Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sejarah Gunung Gede Pangrango dan Makhluk Gaib Pengganggu Pendaki

Muhammad Afsal Fauzan S. oleh Muhammad Afsal Fauzan S.
8 Desember 2021
A A
Sejarah Gunung Gede Pangrango dan Mitos Makhluk Gaib Pengganggu Pendaki terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang pernah diganggu makhluk gaib di Gunung Gede Pangrango? Beberapa di antara kalian pasti ada yang menjawab pernah. Pasalnya, gunung yang berada di ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango Cianjur-Sukabumi ini selalu menyuguhkan cerita-cerita seram yang bikin calon pendaki ciut sebelum beraksi.

Tentu kita harus tahu dulu soal sejarah Gunung Gede Pangrango. Gunung ini pertama kali meletus pada tahun 1747. Letusan itu luar biasa dan membuat dua aliran lava bergerak dan terlihat dari Kawah Lanang. Namun, letusan kecil dari Gunung Gede masih terjadi seperti pada tahun 1761, 1780, dan 1832.

Akan tetapi, letusan luar biasa kembali terjadi pada 12 November 1840, 100 tahun setelah letusan pertama. Goncangan dari letusan ini bikin warga bangun dari tidurnya karena terjadi jam 3 pagi. Setelah itu, terhitung sudah 24 kali letusan terjadi dan yang terakhir pada 1957 walaupun hanya berupa letusan kecil.

Ngomongin letusan bikin kita ingat sama Gunung Semeru, ya. Ngeri. Tapi, ternyata Gunung Gede Pangrango ini menyimpan mitos dan sejarah zaman kerajaan yang menarik buat diulas. Gunung setinggi 2.958 mdpl ini ternyata tercatat dalam naskah kuno Sunda, Bujangga Manik. Sama seperti Gunung Manglayang yang pernah saya bahas minggu lalu.

Dari naskah itu, Gunung Gede Pangrango disebut sebagai Hulu Wano Na Pakuan yang artinya tempat tertinggi di Pakuan. Konon, penjaga Gunung Gede ini bernama Eyang Jayakusuma. Namun, ada lagi penjaga dua buah batu besar di halaman parkir kawasan Kebun Raya Cibodas yang berada di area Gunung Gede Pangrango, yaitu Eyang Jayarahmatan dan Embah Kadok. Katanya sih batu itu pernah dihancurkan, tapi batu itu nggak mampu dihancurkan pakai alat modern.

Selain itu, tepat di tengah-tengah curug atau air terjun Cibereum ada petilasan makam Eyang Haji Mintarsa yang konon merupakan perwujudan dari seorang pertapa sakti. Saking tekunnya doi bertapa akhirnya berubah menjadi batu. Kalau kamu main ke Curug Cibereum, kamu bisa melihat batu itu dengan mata telanjang, kok.

Nggak cuma itu, menurut cerita mulut ke mulut warga lokal di sana, terkadang para pendaki yang ada di sekitar Alun-Alun Suryakancana selalu mendengarkan suara kaki kuda berlari. Berbeda dengan daerah Batu Kuda di Bandung yang konon akan mendengar suara ringkikan kuda. Sebenarnya ada apa antara gunung dengan kuda, ya?

Di hutan yang mengitari Alun-Alun Suryakancana, ada sebuah situs kuburan kuno yang konon katanya merupakan tempat bersemayam Prabu Siliwangi. Seperti yang kita ketahui, pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi terjadi peperangan melawan Majapahit. Bahkan, Sang Prabu juga berperang melawan Kerajaan Kesultanan Banten.

Baca Juga:

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

4 Salah Kaprah Jurusan Sejarah yang Terlanjur Melekat dan Dipercaya Banyak Orang

Sayangnya, Prabu Siliwangi harus menerima kekalahan yang cukup hebat. Ia pun melarikan diri bersama para pengikutnya ke Gunung Gede. Cerita ini bisa menjadi jawaban dari banyaknya petilasan peninggalan yang dianggap sakral oleh sebagian peziarah seperti petilasan Pangeran Suryakencana, putri jin, dan Prabu Siliwangi.

Bahkan, konon katanya, kawah Gunung Gede yang terdiri atas Kawah Ratu, Kawah Lanang, dan Kawah Wadon itu dijaga oleh Embah Kalijaga. Tapi, ada penjaga lain yaitu Embah Serah yang menjaga Lawang Seketeng atau pintu jaga yang terdiri atas dua batu besar. Pintu jaga itu berada di Batu Kukus, sebelum lokasi air terjun panas yang menuju ke arah puncak gunung.

