Episode 3: Anak Preman Kecopetan, dan Uyan si Kuda Hitam

7 Juni 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 7, Musim 1: Kang Mus Ditawari Pensiun Jadi Preman

7 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 16 musim 3 mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 16, Musim 3: Sarah Korban Perasaan Lagi

22 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

23 Februari 2026
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Lupakan Teori Kuliner PNS, di Sidoarjo Kasta Tertinggi Warung Makanan Enak Ditentukan oleh Orang-orang Waktu Bubaran Pabrik

27 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Jadi Orang Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental
  • Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros
  • Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri
  • Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO
  • Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah
  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.