Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Rapat Organisasi Kampus: Belajar Berorganisasi atau Cuma Belajar Boros?

Wahyu Tetuko oleh Wahyu Tetuko
23 Juni 2026
A A
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan organisasi kampus

Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Organisasi kampus seharusnya membantu saya berkembang, bukan justru membuat saya kehabisan waktu, uang, dan tenaga tanpa hasil yang jelas.

Sudah setahun lebih saya jadi mahasiswa, dan baru saja masuk semester dua. Belum lama, tapi cukup untuk membuat saya menyadari satu hal penting: dunia kuliah jauh berbeda dari dunia SMA. Bukan hanya soal mata kuliah yang lebih berat, tapi juga soal kebebasan yang tiba-tiba ada di tangan saya.

ADVERTISEMENT

Di SMA, hampir semua hal diatur. Seragam ditentukan, jam masuk ditentukan, bahkan gaya rambut pun ada aturannya. Begitu masuk kuliah, semua aturan itu hilang. Saya bisa jadi diri sendiri, bebas menentukan mau ikut kegiatan apa, mau jadi seperti apa. Dari kebebasan itu, saya akhirnya memutuskan untuk ikut organisasi kampus, baik organisasi internal (HMPS) maupun organisasi di luar kampus.

Tapi belakangan ini saya jadi sering bertanya pada diri sendiri: ikut organisasi kampus itu sebenarnya menguntungkan, atau justru hanya menghabiskan waktu, uang, dan tenaga saya?

Rapat organisasi kampus yang tidak pernah selesai tepat waktu

Salah satu hal yang paling sering saya alami di organisasi adalah rapat yang molor. Jadwal rapat sudah ditentukan, misalnya jam dua siang. Tapi pada praktiknya baru benar-benar mulai jam tiga, kadang lebih. Alasannya bisa macam-macam: menunggu anggota yang belum datang, menunggu ruangan, atau menunggu hal-hal lain yang sebenarnya bisa diantisipasi dari awal.

Yang lebih membuat saya berpikir panjang, rapat organisasi yang sudah molor itu sering tidak menghasilkan apa-apa yang jelas. Saya datang dengan harapan ada keputusan konkret yang diambil, tapi yang terjadi justru diskusi panjang yang berputar-putar, lalu ditutup dengan kalimat “nanti dilanjutkan rapat berikutnya”. Padahal waktu yang sudah terpakai untuk rapat itu, kalau dipakai untuk hal lain, bisa jauh lebih bermanfaat.

Saya jadi mempertanyakan, apa sebenarnya tujuan dari rapat-rapat seperti itu. Apakah memang untuk membahas sesuatu yang penting, atau hanya formalitas supaya organisasi kampus terlihat aktif?

BACA JUGA: 4 Panduan sebelum Gabung Organisasi Kampus, Biar Nggak Salah Pilih Organisasi Toxic yang Cuma Buang-buang Waktu dan Energi

Baca Juga:

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

Tiga Tahun Menjadi Fungsionaris Organisasi Mahasiswa, Saya Menyadari bahwa Organisasi Mahasiswa Tak Ada Bedanya dengan Tempat Penitipan Balita

Rapat di kafe, dompet pun ikut rapat

Hal lain yang cukup mengganggu adalah lokasi rapat organisasi kampus. Beberapa kali rapat diadakan di kafe yang harganya tidak murah. Awalnya saya pikir itu wajar, supaya suasana lebih santai dan nyaman untuk berdiskusi. Tapi setelah beberapa kali, saya mulai sadar bahwa biaya yang saya keluarkan untuk sekadar duduk dan memesan minuman di kafe itu lama-lama menambah beban di kantong saya sebagai mahasiswa.

Sebagai mahasiswa, uang bulanan saya terbatas. Setiap kali ada rapat di kafe, saya harus menyiapkan uang lebih, padahal uang itu sebenarnya bisa saya gunakan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, seperti membeli buku atau menabung. Belum lagi kalau rapatnya molor seperti yang saya ceritakan sebelumnya. Otomatis saya harus memesan lagi supaya tidak dianggap aneh duduk lama tanpa membeli apa-apa.

