Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Alasan Rumah di Madura Kebanyakan Punya Teras Depan yang Luas

Elyatul Muawanah oleh Elyatul Muawanah
17 Juni 2026
A A
4 Alasan Rumah Madura Punya Teras Depan yang Luas (Wikimedia Commons)

4 Alasan Rumah Madura Punya Teras Depan yang Luas (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Selama tiga tahun tinggal di Jakarta, saya hampir tidak pernah menemukan rumah yang memiliki teras depan yang luas seperti di Madura. Jangankan teras depan, bahkan serambi atau teras dalamnya pun rata-rata berukuran kecil. Maklum, harga tanah di Jakarta memang bukan main mahalnya.

Berbeda dengan rumah-rumah di Madura. Rata-rata rumah di sana memiliki teras depan yang luas dan memanjang. Bahkan, banyak yang didesain berbentuk huruf L sehingga area depan rumah terasa lebih lega. Kalau dipikir-pikir, rumah-rumah di daerah lain di Jawa Timur juga tidak banyak yang punya teras seluas itu.

Kalau orang luar melihatnya, mungkin akan bertanya-tanya, “Buat apa bikin teras selebar itu?”. Padahal, orang Madura membangun rumah dengan teras yang luas bukan tanpa alasan. Inilah alasan kenapa rumah-rumah di Madura memiliki teras depan yang luas dan panjang.

BACA JUGA: Bagi Saya, Budaya “Yok-Ayok” di Madura Saat Melayat Orang Meninggal Sangat Meresahkan. Mending Dihilangkan karena Sudah Kebablasan

#1 Tempat arisan atau hajatan

Orang Madura memiliki budaya kompolan (arisan) yang sangat kuat. Arisan di Madura bukan sekadar kegiatan mengumpulkan uang lalu mengundinya, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi, bersalawat, tahlilan, pengajian, hingga ngobrol ngalor-ngidul dengan tetangga.

Jenis kompolan pun bermacam-macam. Ada kompolan ibu-ibu, bapak-bapak, nenek-nenek, pemuda, hingga kompolan organisasi kemasyarakatan (ormas). Kegiatan seperti ini biasanya bergiliran dari rumah ke rumah dan rutin setiap minggu. Pesertanya pun tidak sedikit, bisa mencapai puluhan bahkan ratusan orang.

Begitu pula dengan hajatan. Orang Madura gemar sekali mengadakan acara yang mengundang banyak kerabat dan tetangga. Dalam sehari, kita bahkan bisa datang ke dua atau tiga hajatan yang berbeda. 

Kalau teras depan dan serambi rumah sempit, tentu akan kesulitan menampung banyak tamu. Jadi, punya teras yang luas bisa dibilang sudah menjadi kebutuhan.

Baca Juga:

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

Sisi lain kehidupan warga Surabaya Utara, orang yang klemar-klemer tidak cocok tinggal di daerah ini

#2 Tempat menjemur jagung dan hasil panen orang Madura

Jagung merupakan makanan pokok di Madura. Setiap harinya, kami lebih sering makan nasi jagung bukan nasi putih.

Saat musim panen tiba, jagung dan berbagai hasil bumi lainnya perlu dikeringkan sebelum disimpan atau dijual. Selain di halaman rumah, banyak warga yang memanfaatkan teras depan untuk menjemur hasil panen tersebut.

ADVERTISEMENT

Menariknya, teras rumah di Madura umumnya tetap mendapat sinar matahari meskipun beratap. Jadi, ketika hujan turun tiba-tiba, pemilik rumah tidak perlu repot-repot memindahkan jagung ke tempat yang lebih aman karena hasil panen tetap terlindungi.

#3 Tempat moy tamoyan orang Madura

Kami gemar sekali moy tamoyan. Kalau dalam bahasa orang kota, mungkin lebih mirip nongkrong sambil ngopi. Bedanya, kalau orang kota sering ngopi di coffee shop atau warung kopi, kami justru lebih sering melakukannya di teras depan rumah.

