Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

Iqbal AR oleh Iqbal AR
1 Februari 2026
A A
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan (www.astra-honda.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Membicarakan motor paling menyebalkan, nama-nama seperti Yamaha Aerox, Honda Scoopy, atau beberapa jenis motor gede (moge) pasti yang terlintas di kepala. Kebencian itu terdengar valid, sebab motor-motor itu memang mudah menyebalkan. Aerox dibenci karena pengendaranya suka ugal-ugalan. Scoopy dibenci karena lampu depannya terlalu terang. Dan, motor gede, kita semua tahu kenapa banyak dibenci, nggak perlu saya jelaskan lagi.

Akan tetapi, dari deretan motor-motor yang menyebalkan dan dibenci tersebut, ada satu motor yang luput dari perhatian orang. Ada motor yang nggak kalah menyebalkan yang luput untuk diberikan kebencian serupa. Saya nggak tahu kenapa sampai luput, padahal motor ini layak dapat kebencian serupa, tentunya dengan berbagai macam alasan. Motor tersebut adalah Honda CRF.

Mungkin kalian agak kaget dan bilang bahwa motor ini nggak ada salahnya, baik dari desain, performa, penggunaan, atau kelakuan penggunanya. Tapi, percayalah, setelah kalian membaca penjelasan saya, kalian akan mengerti betapa menyebalkannya motor ini.

Baca juga 5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak.

Motor yang mencoba tampil gagah,tapi gagal

Ketika pertama kali rilis di Indonesia, saya langsung paham siapa saja target pasar Honda CRF Motor rilisan 2017 ini untuk mereka-mereka yang suka dengan motor-motor trail. Honda seakan pengin “mengganggu” pasar yang selama ini dikuasai oleh Kawasaki KLX. Apalagi Honda CRF, terutama yang 150cc, punya harga yang sedikit lebih murah ketimbang KLX di kelas serupa.

Di awal kemunculannya, motor ini bisa dibilang cukup banyak diminati. Saya bisa melihat di beberapa tahun awal kemunculannya, Honda CRF mulai banyak terlihat lalu-lalang di jalanan. Apalagi dengan warna merah-putih, yang membuat motor ini kelihatan mencolok sekali. Tapi, saya masih merasa aneh kalau melihat Honda CRF, sebab kelihatannya nggak gagah sama sekali.

Saya melihat motor satu ini seperti manusia jangkung yang nggak punya otot. Benar ramping, tapi cenderung cungkring. Nggak ada gagah-gagahnya sama sekali. Apalagi kalau dibandingkan dengan Kawasaki KLX yang lebih kelihatan gagah, lebih kelihatan garang, dan kayak lebih ajeg aja gitu. Coba deh kalian sandingkan Honda CRF 150 dan Kawasaki KLX 150, pasti kalian bisa tahu betapa “kebanting” motor keluaran Honda ini. Intinya, Honda CRF ini dari tampilannya aja udah “nyebelin”.

Dipakai di jalan aspal kurang nyaman, dipakai di jalan tidak beraspal kurang tangguh

Saya beruntung nggak pernah punya Honda CRF. Sebab setelah beberapa kali mencoba mengendarai motor ini, saya nggak punya impresi yang bagus. Katanya, motor ini enak buat di jalanan aspal maupun berbatu. Tapi, ketika saya coba di jalanan aspal, apa yang saya rasakan jauh berbeda. Padahal motor yang saya coba masih standar, dari stang sampai ban nggak ada dimodif sama sekali.

Baca Juga:

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

Ternyata, Honda CRF juga kurang tangguh kalau dipakai di jalanan non aspal, jalanan tanah dan berbatu. Beberapa kawan saya yang suka menerabas ke hutan, bilang bahwa performa motor ini kayak kurang bandel di jalanan off road. Beberapa bilang bahwa bodinya yang terlalu ramping bikin motor ini terasa kurang tangguh di off road, ada juga yang bilang bahwa tarikan mesinnya kurang garang.

