Ayam panggang jadi salah satu kuliner terkenal di Klaten. Selain karena cita rasanya yang unik, cara masaknya yang khas juga berhasil mencuri perhatian banyak orang.
“Klaten nih, benar-benar nggak bisa diem.”
Begitulah kira-kira reaksi anak muda zaman sekarang tiap melihat konten kuliner Klaten yang FYP di TikTok mereka. Ya, sebagai warga asli, saya sudah nggak kaget lagi melihat kota kelahiran saya ini tiba-tiba ramai dibahas di jagat maya.
Sejak dulu, Klaten memang punya banyak potensi dan keanekaragaman budaya. Baik di sektor pariwisata, kesenian, ekonomi kreatif, hingga kuliner nusantaranya. Namun belakangan, setelah content creator merajalela, Klaten jadi lebih sering terekspos ke penjuru negeri.
Salah satu kekayaan kota ini yang berhasil mencuri perhatian masyarakat luas adalah warisan kulinernya. Ayam panggang, sebagai salah satu makanan khas Klaten yang keberadaannya sudah eksis sejak puluhan tahun silam, memiliki cita rasa yang unik dan menarik.
Kalau kalian bertanya-tanya, apa bedanya ayam panggang Klaten dengan ayam panggang lainnya? Maka jawabannya terletak pada kompleksitas rasa, keunikan bumbu dan cara memasaknya.
Oleh karena itu, sebelum kalian sempat berpikir untuk mencoba memasaknya sendiri di rumah, saya merekomendasikan kalian untuk mencicipi rasa otentiknya terlebih dahulu. Bukan apa-apa, hanya supaya kalian tahu bagaimana cita rasa ayam panggang khas Klaten yang sesungguhnya. Berikut daftar rekomendasinya.
#1 Ayam Panggang Ny. Anggriani, terkenal dengan bumbu arehnya
Tiga tahun lalu, saya pernah membahas ayam panggang ini di salah satu tulisan saya soal kuliner Klaten. Dan saat menulis artikel ini, Ayam Panggang Ny. Anggriani masih tetap nangkring di urutan pertama karena legacy-nya sebagai ayam panggang paling legend dan autentik di Klaten.
Saya bisa bilang autentik karena proses memasaknya yang menggunakan bumbu areh (kuah santan kental). Jadi, ayam kampung diungkep dengan rempah dan santan hingga kuahnya menyusut, lalu dipanggang di atas bara api sembari dioles kembali menggunakan bumbu arehnya.
Cita rasa yang keluar pun unik. Gurih, manis, dan legit. Meski cenderung manis, namun Ayam Panggang Ny. Anggriani tidak menggunakan kecap. Itulah yang membuat tampilan ayamnya lebih pucat jika dibandingkan dengan ayam bakar pada umumnya.
Pemilik pertama, Ny. Ang Bie, telah mendirikan usaha kuliner ayam panggang ini sejak tahun 1950-an. Resepnya kemudian diwariskan turun-temurun ke anak cucunya (sekarang sudah generasi ketiga) dan akhirnya dikenal dengan nama Ayam Panggang Ny. Anggriani.
Warung makannya bisa dibilang cukup kecil, yaitu di Jalan Rajawali, Gang Beruang No. 5, Losmenan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. Meski nyempil di dalam gang, namun tempat ini selalu ramai oleh wisatawan yang rindu dengan ayam panggang khas Klaten.
Kalau mampir ke sini, saya sarankan untuk pesan sate ususnya juga sebagai menu pendamping. Pokoknya pesan dulu, makan, baru kalian bisa merasakan betapa meresapnya bumbu sate usus di Ayam Panggang Ny. Anggriani.
BACA JUGA: 5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda
#2 Ayam Panggang Mbah Dinem, punya cara masak yang khas
Perjalanan saya menelusuri ayam panggang Klaten mempertemukan saya dengan Ayam Panggang Mbah Dinem. Lokasinya ada di Jalan Andalas No. 21 A, Sipancar, Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten.
