Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Warung Makan Legendaris di Jogja yang Sudah Ada Sejak Sebelum Indonesia Merdeka

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
23 Oktober 2022
A A
Warung Makan Legendaris di Jogja yang Sudah Ada Sejak Sebelum Indonesia Merdeka

Jogjakarta (Achdiat Setyawan via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap sudut Kota Jogja adalah warung makan. Dari utara sampai selatan, bertebaran tempat kuliner tradisional yang siap jadi pemadam kelaparan. Nggak heran kalau Kota Budaya ini disebut-sebut sebagai surganya berburu makanan khas Nusantara yang akan memperkaya petualangan rasa. Pancen og.

Dari sekian banyak tempat kuliner di Jogja, ada sejumlah warung makan legendaris yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Nggak cuma dikenal enak dan mantap, beberapa warung berusia puluhan tahun itu juga menyimpan sejarah panjang tentang perjuangan sang pemilik dalam menjaga dan mempertahankan resep kuliner warisan nenek moyang mereka.

Nah, buat kalian yang tengah jalan-jalan di Kota Istimewa dan penasaran ingin menyantap sajian kuliner legendaris khas Jogja, berikut sejumlah warung tertua yang sudah ada sejak sebelum kemerdekaan.

Soto Kadipiro

Bicara tentang kuliner soto di Jogja, tentu yang terlintas di kepala adalah Soto Kadipiro. Warung makan yang berada di Jalan Wates ini sudah ada sebelum kemerdekaan, tepatnya berdiri pada 1921. Sampai sekarang, Soto Kadipiro masih tetap eksis dan menjadi jujugan utama warga sekitar maupun wisatawan.

Soal rasa, tentu sudah nggak diragukan lagi. Soto yang didirikan oleh Mbah Karto Wijoyo ini sejak lama dikenal memiliki kuah ayam kampung yang begitu menggoda. Gurihnya kuah soto berpadu sama suwiran ayam, tauge, kol, dan taburan daun bawang, bikin soto legendaris satu ini benar-benar mantap dan memperkaya petualangan rasa.

Saat ini, banyak ditemukan warung makan Soto Kadipiro yang bertebaran di penjuru Kota Jogja. Tapi buat kalian yang pengin nyoba sensasi rasa Soto Kadipiro asli bin original, langsung saja satset menuju Jalan Wates No. 33, Kadipiro, Ngestiharjo, Kec. Kasihan, Bantul. Dalam sekali santap, dijamin soto legendaris ini bakal bikin nagih dan mak pyar!

Warung Bu Spoed

Warung makan legendaris di Jogja yang sudah ada sebelum kemerdekaan selanjutnya adalah Warung Bu Spoed. Warung makan yang didirikan oleh Mbah Harjo ini sudah ada sejak 1920-an. Menu yang disajikan di warung ini yaitu terik daging, paru krispi, oseng-oseng lombok ijo, kikil balado, sambel goreng kentang krecek, hingga empal goreng.

Nggak cuma menyajikan aneka kuliner lezat, warung makan yang berada di Jalan Ibu Ruswo No.32, Gondomanan, ini juga menyimpan kisah unik. Konon, warung makan ini pernah menolak utusan Sultan HB IX yang mau memborong masakan. Tak ayal, cerita menolak pesanan Raja Jogja ini pun jadi urban legend di Kota Istimewa.

Baca Juga:

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

Gudeg Mbah Lindu

Mendengar kata Jogja, tentu yang terlintas di kepala adalah UMR rendah  gudeg. Kuliner yang terbuat dari nangka muda dan dimasak dengan santan ini sampai sekarang masih jadi primadona bagi masyarakat dan para pelancong. Salah satu gudeg legendaris di Jogja yang sudah ada sebelum kemerdekaan adalah Gudeg Mbah Lindu.

Warung makan milik Setyo Utomo atau yang lebih dikenal dengan Mbah Lindu ini berada di Jalan Sosrowijayan, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogya. Mbah Lindu sendiri sudah berjualan gudeg sejak usia 15 tahun, tepatnya saat zaman penjajahan Jepang. Setelah kepergian Mbah Lindu pada Juli 2020 lalu, kini warung gudeg tersebut diteruskan oleh anak bungsunya, Ratiyah.

Nah, buat kalian yang ingin menyantap gudeg warisan Mbah Lindu, bisa langsung ke daerah Sosrowijayan, dekat Hotel Grage. Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari nasi telur gudeg, bubur gudeg telur, hingga gudeg suwir. Cukup merogoh kocek Rp15 ribuan, sudah bisa menikmati gudeg dengan cita rasa gurih, manis, dan lezat ini.

