Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
2 Februari 2026
A A
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak anggapan orang Solo itu kalem, nggak banyak protes, pasif, hingga nggak punya pendirian. Anggapan itu erat kaitannya dengan sopan santun yang sudah lama hidup di tengah masyarakat. Sopan santun yang berbeda dan tidak dipahami orang luar hingga munculah anggapan-anggapan tadi. 

Yuk, kita bedah satu-satu bentuk sopan santun yang sering disalahartikan oleh orang luar itu. 

#1 Andhap asor yang disalahartikan dengan gampang minder

Orang Solo punya prinsip hidup yang namanya andhap asor, sikap rendah hati yang bukan cuma omong doang, tapi benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Makanya jangan heran kalau ketemu orang Solo yang jarang pamer prestasi, enggan menonjolkan diri, atau bahkan terkesan mengalah dalam diskusi.

Sikap andhap asor mengajarkan untuk tidak sombong, tidak merasa lebih, dan selalu menghargai orang lain. Jadi kalau ada teman Solo kamu yang santai aja waktu ada yang nyinyir atau bahkan nggak ngelawan balik, bukan berarti dia lemah. Justru dia lagi mempraktikkan filosofi hidup yang sudah diajarkan sejak kecil ojo adigang adigung adiguna (jangan berbuat semaunya karena merasa kuat, tinggi, dan pintar).

Bedanya sama minder? Orang yang minder itu nggak percaya diri. Sementara orang Solo yang andhap asor tetap percaya diri, cuma nggak perlu teriak-teriak agar diakui. Halus, tapi mantap, gitu lho.

Baca juga Solo Punya Segalanya, tapi Masih Kalah Pamor sama Jogja.

#2 Unggah-ungguh yang dikira takut

Di Solo, ada yang namanya unggah-ungguh atau tata krama dalam berbicara yang disesuaikan dengan lawan bicara. Orang Solo punya kesadaran tinggi soal siapa yang diajak ngobrol, dari yang lebih tua, lebih muda, lebih tinggi statusnya, atau sebaya. Makanya mereka hati-hati banget memilih kata.

Unggah-ungguh adalah norma serta aturan tidak tertulis dalam berperilaku dan berbahasa kepada orang lain, yang mencerminkan rasa hormat dan hierarki sosial. Bahasa Jawa punya tingkatan, seperti ngoko untuk teman sebaya, madya untuk orang yang belum terlalu kenal, dan krama inggil untuk yang lebih tua atau dihormati.

Baca Juga:

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

6 Hal yang Bikin Salatiga Jadi Kota yang Sebenarnya Red Flag untuk Slow Living

Nah, karena terlalu hati-hati ini, orang luar sering salah paham. “Kok ngomongnya lembut banget sih? Takut ya?” Padahal mah bukan takut, tapi memang begitu cara orang Solo menghormati orang lain. Mereka nggak mau sampai kata-katanya menyinggung atau bikin orang lain nggak nyaman. Ini bukan kepasifan, tapi bentuk tepa salira (tenggang rasa yang tinggi).

#3 “Monggo” bukan berarti nggak tegas

Pernah nggak sih kamu tanya sesuatu ke orang Solo, terus dijawabnya cuma “monggo” (silakan)? Atau waktu kamu minta pendapat malah dijawab, “Monggo, terserah sampeyan”, kesel ya rasanya? Kok kayak nggak punya pendirian?

Tenang, ini bukan berarti mereka nggak peduli atau malas mikir. Justru ini adalah bentuk kesopanan tertinggi dalam budaya Jawa untuk memberikan ruang dan kebebasan kepada orang lain untuk menentukan pilihan. Orang Solo percaya bahwa memaksakan kehendak itu nggak sopan, makanya mereka lebih suka bilang “monggo” daripada ngotot sama pendapat sendiri.

Orang Jawa dikenal dengan kehalusan dan kelembutan bicaranya, terutama yang berasal dari daerah Yogyakarta dan Solo. Jadi kalau dikasih kebebasan memilih, justru itu tandanya kamu dihormati. Beda ya sama kepasifan yang emang beneran nggak mau ambil keputusan.

Baca juga 4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata.

