Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Preman Pensiun Episode 15, Musim 1: Ubed Dapat Kenalan Cewek Cantik

Gilang Oktaviana Putra oleh Gilang Oktaviana Putra
10 Juni 2020
A A
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam Preman Pensiun episode 15, kesedihan Kang Bahar setelah istrinya meninggal membuat banyak orang khawatir. Cerita dimulai saat Kang Bahar sedang duduk di teras rumah sambil menyirami pohon bonsai. Kemudian Kinanti datang, sebelum berangkat ke kantor dia minta Kang Bahar makan karena dari malam belum makan sama sekali. Kang Bahar hanya mengiyakan.

Selain Kinanti, trio Kirani, Imas dan Amin juga merasa khawatir dengan keadaan Kang Bahar. Imas bilang dia takut Bapak sakit, soalnya Kang Bahar nggak pernah memakan setiap masakan yang dia buat. Ulukutuk, balakutuk, sampai buncis favorit Kang Bahar pun nggak dimakan. Sedangkan Amin bilang Kang Bahar belum pernah pergi keluar rumah atau nonton tivi lagi, kalau diam di ruang tengah cuma melamun saja, katanya.

Adegan lalu pindah ke markas Kang Mus, di situ Kang Mus menanyakan kesetiaan Dikdik pada Kang Bahar. Dikdik bilang dia masih setia sama Kang Bahar tapi bingung, karena Jamal sekarang sudah menganggapnya sebagai pengkhianat sementara Kang Mus sendiri menempatkannya bareng Jamal.

Mengetahui hal itu, Kang Mus kemudian melancarkan serangan balasan pada Jamal. Dia pengin Dikdik jadi mata-mata ganda. Lalu menyuruhnya kembali ke sisi Jamal sambil berpura-pura memihaknya. Bahkan Kang Mus juga minta Dikdik jangan menemuinya lagi kecuali diperintah oleh Jamal atau diminta Kang Mus sendiri. Mantul nggak, tuh? Dikdik yang kerempeng dan lucu itu mendapatkan tugas mahaberat dari Kang Mus.

Adegan kemudian pindah ke taman tempat biasa Ubed sama Dewi ketemu. Di atas kursi, Ubed sedang merayu Dewi.

“Aku mau kamu jadi bayang-bayang aku, selalu mengikuti ke mana pun aku pergi,” kata Ubed,
“Enak aja, kamu aja yang jadi bayang-bayang aku,” jawab Dewi
“Boleh,” kata Ubed singkat.

Ternyata adegan itu cuma terjadi dalam khayalan Ubed, aslinya dia sedang duduk di markas sambil mengusap tangan Saep. Saep menyadarkan Ubed, lalu membujuk partnernya itu agar mau menolong dia mengumpulkan uang sebesar 3 juta buat bantu saudaranya yang sakit.

“Uangnya buat saudara apa Resty?” tanya Ubed. Ubed tahu partnernya sedang dimanfaatkan Resti. Saep mengelak, dia keukeuh bilang uang itu mau dikasih ke saudaranya. Ubed bertanya sampai tiga kali, baru Saep mau bicara jujur.

Baca Juga:

Terminal Ledeng Bandung: Terminal Multifungsi di Pinggiran Kota Bandung yang Bukan Sekadar Tempat Ngetem Angkot

Mawar Preman Pensiun, Tukang Parkir Terbaik dan Teramah di Indonesia, Wajib Jadi Contoh!

“Kita harus nolong Resty!” kata Saep coba meyakinkan Ubed. Tapi Ubed keukeuh nggak mau bantu Saep, dia bilang, “Kita memang partner dalam urusan nyopet, tapi bukan dalam urusan menolong Resty.”

Mendengar jawaban seperti itu, Saep nggak bisa mengelak lagi.

“Saya jatuh cinta sama Resty. Kamu tahu kan, seorang lelaki akan melakukan apa saja demi perempuan yang dijatuhcintainya.” DIJANTUHCINTAI CENAAAH, GAES~

Setelah Dikdik menghadap Jamal, dia disuruh melakukan kerja sama dengan Yuyun. Untuk itu, Dikdik kembali ke pasar lalu menemui Komar, Iwan, dan Jupri. Dia disambut dengan ucapan Komar yang menuduh Dikdik mau menggoda Yuyun lagi, tapi dengan tenang dia bilang cuma mau nostalgia saja. Jujur, aktingnya Dikdik bagus banget sudah seperti mata-mata kelas kakap di sini. Dia bersikap biasa saja, senyum-senyum menghormati Komar. Bilang kalau dia nggak peduli dengan perseteruan Jamal dengan Kang Mus. Mantul emang!

Selesai basa-basi dengan kawan-kawannya, Dikdik masuk ke pasar lalu mengabari Yuyun bahwa dia mau membicarakan hal yang penting dengannya. Selesai bertemu Yuyun, Dikdik kembali menghadap Komar. Jelas sekali Dikdik sangat berhati-hati agar Komar nggak menaruh curiga lagi padanya.

Setelah itu Dikdik menemui Yuyun di satu sudut pasar yang sepi, oleh Dikdik, Yuyun diberi tugas menggoda setiap “kucing” yang datang padanya. Entah itu Komar, Iwan, atau Jupri. “Ada uang satu juta buat anak Euceu, saya kasih setengahnya dulu,” kata Dikdik. Yuyun langsung menerima uang tersebut, lalu mereka berpisah. Selesai bicara dengan Yuyun, Dikdik nggak menemui Komar lagi, tapi langsung pergi ke tempat Jamal.

