Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mitos Tahi Lalat dan Pertandanya

Ade Vika Nanda Yuniwan oleh Ade Vika Nanda Yuniwan
4 September 2019
A A
mitos tahi lalat

mitos tahi lalat

Share on FacebookShare on Twitter

Berbagai macam mitos beredar dan berkembang dari jaman dahulu hingga kini. Memasuki zaman modern, mitos tetap menunjukkan eksistensinya mengambil peran penting dalam hidup manusia. Setelah beberapa orang melibatkan stigma tentang mitos kehamilan, pasca kelahiran, hingga tentang obat tradisional sebagai panduan yang antara bisa dipercaya dan bisa meragukan, mitos pun juga merambahi hal paling sepele dalam hidup manusia—yaitu tahi lalat.

Tahi lalat yang biasanya kita kenal sebagai tanda lahir pada bagian tubuh manusia ternyata juga ikut didekengi mitos. Siapa sangka jika lewat tahi lalat, orang-orang tua dapat menebak perilaku dan kesukaan seseorang. Meskipun keberadaan mitos ini masih diragukan kesahihannya. Tapi lagi-lagi, ibu saya yang kaya warisan mitos dari nenek dan kakek membagi warisan itu kepada saya.

Menurut ibu, tahi lalat yang ada di beberapa bagian tubuh manusia bisa jadi indikasi perilaku seseorang. Meskipun saat saya tanyakan kebenaran tentang mitos itu, ibu hanya menjawab “Katanya Mbah dulu sih gitu. Tapi kok ya mesti kebetulan memang benar-benar begitu katanya.

Pembicaraan ini dibuka karena ibu sedang memandikan keponakan saya yang kebetulan mempunyai tahi lalat di bagian telapak kaki. Nah kebetulan juga, keponakan saya suka rewel karena minta diantar jalan-jalan. Saat sedang memandikan dia, ibu nyeletuk “Pantes yo, leh. Senengane mlaku-mlaku, lha andeng-andenge nang sikil”, yang artinya pantas saja Nak, sukanya jalan-jalan, lah punya tahi lalat di kaki. Saya langsung merespon celetukan ibu dan jadilah pembicaraan kami.

Tahi lalat bisa menjadi pertanda awal dari perilaku manusia. Jadi lewat tahi lalat, orang tua di zaman dahulu bisa menebak bagaimana karakteristik dan kebiasaan anaknya kelak.

Tahi lalat di dahi

Tahi lalat di bagian dahi (kanan atau kiri) yang paling sering saya jumpai pada kebanyakan orang. Mitos tentang tahi lalat mengatakan bahwa seseorang dengan tahi lalat di dahinya maka akan memiliki tipikal pemikir. Namun bukan berarti yang tidak memiliki tahi lalat di dahi tidak suka atau tidak bisa berpikir yha. Bukan.

Seseorang dengan tahi lalat di dahi bisa jadi pertanda seseorang bertipikal pemikir yang selalu memikirkan segala sesuatu bahkan hal terkecil sekalipun. Dengan kata lain, seseorang dengan tahi lalat di dahi adalah tipikal orang perfeksionis. Saya orang yang tidak punya tahi lalat di dahi, tapi kenapa suka bingung dan pusing karena memikirkan banyak hal ya? Entahlah~

Baca Juga:

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

Pacaran di Kebun Raya Bogor Bikin Putus? Halah, Omong Kosong!

Tahi lalat di pipi

Mitos tentang tahi lalat mengatakan bahwa seseorang dengan tahi lalat di pipi adalah orang-orang yang suka bersolek. Bersolek yang dimaksud adalah perawatan wajah agar penampilan tetap segar dan terjaga bagi pria, dan suka berdandan pada wanita. Mitos ini juga bisa sebagai pertanda cantik dan tampannya seorang anak kelak ketika dewasa.

Soal mitos ini saya pun sangat meragukan kesahihannya karena sama sekali tidak memiliki kaitan dengan cantik dan tampannya seseorang atau orang-orang yang suka bersolek. Tapi namanya mitos, boleh percaya boleh juga tidak.

Tahi lalat di sekitar bibir

Ibu juga mengatakan tentang mitos tahi lalat di sekitar bibir. Katanya, mitos yang beredar tentang tahi lalat di sekitar bibir adalah pertanda bahwa seseorang akan menjadi pribadi yang cerewet dan suka berbicara. Orang-orang dengan tahi lalat di sekitar bibir akan lebih mudah mengasah kemampuan bicaranya ketimbang orang-orang yang tidak bertahi lalat di sekitar bibir.

Untuk mitos ini saya sedikit mencocokkan kebenarannya dengan orang-orang di sekitar saya. Seorang tetangga saya mempunyai tahi lalat di sekitar bibir. Saya lihat, tetangga saya itu adalah tipikal orang yang mudah berinteraksi dengan orang, dan humoris. Secara kebetulan, isi mitos sesuai dengan karakteristik tetangga saya. Tapi ya namanya mitos kadang benar kadang sama sekali jauh dari kata benar.