#4 Jarang protes bukan berarti orang Solo itu gampang setuju

Saat rapat kerjaan, orang Solo sering banget cuma ngangguk-ngangguk aja. Nggak banyak komentar, nggak menyela, apalagi debat kusir. Alhasil, banyak yang mikir “Wah, orangnya pasif nih. Nggak ada kontribusi.”

Padahal, diam bukan berarti setuju. Orang Solo punya budaya nrimo (menerima dengan lapang dada) dan sabar. Mereka lebih suka dengerin dulu, nyimak, baru ngomong kalau memang perlu. Konsep ora ilok (tidak baik atau tidak diperbolehkan) mengajarkan untuk menjaga nilai kesopanan dalam setiap interaksi.

Itu mengapa, kalau ada yang ngomong kebablasan atau salah, orang Solo biasanya nggak langsung nyerocos. Mereka bakal mikir dulu, “Apa perlu saya koreksi sekarang? ” Ini bukan pasif, tapi bijak dalam memilih waktu dan cara.

#5 Senyum terus hingga dikira orang Solo nggak ada masalah

Orang Solo terkenal dengan senyumnya yang ramah. Bahkan dalam situasi yang sebenarnya bikin kesel, mereka tetap senyum. Alhasil, banyak yang salah mengira “Wah, santai banget nih orangnya. Kayaknya nggak pernah punya masalah deh.”

Senyum di budaya Jawa, khususnya Solo, adalah bentuk rukun untuk menjaga keharmonisan hubungan. Budaya Jawa mengutamakan keseimbangan, keselarasan dan keserasian dalam kehidupan sehari-hari. Daripada bikin suasana jadi tegang atau orang lain jadi nggak nyaman, mending senyum aja.

Akan tetapi, jangan salah, di balik senyum itu bisa jadi ada ribuan uneg-uneg yang lagi ditahan. Cuma karena mereka punya prinsip ojo nganggo emosi (jangan pakai emosi), makanya tetap kalem. Ini bukan kepasifan, tapi pengendalian diri yang luar biasa.

Itulah sopan santun khas orang Solo yang kadang sulit dipahami orang luar hingga disalahartikan. Solo bukan kota yang keras, tapi juga bukan kota yang lemah. Solo adalah kota yang halus, penuh filosofi, dan punya cara sendiri buat menjalani hidup. Luwes, tapi tetap bermartabat. 

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Februari 2026 oleh

Tags: solosopan santunsurakartawarga solo
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

3 Kata yang Bikin Bingung Orang Riau yang Berada di Solo Mojok.co

3 Kata yang Bikin Bingung Orang Riau yang Berada di Solo

1 November 2024
Ironi Jalur Satu Arah di Indonesia: Jalur yang Harusnya Bebas Macet, tapi Jadi Nggak Berguna karena Kiri Kanannya Isinya Kendaraan Parkir

Ironi Jalur Satu Arah di Indonesia: Jalur yang Harusnya Bebas Macet, tapi Jadi Nggak Berguna karena Kiri Kanannya Isinya Kendaraan Parkir

22 Desember 2024
Membayangkan Betapa Repot Hidup Penglaju kalau KRL Jogja-Solo Tidak Ada Mojok.co

Membayangkan Betapa Repot Hidup Penglaju kalau KRL Jogja-Solo Tidak Ada

17 Februari 2025
Daripada Blusukan Daring, Gibran Rakabuming Mending Lakukan Hal yang Lebih Wangun kaesang pilkada jokowi terminal mojok.co

Jika Gibran dan Kaesang Layak Menjadi Politisi, Itu Karena Hasil Survei

6 Agustus 2019
Berlagak Tuli dan Benci Pengamen di Tongkrongan Adalah Budaya Bajingan para Tukang Nongkrong terminal mojok.co

Fenomena Pengamen Galak yang Meresahkan di Solo: Cari Rezeki kok Pakai Marah-marah? Kalau Ada yang Nggak Terima Gimana?

4 Juli 2023
Gudeg Solo Kalah Pamor dari Gudeg Jogja, padahal Rasanya Lebih Gurih dan Cocok di Lidah Banyak Orang Mojok

Gudeg Solo Kalah Pamor dari Gudeg Jogja, padahal Rasanya Lebih Gurih dan Cocok di Lidah Banyak Orang

30 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026
5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota Mojok.co

5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota

10 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.