Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jangan Heran, Orang Madura Memang Harus Demo Apalagi Menyangkut Harga Tembakau

Moh. Syahri oleh Moh. Syahri
12 September 2019
A A
harga tembakau

harga tembakau

Share on FacebookShare on Twitter

Ya, belakangan ini di Madura tepatnya di Pamekasan terjadi demo yang cukup agresif menuntut kenaikan tembakau yang anjlok dan berpotensi merugikan para petani tembakau. Warga yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan rakyat peduli petani tembakau ini melakukan aksi di depan rumah dinas bupati Pamekasan.

Aksi demo sebenarnya cukup sering terjadi di Madura sebelumnya di Sumenep yang juga berdemo akibat ucapan seorang presiden bahwa garam di Madura itu jelek atau lebih rendah kualitasnya. Mereka menuntut supaya presiden minta maaf atas penghinaan terhadap garam di Sumenep.

Saya sebagai orang Madura salut dan bangga sekali. Ini menunjukkan bahwa orang Madura tidak hanya jago bertarung dengan celurit atau carok tapi juga jago bertarung lewat aksi demo yang memang sudah diatur oleh konstitusi. Bukankah orang Madura sudah cerdas? Tak mau main hakim sendiri maka jalur konstitusi tak segan-segan mereka lakukan demi membela petani. Sebab mereka rata-rata lahir dari seorang petani. Jadi profesi petani itu harga mati.

Orang Madura sudah sangat militan, tak cukup hanya berjuang merawat taninya di sawah dengan berpanas-panasan dan kehujanan, tapi juga aktif terlibat dalam mempertanyakan hasil taninya kepada pemerintah sebagai orang memiliki tugas untuk mensejahterakan rakyat. Ya maklum, rata-rata tani orang Madura apalagi tembakau memang seringkali masuk pada kualitas dan level tertinggi dibanding yang lain.

Musim tembakau bagi orang Madura itu bagian proses memperkaya hidup. Jika harga tembakau anjlok berarti secara tidak langsung sudah merampas kekayaan orang Madura.

Mencederai harga tembakau sama halnya sudah tak menghargai jerih payah petani. Iya betul. Saya berani mengatakan seperti ini karena orang Madura rata-rata berprofesi sebagai petani. Sedangkan petani unggulannya ya tembakau.

Okelah, mungkin jika hasil tani lain meskipun harganya tidak seberapa, tidak masalah. Dan tidak akan mengundang reaksi banyak orang. Akan tetapi jika harga tembakau yang anjlok itu sudah menghilangkan hajat orang banyak. Dan pemerintah di Madura harus tahu ini. Makanya jangan segan-segan untuk untuk turun ke bawah, rakyat kecil.

Bayangkan! Orang madura yang bertani tembakau, kadang yang sampe puluhan ribu bibit dan luas tanahnya hektaran sudah bisa dipastikan ada hajat besar dibalik itu semua. Kalau nggak mau mengawinkan anaknya, bisa jadi untuk membangun rumah. Atau kalau nggak pengin membeli perlengkapan rumah seperti lemari, kursi dan ranjang dll, bisa jadi melunasi hutang-hutangnya ke orang lain yang sudah bertumpuk-tumpuk.

Baca Juga:

Mahasiswa Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang

Ironi Mahasiswa Madura di UNESA: Kena Roastingan Rasis Dosen Soal Suku, Malah Ditertawakan Mahasiswa Penjilat yang Cari Muka

Intinya bisa dipastikan setiap petani tembakau yang ngebet banget banyaknya itu ada hajat. Bukan main-main.

Kenapa bisa demikian. Ya, bagaimana lagi, wong pencaharian sehari-harinya itu hanya cukup untuk kebutuhan sehari-harinya saja. Itupun kadang nggak cukup dan harus ngutang dan nguli ke orang lain. Nguli saja kadang sewaktu ada orang yang membutuhkan.

Aksi demo itu wajar saja dilakukan bahkan perlu dan mendekati wajib. Petani itu kan penolong negeri, yang yang membantu negeri, dan benteng pertahanan negeri, ini kata Mbah Hasyim Asy’ari. Menyelamatkan negeri ini hukumnya wajib. Jadi membela petani itu menyelamatkan negeri dong.

Jika pemerintah membiarkan harga petani anjlok dan tak mau ngurus harga dari petani yang anjlok, ya berarti dia membiarkan negeri ini hancur. Bukankah seperti itu logikanya soedarku!

Makanya, orang Madura sebenarnya juga agak males sih jika ada pilihan wakil rakyat tapi visi misinya nggak berpihak pada kaum petani. Kalau mau nyalon aja ia mendekat ibarat cari makanan empuk, habis jadi hilanglah ia bak ditelan bumi. Jangankan terun ke bawah, nyapa aja kagak.

Itulah kanapa jika kalian ketepatan jadi orang Madura dan mau nyalon jadi DPR atau bupati, mbok ya tolong yang benar jadi wakil rakyat. Jangan hanya duduk di kantor berdasi tapi tak bisa berpengaruh apa-apa kepada rakyat kecil, tapi lihatlah aktivitas kaum petaninya di bawah sana. Apakah kekurangan pupuk. Apakah butuh fasilitas infrastruktur pertanian. Ini sebenarnya yang penting. Jangan hanya mikirin diri sendiri.

Bagaimana apakah saya sudah ngegas? Pemerintah sekali-kali harus di-gaslah. Jika tidak di-gas, mereka nggak panas-panas. Salah satunya ya didemo asal demo damai dan mendidik. (*)

BACA JUGA Papua Barat Bagian dari Majapahit Itu Narasi Nasionalis Romantik yang Keliru atau tulisan Moh. Syahri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 September 2019 oleh

Tags: aksicarokhak rakyatharga tembakaukomoditas dagangorang madura
Moh. Syahri

Moh. Syahri

ArtikelTerkait

putus

Bagi yang Ikut Demo Semangat, Buat yang Nggak Ikut Demo Nggak Boleh Ngata-ngatain

24 September 2019
Orang Madura Bukannya Nggak Paham Aturan, tapi Jalur Motor Jembatan Suramadu Terlalu Sempit hingga Terpaksa Menggunakan Jalur Mobil Mojok.co

Orang Madura Bukannya Nggak Paham Aturan, tapi Jalur Motor Jembatan Suramadu Terlalu Sempit hingga Terpaksa Menggunakan Jalur Mobil 

6 Januari 2024
Nggak Ada Wedding Organizer di Madura karena Orang Madura Nggak Butuh

Nggak Ada Wedding Organizer di Madura karena Orang Madura Nggak Butuh

29 Agustus 2024
Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang Mojok.co

Mahasiswa Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang

5 Mei 2026
Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini Mojok.co

Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Hidup di Sini

14 Mei 2025
Aparat Penegak Hukum Harusnya Cinta Damai, Bukan Memukul Rakyat yang Sedang Aksi!

Aparat Penegak Hukum Harusnya Cinta Damai, Bukan Memukul Rakyat yang Sedang Aksi!

27 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya Mojok.co

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

4 Juni 2026
Bahaya di Gamping Sleman- Ketika Anak Muda Pesimis Hidup (Unsplash)

Bahaya yang Saya Lihat di Gamping Sleman: Ketika Anak Muda Pesimis dengan Kondisi Ekonomi dan Lari ke Judol Sebagai Pelampiasan

1 Juni 2026
Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras Mojok.co

Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras

3 Juni 2026
Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.