Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Noktah Merah Perkawinan: Ditampar Sisi Menakutkan Pernikahan

Muhammad Sabilurrosyad oleh Muhammad Sabilurrosyad
17 September 2022
A A
Noktah Merah Perkawinan Ditampar Sisi Menakutkan Pernikahan Terminal Mojok

Noktah Merah Perkawinan Ditampar Sisi Menakutkan Pernikahan (Instagram Noktah Merah Perkawinan)

Share on FacebookShare on Twitter

Satu lagi film adaptasi sinetron tersaji. Nokta Merah Perkawinan yang merupakan sinetron populer era 90-an dibangkitkan kembali melalui format film yang diarahkan Sabrina Rochelle Kalangie. Saya asing dengan sinetronnya, malah kayaknya belum pernah nonton. 

Satu-satunya informasi yang saya tahu adalah sinetronnya punya banyak adegan tampar menampar. Banyaknya cuplikan dan meme yang keluar untuk merespons hadirnya film ini ya cuma adegan-adegan tersebut. Apa sinetron ini yang mengawali populernya adegan tersebut di sinetron-sinetron Indonesia? Melihat cuplikan sinetron yang terangkat dalam merespons hadirnya film Noktah Merah Perkawinan, saya sempat bertanya-tanya kenapa judul ini dipertimbangkan untuk dibuat filmnya. 

Ternyata hasilnya cukup mengejutkan. Filmnya berhasil meyakinkan saya bahwa konflik rumah tangga antara Ambar dan Gilang rasanya memang perlu dipertimbangkan untuk ditonton banyak orang, khususnya bagi mereka yang sedang mempersiapkan, mengarungi, atau belajar tentang pernikahan.

Pada awalnya, Noktah Merah Perkawinan memang berjalan lambat dan sabar, memperlihatkan rutinitas para karakternya terlebih dahulu. Namun, justru dari situ kita melihat bahwa hubungan rumah tangga Ambar dan Gilang tidak baik-baik saja. Keduanya sedang melalui masa sulit, dengan interaksi yang dingin antara keduanya.

Satu per satu masalah tersingkap, bahwa hubungan mereka sedang bermasalah karena masing-masing orang tua yang ikut campur, memberi andil retaknya rumah tangga. Namun, sumber masalahnya lebih rumit dari satu kasus tersebut. Ambar merasa sedang berusaha membenahi masalah yang ada di pernikahannya, sayangnya Gilang adalah orang yang menghindari konfrontasi, membuat tiap masalah selalu tak bisa dibicarakan, apalagi diselesaikan.

Bibit masalah baru pun muncul dengan hadirnya Yuli sebagai orang ketiga. Untungnya, Noktah Merah Perkawinan berhasil terhindar dari mengemas konflik pelakor dengan cara yang kampungan penuh stigma. Betul, film ini berhasil tampil elegan dalam mengemas cinta segitiga. Ketimbang memojokan dan menghakimi salah satu pihak, filmnya berhasil memberi dimensi pada tiap karakter, termasuk pada Yuli, yang menanggung risiko akibat jatuh cinta pada orang yang salah. Dan buat saya, aspek “pelakor” dalam film ini adalah aspek berhasil dikemas secara kekinian, dengan kata lain dimodernisasi. Dan masih ada beberapa hal lain yang berhasil dikemas kekinian dan relevan.

Secara cerita, Noktah Merah Perkawinan membawa isu persoalan komunikasi dalam rumah tangga, dan itu relevan buat penonton masa kini. Dengan penekanan fokus isu tersebut, film ini terasa berhasil menangkap inti cerita sumber aslinya dengan kemasan masalah yang lebih kekinian.

Bukan cuma pengemasan masalah atau konfliknya, Nokta Merah Perkawinan ini juga mengesankan dalam hal kemasan filmnya. Senada dengan tempo film di durasi awal yang cenderung lambat, tempo tersebut terasa cocok untuk menggambarkan situasi perasaan para tokohnya. Film ini berusaha sebisa mungkin menghindari adegan-adegan konfrontasi langsung, sehingga membuatnya terasa natural bahwa marahannya orang menikah yang selalu tinggal bersama mungkin memang seperti itu, banyak saling mendiamakan, banyak sindir-sindiran, dan banyak menghela napas.

Baca Juga:

3 Rekomendasi Film Indonesia yang Relevan dengan Hiruk Pikuk Negara Saat Ini

Film Jumbo Adalah Anomali, Akankah Jadi Tren Baru Dunia Perfilman Indonesia?

