Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pensiun Pensiun Episode 16, Musim 1: Jamal Mulai Kesal Dipermainkan Kang Mus

Bastian Ragas oleh Bastian Ragas
10 Juni 2020
A A
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19

Share on FacebookShare on Twitter

Preman Pensiun episode 16 diawali oleh si Jupri yang masih pagi malah menggoda pedagang pasar. Yang digoda tak lain adalah Yuyun, janda dua tahun yang telah berbisnis dengan Dikdik untuk menggoda Komar beserta seluruh anak buahnya.

Ketika Jupri sedang asik menggoda Yuyun untuk mengajaknya menonton bioskop, tiba-tiba tangan Komar muncul dari belakang dan langsung menjambak rambut Jupri. Setelah terciduk bos Komar, Jupri auto diskors bahkan tak boleh lagi muncul di pasar hingga bos Komar memanggilnya kembali.

Saat pasar sedang ramai antara Komar dan Jupri, Dikdik yang ada di jalanan justru diangkat menjadi asisten oleh Jamal. Dengan promosi naik jabatan itu, Dikdik tak perlu lagi turun ke jalan untuk narik pajak ke pedagang. Namun, Dikdik tetap tidak yakin jika Ujang harus turun sendirian. Jamal pun mengambil keputusan sepihak, yang menurut saya harusnya dikonsultasikan ke Kang Mus terlebih dahulu sebagai atasannya.

“Cari orang baru, yang muda, yang gede nyali, bukan cuma gede badan doang,” perintah Jamal kepada Dikdik.

Adegan beralih ke kehidupan Kang Bahar yang makin hari makin menyedihkan sejak ditinggal istrinya yang meninggal dunia. Karena merasa kesepian di rumah, Kang Bahar memilih untuk menelepon anak keduanya, Kirani. Ia menanyakan kabar Kirani dan memintanya pulang ke Bandung bersama kakaknya, Kinasih, yang berencana pulang juga saat akhir pekan.

Pada Preman Pensiun episode 16, Kang Bahar memang jarang sekali muncul. Tapi sekalinya muncul saya malah terharu dan langsung teringat momen tersedih di episode 14 sebelumnya. Tentu saja karena kematian istri Kang Bahar atuh.

Biar nggak sedih terus, mari kita beralih ke trio copet Junaedi, Saep, dan Ubed yang masih aja apes.

Sepertinya nasib apes masih akan terus menghantui trio copet itu hingga episode yang tidak bisa ditentukan. Alih-alih panen dompet penumpang angkot, mereka justru tertipu jutaan rupiah oleh satu perempuan yang sama tapi memiliki bayak nama samaran. Perempuan itu pula yang membuat mereka memutuskan bersolo karir, sebab mempunyai misi yang berbeda-beda namun untuk satu perempuan jua.

Baca Juga:

Terminal Ledeng Bandung: Terminal Multifungsi di Pinggiran Kota Bandung yang Bukan Sekadar Tempat Ngetem Angkot

Mawar Preman Pensiun, Tukang Parkir Terbaik dan Teramah di Indonesia, Wajib Jadi Contoh!

Motif penipuan yang mereka alami sama, yaitu jatuh cinta pada pandangan pertama, lalu berinisiatif membantu untuk mencuri hatinya. Perempuan licik itu justru pura-pura kesusahan dan meminta bantuan untuk meminjam uang kepada mereka bertiga dengan alasan yang berbeda-beda.

Pada Saep, perempuan itu mengenalkan diri dengan nama Resty, serta berdalih butuh uang 2 juta untuk membayar kuliah. Sedangkan pada Ubed, perempuan itu mengenalkan diri dengan nama Eva, serta berdalih butuh uang 5 juta sebagai biaya jasa pengiriman tenaga kerja jika Ubed ingin bekerja di Malaysia. Dan pada Junaedi, perempuan itu mengenalkan diri dengan nama Mike, serta berdalih butuh uang 1,5 juta untuk membayar kos.

Setelah mereka banting tulang jari tangan untuk mengambil dompet penumpang angkot. Akhirnya mereka bertiga menemui perempuan itu kembali di tempat yang sama, namun pada waktu yang berbeda. Perempuan dengan tiga nama itu pun berhasil membawa uang tunai senilai 3 juta rupiah dari trio copet apes.

Di lain sisi, mantan partner copet terbaik Ubed, yaitu Dewi, justru banting setir menjadi penjual cilok. Saat ia ditemui pelanggan bernama Jupri (iya, anak buah Komar yang diskors) Jupri malah tertarik menjadi asisten Dewi, lumayan bantu-bantu mendorong gerobak ciloknya.