Sejarah dari berbagai mitos-mitos itu memang cukup sulit untuk dibuktikan. Tapi, hal yang kerap terjadi adalah para pendaki yang pernah mendaki ke Gunung Gede dipastikan punya pengalaman horor yang nggak akan bisa dilupakan. Terlebih buat mereka yang penakut dan punya mental yang tempe.

Konon, ada 3 sosok gaib yang biasa ditemui para pendaki di Gunung Gede Pangrango. Sosok ini nggak cuma nyeremin, tapi juga bisa bikin pendaki hilang dari pendakian katanya.

Pertama, setan berkepala dua. Konon ada sosok gaib berkepala dua bernama Aul di Gunung Gede Pangrango. Sosok ini sering muncul di hadapan pendaki. Katanya, Aul ini berjalan lambat dan sempoyongan kayak habis minum oplosan. Hal yang paling nyeremin adalah sosok ini bisa menyamar jadi warga setempat dan bikin para pendaki tersesat dengan menunjukan arah yang salah. Kalau ketemu makhluk ini enaknya diapain, ya?

Kedua, monster berbulu hitam. Banyak warga lokal menyebut sosok ini mirip genderuwo. Makhluk ini sering eksis dan mengganggu para pendaki juga. Konon, sosok ini punya cakar yang tajam, pantesan masyarakat banyak yang bilang mirip genderuwo. Selain itu, monster ini punya mata merah menyala dan biasanya memperhatikan pendaki dari kejauhan.

Nggak cuma itu, sosok ini sangat sensitif kepada para pendaki perempuan. Apalagi para perempuan yang sedang haid. Ini bisa jadi peringatan buat para pendaki cowok yang bawa pacar mereka atau sedang mendaki bersama, pastikan dulu kesehatan para pendaki prima sebelum berangkat.

Ketiga, pria berbaju serba putih. Kalau penampakan sosok ini, saya alami sendiri ketika terakhir kali mendaki Gunung Gede Pangrango sekitar tahun 2016. Saya main ke Curug Cibeureum bersama teman-teman. Sore tiba, kami pun turun. Di tengah perjalanan, saya memotret dan memperhatikan area sekitar. Maklum, jiwa jurnalis saya suka muncul di mana saja.

Di sebuah jurang, saya melihat sosok dengan baju semacam jubah dan mengenakan sorban berwarna putih, ia juga memiliki janggut berwarna putih. Duh, menulisnya saja bikin bulu kuduk berdiri. Sosok itu berdiri seperti sedang memandangi sesuatu. Konon, sosok itu adalah penjaga Gunung Gede Pangrango.

Sosok tersebut memang nggak mengganggu, tapi ngeri saja. Di tengah perjalanan akhirnya saya nggak mau lepas dari rombongan. Takutnya sosok itu malah mengikuti saya dan mengajak saya ke tempat lain. Untungnya nggak sih, kalau begitu mah saya nggak bakalan bisa menulis cerita ini di Terminal Mojok, dong.

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Desember 2021 oleh

Tags: Gunung Gede Pangrangomakhluk gaibMitossejarah
Muhammad Afsal Fauzan S.

Muhammad Afsal Fauzan S.

Mantan wartawan yang jadi programmer dan web developer di pesantren. Sudah menulis sejak 7 tahun lalu. Suka baca buku sambil ngopi.

ArtikelTerkait

bermain hujan-hujanan sepeda motor hujan cuci sungai mojok (1)

Bermain Hujan-hujanan Bikin Sakit Itu Hanya Mitos

30 Januari 2021
Mitos Seram di Gunungkidul selain Pulung Gantung Terminal Mojok

4 Mitos Seram di Gunungkidul selain Pulung Gantung

10 Maret 2022
Pengantin Baru Dilarang Lewat 3 Jalan di Jogja Ini karena Bisa Celaka

Pengantin Baru Dilarang Lewat 3 Jalan di Jogja Ini karena Bisa Celaka

4 Februari 2024
Di Desa Jejeg Bumijawa Tegal, Penjual Nasi Nggak Akan Pernah Bisa Kaya orang miskin nasi gubernur NTT

Di Desa Jejeg Bumijawa Tegal, Penjual Nasi Nggak Akan Pernah Bisa Kaya

22 Juni 2023
mitos kebun raya bogor

Kebun Raya Bogor dan Salah Kaprah Tentang Mitos di Dalamnya

18 Juni 2019
Menguak Sekelumit Sejarah Soal Kesultanan Buton yang Nasibnya Jarang Dikenal terminal mojok.co

Menguak Sekelumit Sejarah Soal Kesultanan Buton yang Nasibnya Jarang Dikenal

8 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong Mojok.co

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

30 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

30 Maret 2026
8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
Penilai Properti: Profesi "Sakti" di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

Penilai Properti: Profesi “Sakti” di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

31 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.