Bukan berarti tidak ada adegan konfrontasi, tentu saja adegan tersebut harus ada. Cerdiknya, selain karena faktor ciri khas sinetronnya yang tampaknya punya banyak adegan bertengkar, dalam film ini adegan pertengkaran hanya dilakukan sesekali, tapi momentumnya sangat diperhitungkan.

Puncaknya adalah adegan pertengkaran di dapur. Keduanya saling adu argumen, tentunya bukan argumen yang kaleng-kaleng. Dari argumen pertengkaran tersebut, penonton yang sudah hanyut dan terasa terlibat akan ikut pusing menentukan siapa yang salah karena baik Ambar dan Gilang sama-sama memiliki opini yang masuk akal.

Bukan cuma itu, soal ciri khas lain sinetron perihal tampar menampar, juga cerdik dieksekusi dengan kemasan baru yang lebih relevan dengan penonton masa kini. Sebagai film dewasa yang berusaha membagikan insight perihal hubungan pernikahan ke penontonnya, tentu filmnya tidak mau memiliki adegan yang menjurus ke kesan KDRT. Gantinya, adegan tamparan diciptakan dengan maksud menghukum diri sendiri. Dengan begitu, adegan itu tetap ada dengan modifikasi, namun tetap berhasil mengeluarkan dialog khasnya, “Tampar aku, Mas, tampar!!!” 

Daripada nampar Mbak Marsha Timothy, mending Mas Gilang nampar cocot tetangga yang seenaknya nyuruh orang nikah cepet aja, deh.

Bagi yang khawatir kalau nonton film ini bikin takut nikah, tenang, ujung filmnya akan memberi kita rasa optimis, kok. Setidaknya, Noktah Merah Perkawinan memberi tamparan pada kita semua bahwa pernikahan tidak cuma yang indah-indahnya saja.

Berkat film ini, setidaknya kita jadi bisa lebih mempersiapkan diri menghadapi sisi-sisi menakutkan dari pernikahan. Bahwa menikah itu akan membuat kita menghadapi pasangan yang memiliki pola komunikasi yang berbeda, menghadapi intervensi orang tua, hingga usaha memahami pasangan yang tak akan pernah berhenti sepanjang usia.

Penulis: Muhammad Sabilurrosyad
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Miracle in Cell No. 7: Dikemas Klise, tapi Tetap Ampuh Bikin Nangis.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 September 2022 oleh

Tags: Film Indonesianoktah merah perkawinan
Muhammad Sabilurrosyad

Muhammad Sabilurrosyad

Tukang nonton.

ArtikelTerkait

Bioskop di Indonesia Timur Jarang, Wajar kalau Film Kaka Boss Sepi Penonton

Bioskop di Indonesia Timur Jarang, Wajar kalau Film Kaka Boss Sepi Penonton

29 September 2024
7 Film Indonesia di Amazon Prime Video. Sudah Nonton Semua? (Unsplash)

7 Film Indonesia di Amazon Prime Video. Sudah Nonton Semua?

14 Mei 2023
7 Rekomendasi Film Horor Komedi Indonesia Terbaik untuk Kalian yang Muak sama Horor Jelek Banyak Jump Scare

7 Rekomendasi Film Horor Komedi Indonesia Terbaik untuk Kalian yang Muak sama Horor Jelek Banyak Jump Scare

24 Agustus 2024
Hompimpa: Film Horor dengan Premis Oke, tapi Eksekusi Nanggung terminal mojok.co

Hompimpa: Film Horor dengan Premis Oke, tapi Eksekusi Nanggung

25 Oktober 2021
kabinet indonesia kerja versi film

Jika Karakter Film Indonesia Masuk Kabinet Indonesia Kerja II

28 Oktober 2019
film bumi manusia

Tentang Film Bumi Manusia dan Perburuan yang Tayang di Hari yang Sama

24 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

19 Januari 2026
Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
Jujur, Saya sebagai Mahasiswa Kaget Lihat Biaya Publikasi Jurnal Bisa Tembus 500 Ribu, Ditanggung Sendiri Lagi

Dosen Seenaknya Nyuruh Mahasiswa untuk Publikasi Jurnal, padahal Uang Mahasiswa Cuma Dikit dan Nggak Dikasih Subsidi Sama Sekali

17 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.