Dewi sebetulnya sudah janjian dengan Ubed untuk mendirikan usaha bersama, namun Ubed memilih nyopet kembali hingga Dewi meninggalkannya. Tapi sekarang, Dewi justru membuka usahanya sendiri tanpa kehadiran Ubed, dengan cara menyewa gerobak cilok milik Mang Agus, tetangga Dewi, yang sedang sakit asma.

Sebelum beralih ke pergerakan Jamal yang makin tengil dan menggemaskan, kita tengok sebentar kesederhanaan keluarga kecil Kang Mus yang sering sarapan dengan nasi goreng kecap dan makan siang dengan nasi putih, lauk telor ceplok, toping kecap manis dan kerupuk.

Saat Ceu Esih sedang asik membaca buku resep, tiba-tiba Kang Mus bertanya kepada istrinya untuk apa ia membaca. Dengan wajah datar dan tetap membaca, Ceu Esih membalas bahwa dirinya ingin tahu resep soto bandung. Tanpa disangka, Kang Mus malah menyatakan bahwa istrinya tidak perlu repot-repot membaca buku resep. “Kamu masak telor ceplok sama lotek, ilmu turunan dari Ema, udah cukup,” ucap Kang Mus.

Oke, kembali membahas Jamal.

Saat Dikdik telah mendapat dua anak buah baru, kebetulan Jamal mendapat job untuk menjadi debt collector. Niat hati ingin memerintah Dikdik dengan bantuan Murad dan Firman Syahpitra alias Pipit, ia justru gagal. Lantaran Kang Mus telah mencium pergerakannya atas informasi dari Dikdik. Dengan sigap, Kang Mus langsung mengamankan duo Murad dan Pipit dengan alibi tugas pengawalan.

Ketika Jamal mencoba menelepon Murad dan Pipit, justru Suara Kang Mus yang terdengar. “Murad dan Pipit sedang mengawal saya, dan bukan anak buahmu lagi,” pesan Kang Mus kepada si koboi jadi-jadian.

Lantas, Jamal langsung geram dan memerintah Dikdik untuk melaksanakan job barunya itu dengan dua anak buah barunya.

Ending episode akhirnya menjawab kecurigaan kita di awal. Karena ketika Dikdik beraksi, target yang diadangnya justru si perempuan yang memiliki banyak nama itu, yaitu Resty atau Eva atau Mike, si penipu trio copet tadi.

Perempuan itu diceritakan jelas sebagai penipu kelas kakap. Selain menipu trio copet, ia juga telah membawa kabur uang klien Dikdik sebesar 50 juta rupiah.

Sambil mencengkeram dagu perempuan itu, Dikdik pun menitipkan pesan, “Kalau dalam waktu satu minggu kamu nggak ngembalikan uang teman saya, kamu akan ngambang di Sungai Cikapundung dalam keadaan tidak bernafas.” Serem, Bos!

Begitulah akhir Preman Pensiun episode 16. Menggambarkan pergerakan Jamal yang semakin tengil, tapi Kang Mus tetap santuy. Lalu trio copet yang makin apes dan kondisi Kang Bahar yang makin kesepian.

Baca sinopsis semua episode Preman Pensiun musim 1 di sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2020 oleh

Tags: preman pensiunPreman Pensiun Musim 1review sinetron
Bastian Ragas

Bastian Ragas

ebolan Perikanan yang hari-harinya dihabiskan untuk berkecimpung di sektor bahari. Di sela rutinitas, sering merangkai kata sebagai pembuktian eksistensi

ArtikelTerkait

resensi jalan cerita sinopsis si doel anak sekolahan episode 4 musim 2 mandra munaroh backstreet mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 4, Musim 2: Mandra dan Munaroh Backstreet

7 Juni 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Menghitung Pendapatan Kang Bahar, Kepala Preman di ‘Preman Pensiun’

22 Oktober 2020
si doel anak sekolahan episode 13 musim 3 doel dan sarah marahan mojok.co si doel anak sekolahan episode 40

Si Doel Anak Sekolahan Episode 13, Musim 3: Semua Orang Sebel sama Sikap Doel

18 Juli 2020
si doel anak sekolahan episode 21 musim 3 sinopsis mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 21, Musim 3: Ahong Ngomong ke Orang Tua Zaenab

28 Juli 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 21, Musim 1: Iwan Hampir Dihabisi Murad dan Pipit

15 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 13 musim 3 doel dan sarah marahan mojok.co si doel anak sekolahan episode 40

Si Doel Anak Sekolahan Episode 40, Musim 3: Obrolan Sarah dan Doel Bikin Cengar-cengir

25 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya Mojok.co

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

20 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.