Dari sini saya mulai berpikir, apakah kenyamanan rapat di kafe itu benar-benar sebanding dengan hasil yang didapatkan, atau hanya kebiasaan yang diikuti begitu saja tanpa dipikirkan ulang?

Belajar dari kebiasaan yang kurang efisien

Saya tidak menutup mata bahwa organisasi kampus, baik HMPS maupun organisasi luar kampus, tetap memberi banyak hal positif. Saya belajar berbicara di depan orang banyak, belajar bekerja sama dengan orang-orang yang punya karakter berbeda-beda, dan belajar menghadapi situasi yang tidak selalu sesuai rencana.

Hanya saja, kebiasaan rapat yang molor dan sering diadakan di tempat yang menguras kantong itu membuat saya berpikir bahwa ada banyak hal yang sebenarnya bisa diperbaiki. Rapat seharusnya bisa dimulai dan diakhiri sesuai waktu yang disepakati. Lokasi rapat juga sebenarnya bisa dipilih di tempat yang lebih hemat, seperti ruang kelas kosong atau ruang sekretariat organisasi, tanpa harus mengurangi kualitas diskusi.

Kalau hal-hal kecil seperti ini terus dibiarkan, lama-lama anggota organisasi, termasuk saya, bisa kehilangan semangat untuk ikut terlibat. Bukan karena tidak peduli dengan organisasi, tapi karena merasa waktu, uang, dan tenaga yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan.

Jadi, untung atau rugi gabung organisasi kampus?

Sampai sekarang saya belum bisa memberi jawaban yang pasti. Organisasi kampus tetap memberi pengalaman dan pelajaran yang berharga, yang tidak saya dapatkan hanya dengan duduk di kelas mendengarkan dosen. Tapi di sisi lain, kebiasaan-kebiasaan kecil yang kurang efisien, seperti rapat yang molor dan rapat di kafe yang menguras kantong, membuat saya sadar bahwa ikut organisasi juga butuh kesiapan, baik dari segi waktu maupun keuangan.

Mungkin yang perlu saya lakukan bukan berhenti ikut organisasi. Tapi lebih pintar memilih organisasi mana yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan saya. Sekaligus lebih berani menyuarakan kalau ada kebiasaan yang sebenarnya bisa diperbaiki. Pada akhirnya, organisasi kampus seharusnya membantu saya berkembang, bukan justru membuat saya kehabisan waktu, uang, dan tenaga tanpa hasil yang jelas.

Penulis: Wahyu Tetuko
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Organisasi Kampus dan Budaya Sok Sibuk yang Menyebalkan dari Anggotanya, padahal Menghasilkan Sesuatu Saja Tidak

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Juni 2026 oleh

Tags: kebiasaan organisasi yang burukorganisasi kampusorganisasi mahasiswarapat organisasi
Wahyu Tetuko

Wahyu Tetuko

Mahasiswa semester 2 Universitas Islam Negeri K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

ArtikelTerkait

Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
capek

Menanggapi Semua Tulisan Soal Divisi Kepanitiaan yang Merasa Paling Berat: Saya yang Baca Aja Sampai Ikutan Capek

22 Agustus 2019
4 Sisi Terang Mahasiswa Kupu-Kupu yang Selama Ini Dipandang Sebelah Mata Mojok.co

4 Sisi Terang Mahasiswa Kupu-Kupu yang Selama Ini Dipandang Sebelah Mata

9 Agustus 2025
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
7 Modus Ormek yang Cenderung Menggelikan Ketika Berburu Kader terminal mojok.co

7 Modus Ormek yang Cenderung Menggelikan Ketika Berburu Kader

24 Desember 2020
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam

25 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung Mojok.co

Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung

3 Agustus 2026
Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam Mojok.co

Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam

30 Juli 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
QRIS Dianggap sebagai Puncak Peradaban Kaum Mager, tapi Sukses Bikin Pedagang Kecil Bingung

Membayangkan Indonesia masa kini tanpa QRIS, transaksi akan benar-benar ribet

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.