Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Mitos Seram di Gunungkidul selain Pulung Gantung

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
10 Maret 2022
A A
Mitos Seram di Gunungkidul selain Pulung Gantung Terminal Mojok

4 Mitos Seram di Gunungkidul selain Pulung Gantung (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Berbicara mengenai Kabupaten Gunungkidul, tentu tidak lepas dari keindahan pantai yang dimilikinya. Banyak sekali wisata pantai di Gunungkidul yang menawarkan panorama alam yang indah dan memanjakan mata. Tak heran jika setiap akhir pekan atau hari libur tiba, pantai di Gunungkidul selalu ramai pengunjung.

Di balik keindahan alamnya, Gunungkidul menyimpan cerita mistis yang sudah cukup terkenal di Indonesia, yaitu mitos pulung gantung. Bentuk pulung gantung sendiri menyerupai bola api pijar yang melayang-layang dan akan jatuh di salah satu pekarangan warga. Konon, jika rumah warga ketiban (kejatuhan) pulung gantung, pemilik rumah akan bunuh diri dengan cara gantung diri.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, konon pulung ini biasanya akan jatuh pada waktu surup (menjelang salat magrib) atau sebelum salat subuh. Mitos ini yang kemudian kerap dikaitkan dengan banyaknya kasus bunuh diri di Gunungkidul. Selain pulung gantung, masih ada sejumlah mitos di Gunungkidul lainnya yang beredar luas di masyarakat, di antaranya sebagai berikut:

#1 Hama tikus jelmaan prajurit Nyi Roro Kidul

Akhir tahun 2021 lalu, hama tikus kembali menyerang puluhan hektare lahan pertanian di Gunungkidul, tak terkecuali ladang milik simbah. Banyak sekali tanaman jagung dan kacang yang tumbang diserang hama tikus. Alhasil panen jagung dan kacang pada tahun 2021 lalu cenderung menurun.

Meski banyak tikus menyerang, simbah tidak berniat untuk mengusir hama tikus yang merajalela tersebut. Pasalnya, simbah masih percaya bahwa hama tikus adalah jelmaan dari prajurit Nyi Roro Kidul, penguasa laut selatan.

Ada mitos yang beredar hama tikus yang menyerang ladang jagung adalah jelmaan prajurit Nyi Roro Kidul (Pixabay.com)

Mitos terkait hama tikus jelmaan prajurit Nyi Roro Kidul ini sudah beradar luas di masyarakat Gunungkidul. Konon, meski sudah diberantas dengan berbagai cara, hama tikus masih kerap menyerang dan sulit dihentikan.

Untuk mengatasi hama tikus ini, sebagian masyarakat Gunungkidul biasanya melakukan ritual adat, yakni memberikan sesaji berupa nasi tiwul. Ritual yang diberi nama “Den Baguse”, ini merupakan upaya untuk menjaga tanaman dari serangan tikus dengan cara tidak membunuh atau meracuni hewan ini secara langsung.

#2 Mitos di Kampung Pitu

Hampir setiap akhir pekan, Gunung Api Purba Nglanggeran selalu dipadati para wisatawan. Gunung yang berada di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, ini memiliki ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut dengan luas kurang lebih 48 hektare. Tidak hanya memiliki panorama alam yang indah, wisata alam ini juga sarat akan nilai-nilai historis.

Baca Juga:

5 Keanehan Lokal Jogja yang Nggak Pernah Saya Temukan di Semarang tapi Malah Bikin Bahagia

4 Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Demak Saat Pertama Kali Main ke Pantai Gunungkidul

Berbeda dengan Gunung Api Purba Nglanggeran yang selalu ramai pengunjung, ada sebuah kampung terpencil di sebelah timur gunung tersebut, yaitu Kampung Pitu. Sesuai namanya, sampai saat ini kampung tersebut hanya dihuni oleh tujuh kepala keluarga.

Asal usul Kampung Pitu tidak lepas dari sosok bernama Eyang Iro Kromo. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, dia adalah orang yang memenangkan sayembara yang diadakan Keraton Yogyakarta untuk menjaga pusaka Pohon Kinah Gadung Wulung. Sebagai gantinya, ia diberi hadiah tanah yang kemudian diwariskan ke anak cucunya hingga sekarang.

Ada peraturan adat di mana Kampung Pitu hanya boleh dihuni oleh tujuh kepala keluarga, tidak kurang atau lebih. Konon, jika peraturan ini dilanggar, akan ada malapetaka di kampung tersebut. Bahkan, jika ada salah seorang yang nekat tinggal di Kampung Pitu, bisa mengancam nyawa orang tersebut.

Selain itu, ada mitos lain terkait Kampung Pitu, yaitu tidak boleh mengadakan pementasan wayang kulit di desa ini. Jika dilanggar, warga yang menghuni Kampung Pitu akan mendapatkan musibah dan malapetaka.

#3 Pohon Kepuh Disukai Gendruwo

Resan atau pohon besar seolah telah menjadi salah satu ikon Kabupaten Gunungkidul. Hampir setiap wilayah di Gunungkidul terdapat pohon besar yang biasanya berada di pintu masuk atau di tengah-tengah dusun. Beberapa jenis pohon yang dianggap resan oleh masyarakat adalah pohon asem, beringin, gayam, randu alas, klumpit, dan pohon kepuh.

