Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Jalanan Angker di Semarang yang Bikin Ngeri

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
22 Agustus 2022
A A
3 Jalanan Angker di Semarang yang Bikin Ngeri Terminal Mojok

3 Jalanan Angker di Semarang yang Bikin Ngeri (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah melewati jalanan angker di Semarang ini?

Di setiap wilayah selalu ada hal menarik untuk dikorek, tak terkecuali urban legend yang beredar di kawasan tersebut. Bukan hanya cerita mengenai gedung tua yang terbengkalai lalu menjadi sarang memedi, tidak jarang, kisah mistis justru bermula dari lokasi yang cenderung ramai serta banyak dipakai orang lalu-lalang. Jalan raya salah satunya.

Semarang yang merupakan kota besar juga menyimpan sejumlah cerita misteri terkait dengan keberadaan makhluk astral di beberapa ruas jalan. Pun, jalanan tersebut bukanlah tipe setapak di pelosok desa seperti yang banyak ditampilkan dalam setting film horor. Malahan, beberapa jalanan angker berikut termasuk jalan besar yang menjadi alur utama lalu lintas kendaraan dalam maupun luar kota.

#1 Tanjakan Gombel

Mungkin inilah tanjakan yang paling tersohor dengan aura mistisnya. Pasalnya, nama jalanan menanjak ini begitu familier di telinga masyarakat lantaran mirip dengan sebutan salah satu makhluk halus khas Nusantara yang hobi menculik anak kecil. Ya apalagi kalau bukan Wewe Gombel yang konon berwujud perempuan dengan payudara berukuran tidak normal.

Saking kuatnya image tanjakan Gombel sebagai kediaman Wewe, segala insiden kecelakaan yang terjadi di titik tersebut sontak dikaitkan oleh masyarakat dengan wingitnya ruas jalan di area Bukit Gombel ini. Hebohnya lagi, tidak sedikit penduduk sekitar yang turut menghubungkan fenomena atau bencana alam dengan keangkeran tanjakan Gombel. Misalnya saja saat ada tanah longsor, warga percaya bahwa penunggu gaib di tempat tersebut tengah merasa terusik. Padahal, namanya kecelakaan lalu lintas atau tanah longsor di perbukitan adalah hal yang lumrah.

Di samping kisah klise seperti di atas, muncul pula desas-desus yang mengatakan bahwa ketika ada rombongan pengantin yang melewati jalur tanjakan Gombel, mereka wajib melempar uang receh sebagai syarat keselamatan sampai tujuan. Terlepas dari segala isu kurang sedap seputar jalanan angker ini, tanjakan Gombel merupakan spot yang menarik untuk menyaksikan pemandangan malam Kota Semarang. Saat lampu-lampu dinyalakan, pendarnya seolah seperti taburan bintang dalam kegelapan. Tontonan inilah yang banyak dimanfaatkan muda-mudi di bibir bukit untuk pacaran sampai lupa di situ ada setan.

#2 Sigarbencah

Lain di kota, lain pula mitos di pinggiran. Sigarbencah yang terletak di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, merupakan jalur alternatif yang dipakai untuk menuju ke Semarang atas atau kabupaten. Topografinya tidak merata khas area perbukitan. Mahasiswa Undip biasanya tak asing dengan area ini. Meski bukan ruas jalan utama, lajur tersebut sudah ramai dilewati banyak kendaraan karena dapat memangkas waktu ketimbang melalui ruas jalan di perkotaan.

Saat belum padat seperti sekarang, santer beredar rumor tentang pengendara motor tanpa kepala di kawasan tersebut. Kabar burung tersebut beredar hingga sekitar tahun 2000, tetapi lambat laun mereda dengan sendirinya seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di Sigarbencah. Uniknya, sewaktu masih dianggap angker, Sigarbencah pernah dijadikan lokasi syuting Uka-Uka, reality show semacam uji nyali yang diikuti seorang peserta per sesi.

Baca Juga:

4 Spot Healing Murah Meriah yang Bikin Hidup di Semarang Jadi Mendingan 

5 Keanehan Lokal Jogja yang Nggak Pernah Saya Temukan di Semarang tapi Malah Bikin Bahagia

Walau mitos mengenai pengendara tanpa kepala sudah tak terdengar lagi suaranya, ada kisah seram lain yang masih tertinggal di tempat tersebut. Layaknya cerita misteri jalanan angker pemakan korban, kecelakaan yang terjadi di Sigarbencah digosipkan akibat eksistensi entitas dari dunia lain.

Sosok yang paling terkenal mendiami daerah tersebut adalah Mbah Jalak yang diisukan memiliki perawakan tinggi besar. Faktanya, terlepas dari kabar miring tersebut, tanjakan Sigarbencah memang berpotensi mengundang celaka. Di samping curam, alur jalannya pun meliuk-liuk.

#3 Bergota

Pusat Kota Semarang nyatanya juga tak lepas dari cengkraman cerita gaib. Bergota salah satunya. Kawasan tersebut sebenarnya sangat ramai karena hanya berjarak sekitar lima menit jalan kaki dari Tugu Muda. Terlebih, lokasinya dekat dengan pasar kembang dan merupakan perkampungan yang juga kerap disebut sebagai Kampung Bergota Krajan. Meski berada di tengah kota, struktur jalan di seputar Kampung Bergota justru mirip seperti bukit kecil.