Singkat cerita, Saep dan Ubed sudah berpisah. Saep menjalankan aksinya seorang diri, meski begitu dia tampak bersemangat sekali, dia dapat tiga korban dalam waktu yang singkat. Emang dasar sial, baru terkumpul sekitar satu juta, Saep malah kena todong. Mungkin copet memang kasta terendah dalam dunia maling, ya. Kasian banget, copet kok kena todong, sih.

Sementara itu, Ubed keliling naik angkot sambil mencari Dewi. Saat mau pindah angkot, dia bertemu seorang wanita cantik. Kulitnya putih, senyumnya menawan. Wanita itu memperkenalkan diri sebagai Eva. Lalu mereka jalan kaki berdua. Eva curhat soal kesulitannya mencari kerja dengan modal ijazah SMA.

“Senasib dong kita,” jawab Ubed.

Kemudian Eva bilang ada kerjaan dengan gaji besar di Malaysia. Jelas Ubed tertarik. Selama ini dia selalu kesulitan dapat kerjaan, akhirnya pensiun jadi copet pun hanya sebatas wacana. Tapi Eva juga bilang, Ubed harus bayar 5 juta kalau mau kerja di Malaysia.

“Aneh, mau kerja kok malah disuruh bayar,” jawab Ubed.
“Ya, kan buat bayar jasa penyalur kerja,” balas Eva.

Sebelum berpisah dengan Eva, Ubed sempat menerima telepon dari Dewi. Ubed yang kangen setengah mampus langsung menanyakan kabar Dewi, “Kamu ke mana aja, kok ninggalin saya?” Namun Dewi justru bilang Ubed lah yang meninggalkannya karena kembali nyopet meski sudah punya rencana mau buka usaha bareng-bareng.

Di tengah percakapan mereka berdua, Eva nanya siapa yang telepon ke Ubed lalu Ubed mengakhiri pembicaraannya sama Dewi. “Pasti cewek, ya?” tanya Eva lagi. Iya, cuma temen aja, jawab Ubed. Sebelum berpisah Ubed minta nomor telepon Eva biar gampang menghubungi lagi kalau nanti duit yang 5 juta sudah ada.

Adegan pindah ke rumah Kang Mus. Di tengah rumah, Kang Mus sedang makan saat Eneng pulang sekolah. Eneng duduk di samping Kang Mus lalu menanyakan hape yang dijanjikan Kang Mus dulu. Kang Mus bilang, “Hape Cina yang pintar, yang kata kamu bisa apa aja itu, harganya dua juta. Kamu tahu kan dua juta itu banyak. Bapak aja masih pake hape yang belum pintar, seken lagi, biar bisa nabung buat kamu sekolah. Masa kamu mau royal.”

Eneng kesel mendengar jawaban dari bapaknya. Sambil manyun dia bilang bapaknya pelit, lalu masuk ke kamarnya.

Kemudian Ema datang, dia tanya Eneng mau dibeliin apa sama Kang Mus. “Hape Cina, hape pintar,” jawab Kang Mus. Ternyata Ema juga pengin dibeliin hape Cina kayak Eneng. Kang Mus nggak bisa menghadapi mertuanya sendirian, dia harus mencari bantuan, lalu dipanggilah Esih. “Tuh tanya si Ema mau apa?” kata Kang Mus ke Esih.

Esih menuruti permintaan Kang Mus, lalu Ema menawab, “Ema mau sop Bandung.” Kang Mus heran mendengar jawaban Ema yang berbeda. “Jangan bilang sama si Esih kalau Ema minta hape Cina, dia nggak bakal acc!” kata Ema setelah Esih pergi ke dapur menyiapkan sop Bandung untuknya.

Set… adegan pindah ke rumah Kang Bahar. Dari dalam rumah Kang Bahar melihat Kinanti pulang dianter Adit lewat kaca. Setelah itu dia masuk ke kamar lalu menelepon Kang Mus. Dia minta Kang Mus menjaga Kinanti karena ada temen kantornya yang lagi deketin anaknya itu. Dia nggak mau ada yang main-main sama anaknya.

Bagaimana kelanjutan rencana balas dendam Jamal? Bagaimana nasib Adit setelah Kang Mus mendapatkan perintah dari Kang Bahar? Apakah nanti Ubed jadi berangkat ke Malaysia bareng Eva?

Baca sinopsis semua episode Preman Pensiun musim 1 di sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2022 oleh

Tags: preman pensiunPreman Pensiun Musim 1review sinetron
Gilang Oktaviana Putra

Gilang Oktaviana Putra

Penjaga toko buku daring di ige, suka ngoceh di twitter, dan pengin jadi kucing.

ArtikelTerkait

episode terakhir preman pensiun 4 ending mojok.co

‘Preman Pensiun’ Mencerminkan Garut sebagai Kota Preman

27 November 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 19, Musim 1: Ubed Digebukin karena Cinta

11 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 22 musim 2 sinopsis jalan cerita mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 22, Musim 2: Hari dan Hati yang Suram di Keluarga Doel

26 Juni 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Season 1 Episode 3: Anak Preman Kecopetan, dan Uyan si Kuda Hitam

7 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 5 sinopsis resensi review jalan cerita mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 5, Musim 1: Doel, Sarjana Primitif yang Masih Punya Harga Diri

2 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 6 musim 1 pertama sinopsis jalan cerita mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 6, Musim 1: Golden Moment

3 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat mojok.co

IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat

30 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

29 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.