Si Doel Anak Sekolahan Episode 1, Musim 3: Babe Sabeni Meninggal Dunia

Artikel

Avatar

Selamat datang di Si Doel Anak Sekolahan episode 1 di musim 3. Di akhir musim kedua kemarin kita bisa lihat keluarga besar Doel diajak liburan oleh Sarah ke pantai. Nah di pembuka episode yang ini, ceritanya mobil Sarah yang berisi Doel, Sarah, Mas Karyo, Mandra, dan Engkong Ali baru saja tiba di rumah Doel.

Sesaat setelah menurunkan barang-barang dari mobil, ada tetangga Doel yang ingin belanja di warung Mak Nyak. Si ibu tetangga ini bilang pada Doel bahwa setiap hari Zaenab datang ke rumah Doel. Sepertinya ada yang penting, katanya. Doel jadi merasa salah tingkah di depan Sarah yang mendengar obrolan ini.

Sarah menemukan beberapa surat di meja teras rumah Doel. Beberapa dari perusahaan tempat Doel melamar kerja, satu surat dari Munaroh untuk Mandra, dan satu surat lagi dari Zaenab untuk Doel. Doel bilang tidak ada rahasia di surat itu, silakan kalau Sarah mau baca. Tapi Sarah menolak. Tak lama Sarah pamit pulang. Doel menemukan kertas rancangan gambar mesin yang pernah dia buat untuk pabrik babenya Zaenab dulu. Kertas ini memang dibawa oleh Zaenab saat datang ke rumah Doel beberapa hari yang lalu dan ditinggalkan begitu saja oleh Zaenab karena kesal menunggu Doel.

Mandra sedih karena mendapat surat dari Munaroh. Bukan sedih karena isi suratnya, melainkan sedih karena tidak baca suratnya. Mandra benar-benar nggak tahu Munaroh nulis apaan di surat itu. Mandra minta tolong pada Mas Karyo untuk membacakan, tapi karena Mas Karyo masih puyeng karena perjalanan jauh, Mas Karyo menolak.

Hari sudah malam, tapi mobil Andre yang membawa rombongan Mak Nyak, Atun, dan Babe Sabeni belum sampai juga ke rumah. Doel membaca surat-surat yang datang. Surat penolakan kerja juga surat dari Zaenab yang ternyata isinya adalah Zaenab pengen curhat tentang masalah pribadinya.

Baca Juga:  Si Doel Anak Sekolahan Episode 22, Musim 2: Hari dan Hati yang Suram di Keluarga Doel

Engkong menanyakan kabar Mak Nyak dan Babe yang belum sampai juga. Doel lalu membangunkan Mandra untuk berusaha mencari Babe. Engkong bilang hatinya terasa nggak enak.

“Susulin ke mana kek, ati gue gak enak. Tadi gue lagi tidur ketiban cicak,” kata Engkong Ali.

Semakin malam, Doel makin khawatir. Apalagi di luar petirnya kencang. Mungkin hujan di suatu tempat. Berkali-kali Doel membangunkan Mandra mengajaknya mencari Babe tapi Mandra kekeuh menolak. Mandra malah sempat-sempatnya minta tolong Doel buat bacain surat dari Munaroh. Doel jelas tidak mau.

“Timbang baca surat aja pada males amat. Awas lu kalo gue pinter, jadi guru, gue cekek lu biar melet!” kata Mandra sambil berjalan masuk ke rumah.

Ada suara mobil berhenti di depan. Tapi ternyata itu taksi. Dan yang turun dari taksi adalah Nyak Rodiyah, istri Engkong. Pertengkaran dimulai. Nyak Rodiyah kesal karena Engkong nggak pulang beberapa hari. Engkong membalas bahwa dia juga kesal dengan kelakuan Nyak Rodiyah dan anak-anaknya yang selalu nyusahin. Pertengkaran mulai melibatkan Mandra dan Doel. Saat mereka ribut inilah, ada mobil masuk ke halaman rumah Doel. Pihak kepolisian. Mengabatkan bahwa mobil yang dikendarai oleh Andre mengalami kecelakaan ditabrak oleh truk. Sopir truknya melarikan diri. Doel diminta segera datang ke rumah sakit.

Rombongan Doel sampai ke rumah sakit. Setelah melihat keadaan Mak Nyak dan Atun yang luka lumayan parah, Doel dipanggil ke ruangan dokter. Dokter menyampaikan kabar duka. Pertama, Andra yang ternyata luka parah. Tapi masa kritisnya sudah lewat, kata Dokter. Yang kedua, Babe. Babe tidak terluka parah walau mengalami benturan yang cukup keras di bagian kepala. Tapi Babe meninggal karena serangan jantung. Ternyata selama ini Babe mengidap kelainan jantung hanya saja tidak pernah dirasakan apalagi diperiksakan ke dokter. Doel shock. Dia tidak tahu bagaimana harus mengabarkan ini pada Mak Nyak dan yang lainnya. Doel mulai mengingat semua kenangannya bersama Babe. Dia menangis sendirian di koridor rumah sakit.

Baca Juga:  Review Film Dora and the Lost City of Gold dan Bukti Bahwa Dora Berzodiak Leo

Di adegan terakhir Si Doel Anak Sekolahan episode 1 musim 3 ini, kita akan lihat bagaimana keadaan pemakaman Babe. Tampak ada Zaenab yang menemani Atun di situ. Juga ada Sarah yang datang bersama papanya.

Bagi yang mengikuti seri Si Doel Anak Sekolahan sejak awal pasti paham bahwa cerita dibuat menjadi seperti ini karena memang Benyamin Sueb, pemeran Babe Sabeni, meninggal dunia pada 5 September 1995, di tengah syuting Si Doel musim kedua.

Rest in peace, Bang Ben. Damai di sana, Babe.

Daftar sinopsis sebelumnya: Si Doel Anak Sekolahan musim 1, Si Doel Anak Sekolahan musim 2, dan Si Doel Anak Sekolahan musim 3.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
9


Komentar

Comments are closed.