Diduga, kisah seram yang lahir di daerah tersebut disebabkan oleh keberadaan tempat pemakaman umum. Di siang hari saja makam tersebut terasa mencekam. Banyak orang mengaku diganggu kala melintasi makam tersebut seperti kendaraan yang mati tiba-tiba dengan sendirinya atau ada sosok tak diundang yang membonceng. Saking tenarnya kisah angker yang menyelimuti jalanan Bergota, lokasi itu cukup sering dimanfaatkan siswa SMA untuk mengadakan latihan dasar kepemimpinan dengan menyelipkan acara uji nyali bagi pesertanya.

Eksistensi makhluk gaib memang belum mampu dibuktikan secara ilmiah. Oleh sebab itu, tidak jarang kaum dedemit sering menjadi kambing hitam atas kejadian kurang mengenakkan yang terjadi di dunia manusia. Nyatanya, ketika ditarik akar permasalahannya, banyak bukti yang mengarah pada kelalaian manusia itu sendiri. Maka dari itu, lebih baik siapkan fisik, kondisi kendaraan, serta panjatkan doa sebelum berkendara agar terhindar dari bahaya.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Semarang Kota Hantu: Potensi Aura Mistis dan Sisi Misterius Kota Semarang. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2022 oleh

Tags: jalanan angkerSemarang
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Plat K, Plat Nomor dengan Pengendara Paling Menyebalkan (Unsplash)

Pengendara Plat K Memang Jago Membahayakan Pengendara Lain Lantaran Hobi Banget Mendahului dari Sisi Kiri Jalan

30 April 2024
Gunungpati, Satu-satunya Daerah di Semarang yang Panasnya Masih Bisa Ditoleransi

Gunungpati, Satu-satunya Daerah di Semarang yang Panasnya Masih Bisa Ditoleransi

29 Januari 2025
Genuk Semarang: Anak Tiri yang Terus Diperas, tapi Tak Pernah Diperhatikan

Genuk Semarang: Anak Tiri yang Terus Diperas, tapi Tak Pernah Diperhatikan

8 Agustus 2025
Kabupaten Pati dan “3 Dosa” yang Membuat Saya Malas Pulang (Unsplash)

Rindu Pulang ke Kabupaten Pati, tapi Jalan Rusak, Banjir Rob, dan Pengendara Ugal-ugalan Bikin Malas Mudik

16 September 2023
4 Warung Makan di Semarang yang Buka Dini Hari Terminal Mojok

4 Warung Makan di Semarang yang Buka Dini Hari

19 Januari 2022
Semarang Nggak Cocok Jadi Tempat Pensiun, Kota Ini Semakin Sibuk dan Sesak Menyerupai Jakarta Mojok.co

Semarang Nggak Cocok Jadi Tempat Pensiun, Kota Ini Semakin Sibuk dan Sesak Menyerupai Jakarta

13 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Kuliner di Pantai Blimbingsari, Banyuwangi: Tenang dan Nyaman, tapi Bikin Kapok buat Jajan

Pengalaman Kuliner di Pantai Blimbingsari Banyuwangi: Tenang dan Nyaman, tapi Bikin Kapok buat Jajan

4 Mei 2026
Vario 125, Motor Honda yang Bikin Sesal, tapi Nggak Tergantikan (Wikimedia Commons)

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

1 Mei 2026
12 Istilah Hujan yang Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo” Mojok

12 Istilah Hujan yang Terdengar Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo”

30 April 2026
5 Keanehan Lokal Jogja yang Bikin Kaget Orang Semarang (Wikimedia Commons)

5 Keanehan Lokal Jogja yang Nggak Pernah Saya Temukan di Semarang tapi Malah Bikin Bahagia

5 Mei 2026
Tinggal di Rusunawa Rp800 Ribu di Jakarta Ternyata Nggak Buruk-buruk Amat, Lebih Layak Dibanding Hidup di Kos-kosan dengan Sewa Jutaan Mojok.co

Tinggal di Rusunawa Rp800 Ribu di Jakarta Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat, Lebih Layak Dibanding Hidup di Kos-kosan dengan Sewa Jutaan

4 Mei 2026
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat Mojok.co

Meskipun Prodi Sosiologi Tidak Relevan dengan Dunia Industri, Menghapusnya Hanya Akan Menghambat Kemajuan Bangsa Ini

30 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal
  • Belajar Bertani dari Dasar, Akhirnya Hidupkan Ketahanan Pangan dari Lahan Kosong di Delanggu Klaten
  • 5 Ciri Orang Toxic yang Wajib di-Cut Off: Teman Manipulatif dan Bodo Amat dengan Kondisi Kita
  • Satu Kos sama Teman NPD alias Narsistik bikin Muak: Pusat Masalah tapi Tak Tahu Diri, Merasa Benar Sendiri dan Ogah Introspeksi
  • 4 Tipe Teman yang Sebaiknya Dilarang Menginap di Kos Kita: dari yang Cuma “Modal Nyawa”, hingga Teman Jorok tapi Tak Sadar Kalau Dia Jorok
  • Ortu Lebih Rela Jual Tanah buat Modal Anak Kerja di Jepang, Rp40 Juta Mending buat LPK ketimbang Rugi Dipakai Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.