Entah itu benar atau nggak, tapi itulah pengalaman kawan saya terkait motor Honda CRF di medan off road. Nyebelin banget, udah mah di aspal kurang nyaman, di jalanan non aspal juga kurang tangguh.

Baca juga Alasan Saya Bertahan dengan Helm Gratisan Honda yang Desainnya Norak. 

Berkendara di belakang Honda CRF ketika musim hujan adalah mimpi buruk 

Hal lain yang bikin Honda CRF nyebelin adalah gimana pengalaman kita, atau setidaknya saya, berkendara di belakangnya. Apalagi kalau sedang hujan, atau ketika jalanan masih basah. Sebab kalau berkendara di belakang motor ini ketika hujan atau jalanan basah, sudah pasti kita akan kecipratan air. Jelas nggak enak banget dan pastinya bikin mangkel.

Lha gimana, Honda CRF ini motornya tinggi, tapi spakbor belakangnya pendek. Bahkan, ada pengendara yang melepas spakbor belakang. Bayangkan saja, spakbor normal saja sudah bikin sebel karena suka nyiprat, apalagi kalau spakbornya dilepas, ya udah kayak disiram dari depan itu rasanya.

Makanya saya paling males kalau lagi di jalan, entah itu pas hujan atau selepas hujan, pokoknya ketika jalanan lagi basah, berkendara di belakang Honda CRF. Saya mending memilih menjauh aja daripada kena cipratan air.

Honda CRF dengan knalpot brong adalah spesies motor paling sampah!

Faktor pamungkas yang bikin motor ini menyebalkan adalah banyaknya pengendara Honda CRF yang memodifikasi motornya dengan knalpot brong atau semacamnya. Ini yang bikin saya mangkel banget, sebab buat saya motor Honda CRF yang pakai knalpot brong ini berisik banget di jalan. Kalau dipakainya untuk trabas hutan sih gapapa. Tapi kalau dipakai di jalan ini lho yang bikin mangkel.

Honda CRF knalpot brong ini level nyebelinnya sama dengan motor matic knalpot brong. Sama-sama jelek, sama-sama berisik. Makanya saya berani bilang bahwa Honda CRF dengan knalpot brong ini adalah spesies motor paling sampah. Bayangkan ketemu Honda CRF di jalan yang knalpotnya brong dan spakbornya nggak ada, terus kita berkendara di belakangnya dalam keadaan jalanan basah habis hujan. Makin menyebalkan.

Makanya, saya berani bilang bahwa Honda CRF ini motor menyebalkan yang sebaiknya lenyap saja dari jalanan. Bikin sumpek aja.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Februari 2026 oleh

Tags: CRFhondaHonda CRFMotor
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Busi

Pentingnya Mengetahui Jenis Busi Motor dan Cara Membersihkannya

9 Desember 2021
Honda Tiger Itu Keren dan Nyaman, tapi Tunggu Sampai Tangki Bensinnya Bocor terminal mojok.co

Honda Tiger Itu Keren dan Nyaman, tapi Tunggu Sampai Tangki Bensinnya Bocor

23 Oktober 2020
Ribut-ribut Pilih Honda Atau Yamaha, Padahal Suzuki Tetap yang Terbaik

Ribut-ribut Honda Atau Yamaha, Padahal yang Terbaik Tetap Suzuki

27 Juli 2023
ganti oli

Ganti Oli Motormu Secara Rutin, ketimbang Motormu Ambyar

15 Desember 2021
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Orang Pintar Bakal Memilih Honda Stylo 160, ketimbang Vespa Matik yang Nggak Nyaman Itu

22 September 2024
Jalan Gatot Subroto Penghasil Pembalap Tangguh di Kabupaten Blora

Jalan Gatot Subroto Penghasil Pembalap Tangguh di Kabupaten Blora

15 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

20 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.