Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Bangkong Semarang, Jalan Rahasia UNNES ke UNDIP. Sudah Rawan Ambles, Angker Lagi tapi Anehnya Nggak Bikin Kapok

Rosmala Nurhadi oleh Rosmala Nurhadi
1 Maret 2024
A A
Jalan Bangkong Semarang, Jalan Rahasia UNNES dan UNDIP (Unsplash)

Jalan Bangkong Semarang, Jalan Rahasia UNNES dan UNDIP (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

UNNES dan UNDIP adalah kampus bergengsi di Semarang. Kalau UNNES terletak di Kecamatan Gunungpati, UNDIP ada di Kecamatan Tembalang. Jarak kedua kampus ini lumayan jauh, sekitar 30 menit perjalanan. Namun, kamu bisa menyingkat waktu lewat Jalan Bangkong Semarang. Tapi, tanggung sendiri akibatnya.

Jalan Bangkong Semarang adalah semacam shortcut. Kalau lewat jalan ini, kamu hanya membutuhkan waktu 10 menit saja. Namun, jalan pintas ini sangat ekstrem. Oleh sebab itu, beberapa mahasiswa UNNES menyebutnya sebagai “Jalur Gaza”.

Saking rahasia, bahkan Google belum mencatat Jalan Bangkong Semarang ini ke Google Maps. Makanya, kalau ingin menikmati kengerian jalan pintas ini, minimal kamu punya kenalan yang pernah lewat sana. Oleh sebab itu, dulu, jalur rahasia ini kayak harta karun saja karena bisa memangkas waktu perjalanan dari UNNES ke UNDIP atau sebaliknya. Sebelum viral, jalan ini mungkin hanya diakses oleh orang yang mengetahui dari mulut ke mulut saja.

Jalan Bangkong Semarang berbahaya karena rawan kecelakaan dan ambles

Bagaimana cara mengakses jalur rahasia ini? Intinya, kamu bisa mengakses Jalan Bangkong Semarang dari UNNES maupun UNDIP.

Kalau dari UNNES, pintu masuk jalur ini ada di Desa Sekaran, Kecamatan Gunungpati. Sementara itu, kalau dari UNDIP, akses masuknya ada di Desa Srondol, Kecamatan Banyumanik. Rutenya kayak gini: jika dari UNDIP, rutenya akan dimulai dengan Jalur Gombel-Jatingaleh-Bendan-Jembatan Besi Sampangan-Jalan Raya Sekaran, dan sebaliknya. Jalur ini memang akan memangkas waktu tempuh, tapi jangan salah, jalur ini sangat berbahaya. 

Seingat saya, lumayan banyak musibah yang terjadi di Jalan Bangkong Semarang. Salah satunya adalah longsor dan ambles. Pernah kejadian jalan ambles setelah hujan deras mengguyur selama 4 jam. Lebar ambles mencapai 3 meter, panjang 6 meter, dan kedalaman setengah meter.

Selaim ambles, banyak terjadi kecelakaan di jalur berbahaya ini. Misalnya, teman saya, Riska (21) salah satu Mahasiswa UNNES, yang lumayan sering lewat jalur itu, pernah menjadi saksi kecelakaan. Bahkan dia sendiri pernah menjadi korban kecelakaan di sana.

“Pernah ngeliat juga pernah ngalamin. Kebanyakan kecelakaan tunggal karena tergelincir,” ujar Riska. Kecelakaan ini terjadi karena jalan yang lumayan licin dan berkelok. Sehingga tak jarang motor terjatuh apalagi hujan sedang turun.

Baca Juga:

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

Sudah berbahaya, “jalan rahasia” UNNES UNDIP ini juga angker 

Sebenarnya, Jalan Bangkong Semarang ini nggak terbilang sepi banget. Sudah ada beberapa rumah warga di kanan dan kiri jalan. Namun, entah kenapa, jalur ini masih angker juga. Jadi, sudah berbahaya karena rawan ambles, angker juga.

Kenalan saya, namanya Anggi. Dia adalah mahasiswa Sastra Perancis di Universitas Negeri Semarang. Dia cerita begini:

“Pulang nonton bioskop jam 01:30 malam dan lewat situ. Pas belokan, lampu motor menyorot ke tiang dan disitulah dia (kuntilanak) berdiri. Terus aku kaget dan merem pas melek sudah hilang,” Kata Anggi. Tak hanya kuntilanak saja, ada mitos bahwa di situ ada ratu ular lengkap dengan mahkotanya. 

