Preman Pensiun Episode 32, Musim 1: Kang Bahar Diundang Ridwan Kamil

Artikel

Avatar

Pada Preman Pensiun episode 32, Kinanti sudah tahu bahwa selama ini ada yang membuntutinya atas suruhan sang papi. Dia sangat tak suka karena merasa sudah dewasa makanya tak perlu diawasi lagi seolah-olah dia adalah anak kecil. Tetapi walau bagaimanapun, dia yang belum menikah ini masih menjadi tanggung jawab Kang Bahar. Tentu Kang Bahar tidak akan mengendorkan pengawasan kalau kewajibannya dalam menjaga Kinanti belum diserahkan sepenuhnya kepada orang yang tepat, yaitu laki-laki yang akan menjadi suami Kinanti. Sementara Kinanti sendiri makin gelisah karena keluarga Adit menunjukkan tanda-tanda tak menyukai latar belakangnya.

Pada lain adegan, Komar mengembalikan dompet seorang perempuan muda bernama Sarah. Melihat bagaimana penampilan Sarah yang berkerudung, membuat sikap Komar mendadak syar’i. Ya iya laaah. Saat perjalanan mengembalikan dompet ini, Komar juga ketemu orang yang pernah nyopet anak Kang Mus. Tapi si pencopet langsung kabur.

Ubed laporan kepada Junaedi kalau dia ketahuan anak buahnya Kang Bahar, yang ciri-cirinya bermuka sangar dan rambutnya keriting tanggung. Bikin dia makin malas nyopet. Terlebih, dia sudah malas nyopet dan hatinya sudah tak tenteram lagi. Jadi, dia nggak mau disuruh nyopet oleh Saep lagi. Sedangkan Saep membantah pernyataan Ubed. Karena selama ini dia cuma ngajak nyopet, bukan nyuruh Ubed nyopet. Menurutnya, menyuruh itu ada unsur paksaan, sedangkan mengajak itu unsur utamanya adalah keikhlasan. Bisa aja si Saep.

Omong-omong tentang makna kata “menyuruh”, pada episode ini Jamal masih bersemangat menyuruh anak buahnya untuk menyuruh para warga menjual rumah dan tanah mereka. Karena tuh orang yakin banget warga nggak akan berani lapor ke Wali Kota. Kalaupun berani, dirinya yakin Pak Wali Kota terlalu sibuk dan tak sempat menemui apalagi mengabulkan permintaan tolong para warga.

Baca Juga:  Metode Konyol yang Menghantarkan Peserta CPNS Melewati Passing Grade

Tapi dugaannya salah. Pada sebuah kesempatan, Dikdik melapor kepada Jamal bahwa dia tak bisa ketemu dengan warga yang akan dipaksa menjual rumah beserta tanahnya karena saat itu warga sedang menghadap Pak Ridwan Kamil untuk menyampaikan aspirasi. Hasilnya, Pak Wali Kota bersedia membantu. Bahkan meminta salah satu ajudannya untuk mengundang Kang Bahar berdiskusi tentang penyelesaian masalah ini. Wah, kalau sudah bawa-bawa Kang Bahar gini sih pasti ada hal yang nggak diharapkan oleh Jamal, dong!

Tapi, tenang. Di saat Jamal berambisi menjadi penguasa dengan menjadi musuh dalam selimut bagi Kang Mus, ada Ujang yang seperti disiapkan untuk jadi pembalas. Ujang terang-terangan membandingkan karakter Jamal dan Komar saat ngobrol dengan Juki. Walau sudah tahu perbandingan masing-masing, Ujang lebih suka nempelin Jamal yang lebih menguntungkan bagi posisinya sekarang. Karena jika Jamal bisa menggeser Kang Mus, pasti akan meninggalkan posisi sekarang. Apalagi saingan Ujang untuk menempati jabatan Jamal saat ini hanyalah Dikdik. Sedangkan bila di pasar, saingannya lebih banyak lagi.

Pada lain adegan, Kinanti ketemu Adit. Dia berniat mengakhiri hubungan mereka yang tak disetujui oleh keluarga Adit. Berhubung Kinanti sudah tahu bahwa ayahnya adalah seorang preman, dirinya sangat yakin bahwa keluarga Adit tak akan menerima keberadaannya. Pada waktu yang sama, orang tua Adit pun sedang berencana untuk mencarikan pengganti Kinanti untuk Adit. Mereka tak mau punya besan seorang Kang Bahar, preman penguasa jalanan di Kota Bandung.

Kita dibawa kembali ke konflik proyek pembangunan apartemen yang mengorbankan warga dan sudah sampai ke telinga pemimpin Kota Bandung. Jamal pun akhirnya tahu bahwa warga sudah berhasil menarik simpati orang nomor satu di Kota Bandung itu. Tentu, ini bikin sulit rencananya untuk cari simpati para elite global. Makanya sebelum semuanya jadi tambah runyam, dia menyuruh para anak buahnya untuk mulai bermain kasar. Tapi kita boleh sedikit lega, mylov. Tanpa sepengetahuan Jamal, Dikdik telah melaporkan hal tersebut kepada Kang Mus.

Baca Juga:  Si Doel Anak Sekolahan Episode 6, Musim 1: Golden Moment

Kalau sudah begitu, bisa dipastikan akan sampai ke muaranya, yaitu Kang Bahar yang besok mau memenuhi undangan Pak Wali Kota. Tebakan saya sih, hasil diskusi Kang Bahar dengan Pak Walkot nanti bakalan berimbas ke hubungan Kinanti sama Adit, serta posisi Jamal yang makin terimpit.

Baca sinopsis semua episode Preman Pensiun musim 1 di sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
2


Komentar

Comments are closed.