Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Semarang Bukan Hanya Tentang Kabar Buruk Bencana Banjir dan Cuaca Super Panas

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
12 Juli 2023
A A
Semarang Bukan Hanya Tentang Kabar Buruk (Unsplash)

Semarang Bukan Hanya Tentang Kabar Buruk (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Banjir merupakan bencana alam yang paling lekat dengan Kota Semarang. Pasalnya, banjir memang hampir setiap tahun terjadi di sana. Bukan cuma banjir yang disebabkan oleh air hujan saja. Banjir rob juga kerap menimpa ibu kota Jawa Tengah tersebut. Selain banjir, banyak yang mengeluh kalau cuaca di sana itu terlalu panas.  

Namun, tahukah kamu bahwa Semarang bukan hanya soal kabar buruk? Ada satu kecamatan yang nggak begitu menggambarkan citra tersebut. Nama kecamatannya Mijen. Berikut beberapa hal terkait Mijen yang kadang membuat daerah tersebut agak berbeda dengan citra Semarang pada umumnya

ADVERTISEMENT

Mijen nyaris nggak pernah banjir

Kebetulan saya berkuliah di UIN Walisongo Semarang. Letak kampus UIN Walisongo berada di Kecamatan Ngaliyan, tetangga Mijen.

Selama kuliah dulu, saya nyaris nggak pernah merasakan banjir di Mijen karena memang kontur daerah sana termasuk perbukitan. Teman saya pernah berkelakar begini: kalau Mijen banjir, berarti Semarang daerah bawah tenggelam.

Satu-satunya kabar Mijen mengalami banjir yang saya ketahui bukan disebabkan oleh air hujan atau laut pasang. Banjir terjadi karena talud sungai di Perumahan Delta Asri jebol. Tak mampu menahan debit sungai Dung Begal.

Lebih adem dari suhu rata-rata Kota Semarang

Layaknya daerah perbukitan lain, hawa di Mijen cukup adem. Apalagi kalau dibandingkan dengan hawa di tengah Kota Semarang. Bisa selisih sekitar dua derajat Celcius. Ditambah curah hujan di Mijen kadang lebih besar ketimbang kecamatan lain. 

Makanya ada senior kampus saya yang ngekos di Mijen, mager banget buat kuliah. Sebab, hawa dan cuacanya bikin pengen nempel terus di kasur. Terlebih jarak Mijen dengan kampus saya juga agak jauh. Membuat semangatnya berkuliah semakin rendah.

Banyak wisata alamnya

Menurut saya, Kota Semarang memiliki daya tarik wisatanya sendiri. Terutama perihal wisata masa lalu (sejarah). Di kota atlas, kita bisa plesiran di daerah Kota Lama. Mengunjungi bangunan bersejarah seperti Lawang Sewu, Tugu Muda, dan Kelenteng Sam Poo Kong.

Baca Juga:

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Walau Kota Semarang identik dengan wisata sejarah, Mijen berbeda. Kecamatan ini malah memiliki potensi wisata alam yang menarik. Ada berbagai tempat wisata alam yang ada di sana. Misalnya Embung Wonolopo, Kopi Kebun, dan Agro Purwosari.

Kampung durian Mijen yang terkenal di Semarang

Nggak lengkap rasanya ketika membahas Mijen tanpa mengaitkannya dengan durian. Ya, Mijen memang terkenal sebagai kampung durian. Saat musim durian, masyarakat Semarang dan sekitarnya banyak yang berbondong-bondong ke Mijen untuk mencari buah tersebut yang dijual dengan harga terjangkau.

ADVERTISEMENT

Durian Mijen bukan hanya terjangkau saja. Terdapat varietas durian unggulan di sana. Namanya, durian Yu Yem, yang terkenal dengan tekstur creamy-nya.

Ada sirkuit Mijen

Lombok dengan Mandalika-nya bukan satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki sirkuit balap baru. Mijen juga punya. Hanya, Sirkuit Mandalika dan Sirkuit Mijen beda kelas dan kualitasnya.

Tahun lalu, untuk pertama kalinya, Sirkuit Mijen dijadikan tempat bergulirnya kejuaraan Oneprix IMC. Sebuah kompetisi di bidang olahraga otomotif. Tentu hal ini menambah daya tarik Kota Semarang. Yang selama ini populer dengan wisata masa lalunya.

Tetap ada mall

Sampai di sini mungkin kalian berpikir bahwa Mijen itu daerah pinggiran. Dengan kontur daerah perbukitan, ditambah banyak wisata alamanya, belum lagi julukan Mijen sebagai kampung durian.

Namun, sedesa-desanya Mijen, tetap ada mall di sana. Nama mall-nya adalah Uptown Mall BSB City. Mall tersebut terhitung baru karena baru beroperasi awal tahun ini.

Begitu sekiranya berbagai hal terkait Mijen. Yang kadang membuat citranya berbeda dengan Kota Semarang pada umumnya. Beragam hal tadi berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya selama tinggal di sana. Dan, telah divalidasi oleh salah satu sahabat saya yang merupakan penduduk asli Mijen.

Penulis: Ahmad Arief Widodo

Editor: Yamadipati Seno

ADVERTISEMENT

BACA JUGA 3 Alasan Poltekkes Semarang Jadi Poltekkes Terbaik di Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Juli 2023 oleh

Tags: banjir semarangcuaca panas di semarangjawa tengahkota semarangmijenSemarangsemarang panas
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Alasan Saya Ogah ke Lawang Sewu Semarang, meski Tempatnya Benar-benar Ikonik

Orang Semarang Malas Main ke Lawang Sewu, Lebih Milih ke Bandungan yang Jelas Adem

14 Februari 2025
Nasi Ayam Bu Nyoto Semarang, Kuliner Pinggir Jalan yang Jadi Incaran Pemburu Sarapan Terminal Mojok

Nasi Ayam Bu Nyoto Semarang, Kuliner Pinggir Jalan yang Jadi Incaran Pemburu Sarapan

2 Mei 2022
Lampu Merah Kalibanteng Semarang Musuh Besar Sepeda Motor (Unsplash)

Anak SD Dibonceng Bapaknya Berhenti di Lampu Merah Kalibanteng Semarang, Pas Hijau Udah Lulus SMP

5 Februari 2024
Pengalaman Saya Tinggal di Banjarharjo, Kecamatan Paling Nyaman di Brebes. Berasa Jadi Artis FTV Selama Tinggal di Sini

Pengalaman Saya Tinggal di Banjarharjo, Kecamatan Paling Nyaman di Brebes. Berasa Jadi Artis FTV Selama Tinggal di Sini

18 Juni 2024
Desa Ngidam Muncar, Desa Terbaik di Kabupaten Semarang (Unsplash)

Desa Ngidam Muncar, Desa Terbaik di Kabupaten Semarang dengan Pesona yang Membuat Saya Betah

4 Desember 2025
Memindahkan Ibu Kota dari Semarang ke Bawen Itu Cuma Nambah “Pekerjaan Rumah” Mojok.co

Memindahkan Ibu Kota dari Semarang ke Bawen Itu Cuma Nambah “Pekerjaan Rumah”

23 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.