Kuliner legendaris yang sudah ada sejak tahun 1950-an ini punya ciri khas yang sangat menarik. Ayamnya dipanggang langsung di atas tungku menggunakan gerabah. Tanpa proses direbus, dikukus, dibakar maupun digoreng menggunakan minyak. Hebatnya lagi, Ayam Panggang Mbah Dinem bisa mengeluarkan cita rasa yang gurih dan umami tanpa menggunakan santan dan micin sama sekali.
Nggak heran, ayam kampung (yang notabene lebih alot ketimbang ayam broiler) bisa disulap jadi empuk dengan bumbu-bumbu rempah yang meresap sempurna. Pilihan bumbunya juga win-win solution, ada manis dan pedas. Cocok sekali dipadukan dengan sambal bawangnya yang gurih dan nampol.
Saking terkenalnya, Ayam Panggang Mbah Dinem sering dijadikan sebagai hantaran atau oleh-oleh khas Klaten. Banyak sekali food vlogger yang sengaja datang ke sini untuk mencicipi ayam panggang Klaten yang otentik.
#3 Ayam Bakar Pak Widodo, kasta tertinggi ayam bakar di Klaten
Saya pernah datang ke salah satu resto ayam bakar terkenal di Jogja yang katanya super enak. Setelah mencicipi ayamnya, respons saya adalah, “Wah, mereka belum pernah coba Ayam Bakar Pak Widodo di Klaten, sih.”
Sungguh, saya nggak hiperbola, tapi kalian yang mengaku pencinta ayam bakar, harus mencoba Ayam Bakar Pak Widodo setidaknya satu kali seumur hidup–meski, yah, saya yakin akan ada kedua kali, ketiga kali dan seterusnya karena rasanya memang senagih itu.
Manis, gurih, legit, semuanya bercampur jadi satu dalam bumbu cokelat yang meresap jauh hingga ke dasar tulang. Dagingnya empuk, lembut, dan sangat cocok dinikmati dengan nasi hangat yang berpadu dengan sambal.
Secara nggak langsung, ayam bakar ini sudah diamini oleh warga Klaten sebagai menu andalan di setiap acara penting. Entah itu acara makan siang, konsumsi rapat, pertemuan warga, atau malah hantaran syukuran.
Bisa dibilang, ayam bakar yang sudah berdiri sejak tahun 1973 ini sukses menjadi top tier ayam bakar terenak dan paling legend di Klaten. Cabangnya tersebar di beberapa lokasi, namun salah satu yang terlaris ada di Jalan Ronggo Warsito, RT. 01/RW. 12, Gunungan, Bareng Lor, Klaten Utara, Klaten.
#4 Ayam Bakar Handari, enak dan murah
Resto ayam bakar yang satu ini lokasinya ada di Jalan Kesatrian No. 1C, Danguran, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten. Tempatnya luas, bersih, nyaman, plus sering direservasi untuk acara penting seperti lamaran dan intimate wedding.
Walau menu makanannya sangat beragam (mulai dari olahan ayam, bebek, sapi, ikan dan seafood), namun ayam bakar khas Klaten tetap menjadi menu andalan di Rumah Makan Handari. Satu sajian ayam bakar kampungnya yang berukuran besar dibanderol seharga Rp27 ribu, sedangkan untuk ayam bakar negeri hanya Rp15 ribu saja.
Handari, pemilik resto ayam bakar ini mengawali usahanya dari berjualan di teras rumah. Beruntung, setelah masakannya dikenal banyak orang, bisnisnya lantas berkembang pesat hingga sukses menjadi salah satu ayam bakar favorit di Klaten.
Jangan khawatir jika kalian malas bertandang ke Klaten Selatan, sebab Ayam Bakar Handari sudah membuka cabang barunya di Jalan Kemangi, Tonggalan, Kelasman, Klaten Tengah.
Nah, itu dia daftar ayam panggang Klaten yang sudah teruji rasa dan kualitasnya. Kalau kalian adalah wisatawan luar yang hendak main ke Klaten, jangan lupa masukkan list ini ke dalam itinerary wajib kalian, ya!
Selamat berburu ayam panggang!
Penulis: Farahiah Almas Madarina
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA 5 Oleh-Oleh Khas Klaten yang Paling Direkomendasikan untuk Dibawa Pulang
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