Misalnya, malam ini si A datang ke rumah si B. Besok malam, gantian si B yang datang ke rumah si A. Tujuannya sebenarnya bukan sekadar minum kopi, melainkan berbagi cerita tentang banyak hal.

Moy tamoyan juga jarang di ruang tamu. Orang Madura lebih suka duduk di teras depan karena suasananya lebih santai dan terbuka. Sambil menyeruput kopi, menikmati angin malam, dan sesekali menyalakan rokok. Obrolan bisa berlangsung berjam-jam.

BACA JUGA: 4 Pandangan Norak Orang Luar Madura tentang Orang Madura yang Perlu Diluruskan

#4 Tempat anak-anak bermain

Dulu, sebelum ada gadget dan media sosial, teras depan adalah tempat anak-anak bermain. Main congklak, bekel, kartu, lompat tali atau sekadar lari-larian. Orang tua pun bisa mengawasi mereka sambil duduk santai di teras.

Bahkan, tidak jarang teras sebuah rumah menjadi tempat berkumpul anak-anak satu kampung. Hari ini mereka bermain di rumah si A, besok pindah ke rumah si B. Yang punya rumah pun biasanya tidak keberatan. Malah, rumah yang sepi suara anak-anak bermain kadang terasa ada yang kurang.

Teras depan rumah orang Madura bukan sekadar pelengkap bangunan, melainkan ruang sosial. Di sanalah orang berkumpul, bercanda, bekerja, bermain, hingga menjaga silaturahmi. 

ADVERTISEMENT

Urusan menerima tamu secara lebih formal bisa dilakukan di serambi atau teras dalam. Itulah sebabnya rumah-rumah di Madura identik dengan teras depan yang luas dan panjang.

Penulis: Elyatul Muawanah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Suka Duka Tinggal di Rumah Adat Madura Taneyan Lanjhang yang Masih Lestari Sampai Saat Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Juni 2026 oleh

Tags: adat madurabudaya madurajagung maduramaduramakanan khas maduramoy tamoyanrumah madura
Elyatul Muawanah

Elyatul Muawanah

Perempuan Madura yang enggan menyebut diri penulis paruh waktu, karena menulis adalah undangan momentum. Hanya menulis di waktu-waktu tertentu—saat isi kepala sudah terlalu penuh dan jemari butuh ruang untuk bicara.

ArtikelTerkait

Jaringan Bisnis Mail dalam Serial Upin Ipin kalau Benaran Tumbuh di Madura Mojok.co

Jaringan Bisnis Mail dalam Serial Upin Ipin kalau Benaran Tumbuh di Madura

18 Februari 2024
harta dunia tamak peribahasa madura mojok

Seni Menghadapi Harta Dunia Melalui Peribahasa Madura Asel Ta’ Adina Asal

28 September 2020
Banyak Tugu di Bangkalan Madura Jadi Tak Bermakna karena Pemerintahnya Tak Bisa Kerja Mojok.co

Banyak Tugu di Bangkalan Madura Jadi Tak Bermakna karena Pemerintahnya Tak Bisa Kerja

26 Oktober 2024
Suka Duka Tinggal di Pelosok Kecamatan Pasongsongan Sumenep

Suka Duka yang Saya Rasakan Saat Tinggal di Pelosok Kecamatan Pasongsongan Sumenep

18 Juli 2023
Pernikahan Madura Adalah Petaka Besar Buat Introvert (Unsplash)

3 Fakta yang Membuat Pernikahan di Madura Adalah Petaka Besar Bagi Cowok Introvert

30 April 2024
4 Akal-akalan Penjual Sate Ayam “Mempermainkan” Harga demi Untung Besar, tapi Bikin Pembeli Kapok Mojok.co

4 Akal-akalan Penjual Sate Ayam demi Meraup Cuan Besar, tapi Merugikan Pembeli

6 September 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.