Ayam Goreng Mbok Berek

Salah satu warung makan legendaris di Jogja yang sudah ada sebelum kemerdekaan adalah Ayam Goreng Mbok Berek. Ya, warung yang begitu populer di Jogja ini sudah ada sejak 1890. Konon, warung makan ini pernah disinggahi oleh Pangeran Diponegoro, lho.

Nama Mbok Berek sendiri diambil dari julukan pemilik sekaligus pendiri warung makan legendaris ini, yaitu Nini Ronodikromo atau Nyi Rame. Perempuan yang tinggal di Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, akrab disapa Mbok Berek lantaran anaknya sering menangis atau istilah orang Jawa disebut berek-berek.

Meski sudah berumur ratusan tahun, ayam goreng Mbok Berek masih tetap mempertahankan resep aslinya. Daging ayamnya yang empuk berpadu dengan racikan bumbu tradisional khas Jawa, benar-benar lezat dan menggugah selera. Nggak percaya? Silakan coba!

Bakmi Jawa Mbah Wito

Buat kalian yang tengah berada di Jogja dan hobi makan bakmi jawa, wajib nyicipi Bakmi Jawa Mbah Wito di Desa Piyaman, Kec. Wonosari, Gunungkidul. Warung makan yang sudah ada sejak 1942 ini menjadi pelopor kuliner bakmi di penjuru Nusantara.

Sampai saat ini, cara masak bakmi milik Mbah Wito masih diolah dan diracik di atas anglo atau tungku tanah liat dengan api arang. Hal inilah yang kemudian bikin cita rasa khas bakmi begitu kuat dan menggoda. Perpaduan antara kaldu putih kental, suwiran ayam kampung, tekstur mi kuning kenyal mulur, serta telur orak-arik yang nyemek, begitu lezat dan mantap.

Itulah beberapa warung makan di Jogja yang sudah ada sebelum kemerdekaan. Jogja tanpa kuliner khasnya, barangkali cuma jadi ruang hampa yang ditinggali oleh orang-orang yang lehernya tercekik UMR. Jadi, kalau berkunjung ke Jogja, pastikan untuk mencicipi aneka menu makan lezat yang bertebaran di setiap sudut kota. Selamat makan!

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Makanan di Jogja yang Wajib Banget Dicoba Part 1

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2022 oleh

Tags: bu spoedgudegJogjambok bereksotowarung makan legendaris
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Soto Jogja, Culture Shock yang Hingga Kini Sulit Saya Terima

Mau Nggak Mau, Kita Harus Sepakat dengan Yusril Fahriza bahwa Jogja Adalah Ibu Kota Soto Indonesia  

3 Oktober 2025
Culture Shock Mahasiswa Solo yang Merantau ke Jogja, Ternyata Biaya Hidupnya Lebih Mahal  Mojok.co politik jogja

Culture Shock Mahasiswa Solo yang Merantau ke Jogja, Ternyata Biaya Hidup Lebih Mahal 

27 Oktober 2023
Romantisnya Jogja Kini Terbuat dari Rindu, Pulang, dan 'KTP Mana Bos?' terminal mojok.co

Romantisnya Jogja Kini Terbuat dari Rindu, Pulang, dan ‘KTP Mana, Bos?’

29 September 2020
Kelebihan dan Kekurangan Ibarbo Park Jogja yang Perlu Kamu Ketahui sebelum Berkunjung ke Sini

Kelebihan dan Kekurangan Ibarbo Park Jogja yang Perlu Kamu Ketahui sebelum Berkunjung ke Sini

7 Desember 2024
Sudah Memakan Korban Berkali-kali, tapi Kenapa Baliho di Jogja Tak Kunjung Ditertibkan? Susah atau Memang Nggak Mau Susah?

Sudah Memakan Korban Berkali-kali, tapi Kenapa Baliho di Jogja Tak Kunjung Ditertibkan? Susah atau Memang Nggak Mau Susah?

4 Januari 2024
4 Tempat Merenung Terbaik di Tengah Keramaian SCBD Jogja

4 Tempat Merenung Terbaik di Tengah Keramaian SCBD Jogja

3 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Embek-Embek Makanan Khas Tegal Paling Mencurigakan, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba Mojok.co

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

12 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

11 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba
  • Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu
  • Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home
  • “Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.