“Sekitar 3 tahun yang lalu, sebelum jalan ini diaspal, pernah ada orang melihat ular tapi tidak bermahkota,” kata Nur Yadi pada Suara.com, Rabu (27/12/23). Jadi, dulu memang banyak yang melihat ular namun tanpa mahkota. Jika dicari lebih lanjut, masih banyak penampakan yang lainnya. Banyak yang menyarankan agar tidak lewat Jalan Bangkong Semarang ketika matahari sudah terbenam. 

Antara butuh dan kapok

Jalan Bangkong Semarang memang “memudahkan” mahasiswa atau warga yang beraktivitas di sekitar kampus UNNES dan UNDIP. Kalau memutar butuh 30 menit, lewat jalur ini kamu cuma butuh 10 menit. Oleh sebab itu, meski berbahaya, banyak orang yang nggak kapok. Namanya saja butuh.

Namun, ternyata ada juga yang kapok lewat jalan pintas ini. Maklum, sudah rawan ambles, angker, ada juga tanjakan hampir 45 derajat di jalur ini. Sekarang ini, jalur tersebut sudah diaspal. Tapi, masih ada saja lubang di sana-sini. Bikin orang kudu perhitungan kalau lewat jalan pintas ini.

Salah satunya adalah Mas Jundi, teman saya, mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang UNDIP. Dulu, dia sering lewat jalan pintas ini. 

“Kalau lewatnya pagi sampai sore, aman. Tapi kalau malam, menakutkan karena gelap dan konon pernah terjadi begal di Jembatan Bangkong,” kata Mas Jundi.

Saya, sih, setuju. Kalau lewat Jalan Bangkong Semarang itu paling “aman” ketika pagi, siang, dan sore sebelum gelap. Pemandangan hutan dan sungai memang indah, tapi ya harus siap-siap dengan curamnya, ya, hehehe. 

Intinya, semua soal pilihan. Kalau takut, mending muter aja, sih. Tapi kalau memang berani, Jalan Bangkong Semarang ini bener-bener menghemat waktu perjalanan. Yah, di balik sesuatu yang indah, tidak jarang tersimpan bahaya yang mengancam.

Penulis: Rosmala Nurhadi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Anak SD Dibonceng Bapaknya Berhenti di Lampu Merah Kalibanteng Semarang, Pas Hijau Udah Lulus SMP

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Maret 2024 oleh

Tags: Jalan Bangkong Semarangjawa tengahkampus di semarangSemarangundipuniversitas diponegorouniversitas negeri semarangUNNES
Rosmala Nurhadi

Rosmala Nurhadi

Seorang mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada karya romansa serta penyuka hewan.

ArtikelTerkait

Terminal Mangkang Masih Sepi, Tenggelam dalam Bayang-bayang Terminal Terboyo

Terminal Mangkang Masih Sepi, Tenggelam dalam Bayang-bayang Terminal Terboyo

19 Juli 2023
Bandeng Presto Makanan Khas Milik Pati, Bukan Semarang

Bandeng Presto Makanan Khas Milik Pati, Bukan Semarang

18 Oktober 2025
Jalan Raya Ngawi Solo, Jalan Paling Menyiksa Pengendara di Jawa Timur

Jalan Raya Ngawi Solo, Jalan Paling Menyiksa Pengendara di Jawa Timur

9 Juli 2024
Es Teh Jumbo, Bisnis yang Cuannya Manis, Semanis Rasanya

Es Teh Jumbo, Bisnis yang Cuannya Manis, Semanis Rasanya

17 Oktober 2023
Cerita Pahit 25 Tahun Hidup di Kabupaten Ngawi yang Aneh  Mojok.co

Cerita Pahit 25 Tahun Hidup di Kabupaten Ngawi yang Aneh 

9 Mei 2025
Surabaya dan Malang Superior, Malang Remahan Peyek (Unsplash)

Surabaya dan Semarang Memang Superior, Apalagi di Depan Malang yang Kayak Remahan Peyek

18 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan Mojok.co

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

29 Januari 2026
Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu Mojok.co

Saya Tidak Antisosial, Saya Cuma Takut Ikut Rewang dan Pulang Dicap Nggak Bisa Apa-apa

29 Januari 2026
8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut sebagai Jurusan Paling Green Flag Mojok.co

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

27 Januari 2026
3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

28 Januari 2026
Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang Mojok.co

Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang

27 Januari 2026
Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.