Hampir semua pohon tersebut dianggap angker dan disakralkan oleh sebagian masyarakat Gunungkidul. Biasanya, masyarakat menggunakan resan sebagai tempat ritual adat, sebelum mengadakan acara tertentu, mulai dari menggelar hajatan, rasulan, bersih belik, dan upacara adat lainnya.

Pohon beringin, salah satu yang dianggap resan oleh warga Gunungkidul (Pixabay.com)

Dari sekian banyak resan yang ada di Gunungkidul, pohon kepuh menjadi salah satu pohon yang dikenal angker. Tumbuhan yang juga disebut dengan nama pranajiwa ini, konon disukai oleh gendruwo. Oleh karenanya, tidak sedikit warga yang takut untuk menanam jenis pohon ini di halaman rumahnya.

Pohon kepuh sendiri merupakan pohon yang bisa tumbuh tinggi hingga mencapai 40 meter, dengan diameter batang bagian bawah dapat mencapai 3 meter. Sementara daun pohon kepuh berbentuk jorong dengan ujung dan pangkal yang runcing. Saat ini, pohon kepuh masih bisa ditemukan di tempat-tempat yang jarang dikunjungi, seperti di pemakaman, punden, dan tempat yang dianggap angker lainnya.

#4 Pasar gaib di Pantai Greweng

Gunungkidul memiliki banyak pantai yang terkenal memiliki panorama alam yang indah dan memesona. Tak heran jika setiap akhir pekan tiba, pantai selatan selalu ramai dikunjungi wisatawan. Dari sekian banyak pantai di Gunungkidul, ada salah satu pantai yang menyimpan cerita mistis, yaitu Pantai Greweng.

Konon, pantai yang berada di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, ini memiliki pasar gaib. Pasar gaib ini terletak di sebuah gua pertapaan di sekitar Pantai Greweng. Di dalam gua tersebut, terdapat seutas tali yang dibentangkan sebagai pembatas agar wisatawan tidak memasukinya.

Salah satu pantai di Gunungkidul (Pixabay.com)

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, tali itu sekaligus menjadi pembatas antara pasar gaib dan dunia nyata. Selain itu, wisatawan juga dilarang untuk mengambil benda atau barang di sekitar gua tersebut. Konon, jika ada orang yang nekat mengambil benda di sekitar pantai, akan diganggu “penunggu” dan disuruh mengembalikan benda yang diambil.

Terlepas dari percaya atau tidak percaya mengenai cerita tersebut, yang jelas, hingga kini sejumlah mitos tersebut masih dipercayai oleh sebagian warga Gunungkidul. Sebagian masyarakat juga percaya, bahwa di balik mitos tersebut, selalu ada pesan tersirat untuk kebaikan dan kelangsungan hidup manusia.

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2022 oleh

Tags: GunungkidulMitosPulung Gantung
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Bukit Pengilon Gunungkidul Memang Indah, tapi Mohon Maaf Saya Kapok Berkunjung ke Sana

Bukit Pengilon Gunungkidul Memang Indah, tapi Mohon Maaf Saya Kapok Berkunjung ke Sana

14 Februari 2025
5 Warung Bakso Gunungkidul Paling Enak yang Sebaiknya Dicoba Terminal Mojok

5 Warung Bakso Gunungkidul Paling Enak yang Sebaiknya Dicoba

23 April 2022
Pulau Nusa Barong, Tempat Bersejarah di Jember yang Keindahannya Tertutup Mitos dan Kisah Kelam

Pulau Nusa Barong, Tempat Bersejarah di Jember yang Keindahannya Tertutup Mitos dan Kisah Kelam

1 Februari 2024
Kabupaten Wonogiri, Kabupaten dengan Jalan yang Amat Menantang dan Sulit Ditaklukkan, tapi Dibayar dengan Pemandangan yang Amat Menawan

Kabupaten Wonogiri, Kabupaten dengan Jalan yang Amat Menantang dan Sulit Ditaklukkan, tapi Dibayar dengan Pemandangan yang Amat Menawan

7 Juni 2025
Sisi Gelap Bundaran Planjan JJLS Gunungkidul, Simbol Keindahan Semu di Bukit Seribu

Sisi Gelap Bundaran Planjan JJLS Gunungkidul, Simbol Keindahan Semu di Bukit Seribu

24 Januari 2025
3 Kampus di Gunungkidul yang Bisa Jadi Pilihan Melanjutkan Studi, biar Tahunya Nggak Cuma UGM dan Sleman

3 Kampus di Gunungkidul yang Bisa Jadi Pilihan Melanjutkan Studi, biar Tahunya Nggak Cuma UGM dan Sleman

5 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Membayangkan Semua Gerai Indomaret Tutup: Ibu-Ibu Merana Kehilangan Promo Minyak Goreng, Orang Dewasa Stres Makin Depresi Kehilangan Kursi Besi Andalan

1 Juni 2026
Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya Mojok.co

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

4 Juni 2026
Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.