Preman Pensiun Episode 35, Musim 1: Ujang Dibikin Remuk oleh Anak Buah Gobang – Terminal Mojok

Preman Pensiun Episode 35, Musim 1: Ujang Dibikin Remuk oleh Anak Buah Gobang

Artikel

Avatar

Preman Pensiun episode 35 diawali oleh Kang Mus yang dikagetkan kabar bahwa Dikdik telah dihabisi seseorang. Anak buah Kang Mus yang lain pun mendapatkan kabar serupa, tapi belum tahu siapa yang menghabisi Dikdik. Kalo tahu, bakal olahraga rame-rame nih, apalagi Boim yang paling semangat. Pokoknya “salam olahraga!”.

Tidak lama, Kang Mus memanggil Komar dan Gobang untuk membahas pengganti Jamal yang memegang jalanan. Pilihan hanya ada dua, Dikdik dan Ujang. Tapi kan Dikdik masih di rumah sakit, si Ujang juga menghilang tidak tahu ke mana. Pada saat itu, Kang Mus dan anak-anak yang lain masih belum tahu kalau Ujang-lah yang menghabisi Dikdik.

Setelah menghabisi Dikdik, Ujang hanya berdiam diri dirumah. Ia ketakukan tiap kali ada yang menelepon atau mengetuk pintu rumahnya. Urusan tagihan uang keamanan, sementara di-handle Murad dan Pipit. Merekalah yang sekarang bertugas di jalanan sampai ada pengganti Jamal.

Sementara itu, Kang Mus juga makin disibukkan dengan rencana kepindahan rumahnya. Kang Mus mulai bergerilya mencari rumah yang akan dijual. Ubed pun juga sedang sibuk, beda dengan Kang Mus memang. Ubed yang sudah pensiun dari dunia copet, sibuk memikirkan hal apa yang harus ia lakukan untuk mengisi waktu luang. Lagi-lagi Ubed bertemu dengan Saep, kalau sudah bertemu dengan Saep, pasti sudah tahu kan apa yang akan mereka lakukan? Nyopet!

Dalam adegan selanjutnya, Jupri yang sebelumnya membantu Ujang menghabisi Dikdik, memberanikan diri untuk menelepon Kang Mus untuk mengajaknya bertemu. Jupri cerita bahwa Ujang yang menghabisi Dikdik. Jupri hampir saja gantian dihabisi Kang Mus, untung saja emosi Kang Mus masih bisa ditahan.

Baca Juga:  Hati-hati di Internet dan Kehidupan Saat Ini, Jika Blunder Langsung Dijadikan Konten

Kang Mus lalu menelepon Gobang dan menyuruhnya untuk mengajak Ujang ketemuan di tempat dia menghabisi Dikdik, Jupri juga diajak untuk menunjukkan lokasinya. Gobang tidak lupa memanggil Boim, soalnya kalo masalah olahraga si gondrong terminal ini selalu bersemangat. Boim lalu memanggil anak-anak yang lain untuk diajak.

Gobang, Boim, dan Jupri, serta anak-anak yang lain pun berangkat menuju lokasi. Dalam pikiran saya, yang dibawa palingan hanya 5 orang. Eh, ternyata dua tim kesebelasan sepak bola! Bisa mampus nih, Ujang, tapi ya nggak papa. Emang tengil sih anak itu.

Sampai di lokasi baru ada Gobang, Boim, dan Jupri. Sedangkan Ujang sudah siap dengan tongkat baseball-­nya untuk menghabisi mereka bertiga. Tiba-tiba, Gobang ngomong sama Jupri, “Tempat kamu bukan di sini,” dan ditendanglah Jupri oleh Boim ke arah Ujang.

Gobang bilang kalo Jupri sudah berkhianat dengan memberi tahu bahwa Ujang sudah menghabisi Dikdik. Langsung saja, bak-buk-bak-buk, Jupri dihajar habis-habisan oleh Ujang. Di pikiran Ujang, mungkin hanya tinggal melawan Gobang dan Boim saja. Tapi….

Di saat yang bersamaan, Kang Mus juga sedang menemui Kang Bahar. Kang Mus mengabarkan bahwa di bawah sudah mulai terjadi perselisihan setelah Kang Bahar menginginkan pensiun.

Namun, Kang Bahar juga semakin tak sehat. Bahkan semenjak istri Kang Bahar sakit, kesehatannya mulai melemah. Apalagi ditambah istrinya meninggal, kesehatannya jadi tambah melemah.

Oleh karena itu, Kang Bahar menyerahkan estafet kepemimpinan ke Kang Mus. Kang Bahar tahu Jamal bukan hanya ingin menggantikan Muslihat, tapi juga ingin menggusur kekuasaan Kang Bahar. Pikiran liar itu sekarang jadi merembet ke Ujang, anak buah Jamal.

Balik ke Ujang, yang baru saja menghabisi Jupri karena berkhianat. Ujang sudah bersiap untuk lanjut menghabisi Gobang dan Boim. Tapi tiba-tiba rombongan yang lain datang. Adegannya mirip kayak monster yang sedang menghancurkan kota, tapi terus Power Ranger tiba-tiba datang. Orang-orang itu macam pahlawan lah.

Baca Juga:  Berjuang Bersama Untuk Bisa Turun di Stasiun Bekasi

Datanglah mereka menghampiri Gobang dan Boim yang sudah sampai duluan. Ujang yang tidak bisa ke mana-mana hanya bisa pasrah menunggu mereka menghabisinya. Seperti biasa, Boim lalu memberi komando, “Salam olahragaaa!” dan majulah mereka satu per satu menghajar Ujang. Habis sudah riwayat Ujang sekarang.

Setelah itu, dalam adegan terakhir Preman Pensiun episode 35 Kang Bahar masih bersama dengan Muslihat. Ia memerintahkan Muslihat untuk menyuruh seluruh anak buahnya berkumpul. Kira-kira apa tujuan Kang Bahar memerintahkan mereka berkumpul?

Baca sinopsis semua episode Preman Pensiun musim 1 di sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
2


Komentar

Comments are closed.