3 Jenis Pertanyaan yang Selalu Ditanyakan kepada Calon Anggota Organisasi Mahasiswa

Artikel

Avatar

Sebagai mahasiswa baru yang masih anget-angetnya mengikuti dunia perkuliahan, pasti masih memiliki semangat juang yang tinggi untuk mencapai IPK sempurna dan ikut berbagai organisasi mahasiswa yang ada. Hal itu sama seperti yang saya alami dulu. Saat tingkat satu, saya selalu berambisi untuk bisa bergabung dengan organisasi internal kampus bahkan kegiatan kepanitiaan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Organisasi mahasiswa tersebut selalu melakukan tahap seleksi agar mendapat calon-calon anggota yang berkualitas. Salah satu sistem seleksi yang digunakan adalah wawancara. Nah dari setiap wawancara yang pernah saya lakukan, terdapat beberapa kesamaan pertanyaan yang selalu diucapkan terus-menerus oleh recruiter. Saking seringnya pertanyaan itu diucapkan, mau tidak mau saya harus menyiapkan jawaban yang tepat disetiap kesempatan agar jawaban yang saya utarakan logis dan masuk ke dalam pertimbangan recruiter. Ada tiga pertanyaan legendaris yang sudah saya rangkum untuk menjadi bahan pembelajaran ke depannya.

Alasan masuk organisasi dan mengapa memilih divisi ini

Dalam dunia kerja kita dituntut untuk mengetahui sejarah dan seluk beluk perusahaan sebelum masuk menjadi karyawan. Sama halnya dengan organisasi kampus, kita dituntut mengetahui apa visi misi organisasi yang akan kita masuki dan apa kontribusi yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan organisasi mahasiswa tersebut. Hal ini bisa dilalui dengan research terlebih dahulu tujuan dan latar belakang organisasi dengan mencari tahu lewat kakak tingkat (kating) atau sosial media atas nama organisasi tersebut.

Hal lebih penting lainnya adalah harus menyamakan tujuan organisasi dengan tujuan diri sendiri. Jika kita sudah mantap ingin bergabung ke lembaga tersebut maka kita harus menyamakan tujuan agar dapat menambah kesan bahwa kamu memang pantas mendapat peran dalam organisasi ini. Kamu juga harus menyakinkan recruiter bahwa kamu ingin bekerja keras bersama-sama dengan tim dalam melaksanakan program kerja.

Jika dari awal kalian tidak memiliki tujuan yang sama dengan organisasi mahasiswa tersebut , mungkin akan sulit kedepannya untuk bisa beradaptasi. Syukur-syukur bila lolos sampai tahap wawancara. Karena nantinya kehidupan nyata akan dimulai saat kamu sudah menjadi anggota dan mengemban tanggung jawab besar disana. Jadi, sebaiknya pikirkan matang-matang alasan kamu masuk organisasi dan perkuat komitmen yang telah dibentuk.

Baca Juga:  Betapa Sulitnya Bergaul Dengan Orang yang Baru Hijrah

Sebutkan kelebihan dan kekurangan kamu

Pertanyaan ini cukup menjebak untuk beberapa orang yang tidak lihai merangkai kata-kata. Kadang-kadang saat menyebut kelebihan akan terkesan sombong dan saat membicarakan kekurangan akan terasa tidak berguna. Tapi sebenarnya, recruiter tidak melulu melihat kelebihanmu sebagai tolok ukur kemampuan seseorang dalam bekerja di suatu organisasi. Sebenarnya saya juga tidak tahu pasti jawaban apa yang benar-benar diperlukan, karena semua tergantung opini sang recruiter selaku orang yang memberi pertanyaan. Tetapi yang pasti, kalian tidak boleh terjebak saat mengutarakan kelebihan dan kekurangan di depan recruiter.

Saat menyebut kelebihan, usahakan kalian menyebut keahlian diri sendiri dalam suatu tim atau individu yang dapat menguntungkan kerja antar kelompok. Contohnya seperti, mampu berbicara di depan umum dengan baik atau memiliki bakat negosiasi dengan orang lain. Tentu saja kemampuan ini sangat diandalkan dalam sebuah organisasi. Lalu ketika mengungkapkan kelemahan, sebisa mungkin dibarengi dengan penyelesaian masalah tanpa harus merendahkan harga diri. Contohnya seperti ini :

“Saya memiliki kekurangan dalam berbicara di depan publik dengan baik, namun dalam hal tulis menulis dan pencatatan laporan saya mampu melakukannya dengan baik.”

Mungkin seperti itu contoh konkretnya. Sebisa mungkin dalam menyampaikan kelemahan selalu dibarengi dengan kelebihan yang tersirat agar kelemahan milik kalian tidak terlalu nampak.

Namun ada hal lain yang cukup krusial dan justru menjebak diri kalian, seperti dalam pemilihan divisi akan selalu ada jobdesk yang berbeda. Nah jika kalian memilih divisi humas namun memiliki kelebihan kreatif dan inovatif, kalian akan gagal dengan sendirinya. Karena sikap kreatif dan inovatif lebih cocok untuk divisi acara dibanding humas yang mengedepankan kemampuan komunikasi.

Baca Juga:  Panduan untuk Mahasiswa Baru dalam Memilih Organisasi Mahasiswa

Dari 1-10, berapa komitmen kamu dalam organsasi ini?

Pertanyaan ini sering kali ditanyakan sebagai pertanyaan penutup agar recruiter lebih yakin dengan kesiapan calon anggota jika nantinya terpilih. Komitmen bisa dibilang adalah jaminan yang dipegang oleh masing-masing kandidat sebagai tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Jika nantinya komitmen ini dilanggar, maka akan sulit untuk mendapat kepercayaan individu dalam kesempatan yang berbeda.

Lalu apa yang sebaiknya dijawab ketika ditanya dari satu sampai sepuluh berapa komitmen yang kamu punya? Jawabannya sangat mudah, cukup jawab dengan yakin SEPULUH. Mengapa? karena komitmen pada dasarnya tidak boleh setengah-setengah. Saat kalian sudah mendaftar dan ikut seleksi yang diadakan suatu organisasi, dengan kata lain kalian sudah menaruh harapan agar bisa lolos hingga menjadi anggota. Sangat klise jika kalian ikut pendaftaran tapi hati masih ogah-ogahan. Justru hal itu dapat mempertaruhkan kredibilitas kalian kedepannya.

Jadi yang dilakukan dalam menjawab adalah yakin sepenuhnya dengan angka maksimal yang diberikan. Jika perbandingan yang diberikan adalah satu sampai seratus, jawab saja dengan angka seratus. Keyakinan dan semangat kita dalam menjawab akan menjadi bahan pertimbangan recruiter nantinya.

Itulah tiga pertanyaan wawancara yang sering banget ditanyain ketiga mendaftar organisasi mahasiswa. Semoga jawaban-jawaban di sini bisa membantu kalian biar diterima. Tapi andaikan udah nyoba dan nggak diterima, yaudah nggak apa-apa.

BACA JUGA Enak Banget! Ini Dia Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Madiun dan tulisan Aisyah Nabilla lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
20


Komentar

Comments are closed.