Tahi lalat di lengan

Mitos tentang orang dengan tahi lalat di lengan (kanan atau kiri) menandakan seseorang bertipikal suka menolong atau ringan tangan. Tanda ringan tangan yang dilihat dari letak tahi lalat di area lengan pun tidak kalah diragukan kebenarannya. Karena seseorang bisa jadi pribadi yang dermawan dan ringan tangan karena kebiasaan menolong yang telah ditanamkan sejak kecil. Jadi, mitos ini bukan jadi tolak ukur seseorang agar bisa disebut sosok dermawan ya, gais.

Tahi lalat di telapak tangan

Mitos selanjutnya adalah mitos tentang tahi lalat di telapak tangan. Menurut mitos, seseorang dengan tahi lalat di telapak tangan (kanan atau kiri) bisa jadi pertanda bahwa ia seseorang dengan tipikal suka diberi atau meminta sesuatu. Maksudnya, orang bertahi lalat di telapak tangan lebih suka tangan di bawah dari pada tangan di atas. Maunya dikasih terus!

Soal kebenaran mitos ini juga tidak bisa begitu saja dapat dipercaya. Karena perilaku suka meminta juga bisa muncul karena adanya kebiasaan sejak kecil. Jadi jangan jadikan keberadaan mitos ini untuk menjadi patokan dalam melabeli seseorang sebagai peminta-minta.

Tahi lalat di kaki dan telapak kaki

Mitos ini adalah mitos yang dikatakan ibu saya sebagai pembuka pembicaraan kami seputar mitos tentang tahi lalat. Menurut mitos, seseorang dengan tahi lalat di kaki dan telapak tangan adalah tipikal orang yang menyukai rekreasi seperti travelling atau berhobi olahraga sepak bola.

Meskipun mitos ini tidak sepenuhnya benar, namun ibu sedikit membenarkan. Lantaran keponakan saya memiliki tahi lalat di bagian kaki dan kebetulan dia selalu menyukai aktivitas jalan-jalan. Tapi ya kembali lagi, namanya juga mitos. Boleh percaya, boleh tidak.

Bagi saya, mitos tahi lalat dan pertandanya tidak dapat dijadikan patokan khusus dalam menilai tipikal seseorang. Pengalaman dan kebiasaan seseorang selama hidup mengambil poin penting dalam hal pembentukan karakter manusia.

Hanya karena kita hidup setelah mitos-mitos itu lahir dari mulut ke mulut, mau tidak mau sedikit banyak kita juga akan mengenalnya. Meskipun tidak ada kewajiban untuk mempercayai, adanya mitos dapat dijadikan tambahan informasi bagi seorang manusia. Setidaknya lewat mitos, manusia akan mengenal budaya lisan nenek moyang. (*)

BACA JUGA Melihat Keistimewaan Anak ‘Kalung Usus’ atau tulisan Ade Vika Nanda Yuniwan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 September 2019 oleh

Tags: cew]rewetKearifan LokalleluhurMitosmitos tahi lalatnenek moyangOrang Tuatahi lalat
Ade Vika Nanda Yuniwan

Ade Vika Nanda Yuniwan

Pekerja literasi yang mencintai buku, anak-anak, dan pendidikan. Suka berdiskusi sambil nulis ringan untuk isu-isu yang di sekelilingnya.

ArtikelTerkait

Berfoto dengan Orang Tua Eh Anggur Merah Nggak Bikin Kalian Keren

Berfoto dengan Orang Tua Eh Anggur Merah Nggak Bikin Kalian Keren

5 Desember 2019
Jembatan Jirak Gunungkidul: Jadi Tempat Main Pedagang Ternak hingga Saksi Bisu Kisah Cinta Anak Penguasa Kerajaan Jin dengan Manusia

Jembatan Jirak Gunungkidul: Jadi Tempat Main Pedagang Ternak hingga Saksi Bisu Kisah Cinta Anak Penguasa Kerajaan Jin dengan Manusia

10 Maret 2024
ronda malam

Mempertahankan Siskamling: Saat Ini Ronda Malam Masih Ada Atau Tidak, Sih?

22 Agustus 2019
Dear, Orang Tua_ Please Banget, Jangan Bonceng Anak Naik Motor dengan Posisi Berdiri. Bahaya! terminal mojok

Dear, Orang Tua: Please Banget, Jangan Bonceng Anak Naik Motor dengan Posisi Berdiri, Bahaya!

13 September 2021
mitos jawa anak sesajen mojok

Saya Nggak Akan Pernah Percaya Mitos Jawa, Karena Nggak Ada yang Masuk Akal

10 Juli 2020
Tidak Semua Orang Tua Ideal, Banyak yang Justru Menuntut Pamrih dari Anak terminal mojok.co

Quarter Life Crisis Datang saat Sudah Jadi Orang Tua

17 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.