Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Orang Madura Tidak Suka Makan Sayur, dan Itu Nggak Aneh Sama Sekali

Akbar Mawlana oleh Akbar Mawlana
17 Mei 2023
A A
Orang Madura Tidak Suka Makan Sayur, dan Itu Nggak Aneh Sama Sekali

Orang Madura Tidak Suka Makan Sayur, dan Itu Nggak Aneh Sama Sekali (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin kalian bakal heran dengan fakta ini: orang Madura itu tidak suka makan sayur. Ini serius, saya nggak bercanda. Bukan berarti tidak pernah makan sayur sih. Tetap makan sayur, cuman variasinya tidak banyak. Variasi sayur yang dimakan tidak sebanyak orang Jawa. Palingan, orang Madura hanya suka makan sayuran terong, daun kelor, timun, dan kangkung.

Realitas orang Madura tidak suka makan sayur memang jarang diketahui banyak orang. Saya sendiri baru menyadarinya ketika menyantap makanan bersama kakak perempuan dan nenek saya. Kakak perempuan saya bilang kalau gado-gado di Madura berbeda dengan di Jawa. Kebetulan suaminya orang Jawa, sehingga sering pulang ke Jawa.

“Kalau gado-gado di Jawa, ikannya sedikit, lebih banyak sayurannya. Kebalikannya, gado-gado di Madura banyak ikannya daripada sayurnya. Gado-gado di Jawa isian sayurnya lengkap, mulai dari timun, kubis, sawi, kangkung, sawi, daun pepaya, dan pare. Alhasil, kalau menyantap gado-gado Jawa, tidak pernah dihabiskan,” cerita kakak perempuan saya.

Tidak berselang lama, nenek saya memberi respons, “Orang Madura memang tidak suka makan sayuran dari dahulu sampai sekarang. Pernah suatu ketika, saya pergi ke Jawa, kemudian dikasih rujak. Rujaknya banyak sayurannya mulai dari daun singkong, daun pepaya, kubis, dan timun. Yang dimakan hanya ketupat dan timun saja, sayuran lainnya masih utuh, tidak termakan.”

Nenek saya kemudian lanjut bercerita lagi kalau dulu pernah main ke rumah temannya di Jawa. Dan disajikan makanan disertai sayuran yang banyak. “Saya ini manusia, bukan kambing,” ucapannya pada temannya dengan nada bercanda.

Variasi lalapan yang sederhana

Mendengar cerita dari nenek, saya menjadi kilas balik pada masa menjadi mahasiswa. Kalau diingat-ingat, memang benar orang Madura tidak suka makan sayur.

Buktinya saja, kalau saya makan lalapan dengan teman yang dari Madura, sayurannya tidak pernah dimakan. Beda ketika makan dengan teman orang Jawa, pasti sayurannya dihabiskan. Sampai-sampai saya pernah bilang ke teman yang orang Jawa, “Kamu lapar, ta? Kok semua sayurnya kamu lahap semua.”

Bahkan, kalau dibandingkan antara lalapan di Madura dengan lalapan di Jawa, memang ada perbedaan. Perbedaannya terletak pada variasi sayurannya. Kalau di Madura, sayurannya hanya timun dan daun kemangi. Sedangkan, lalapan di Jawa lebih kompleks variasinya.

Baca Juga:

Ironi Mahasiswa Madura di UNESA: Kena Roastingan Rasis Dosen Soal Suku, Malah Ditertawakan Mahasiswa Penjilat yang Cari Muka

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

Maka dari itu, saya coba merenungkan kenapa orang Madura nggak suka makan sayur?

Setelah merenungkannya, saya memperoleh jawaban. Yang bikin orang Madura tak suka sayur adalah kondisi geografis.

Kondisi geografis adalah kunci

Begini. secara kondisi geografis, tanah di Madura tidak sesubur tanah di Jawa. Apa hubungannya dengan kesuburan tanah? Hubungannya ada pada variasi tanaman yang bisa ditanam. Banyak sekali variasi sayuran yang bisa ditanam di Jawa. Di Pacet, saya sering melihat sawahnya ditanami sayuran berupa kubis, seledri, wortel, dan bunga kol. Di daerah Batu juga sama, persawahannya ditanami dengan berbagai variasi sayuran.

Sedangkan, sawah di Madura tidak akan subur ditanami dengan sayuran. Mentok hanya bisa ditanami daun kelor dan mentimun. Kebanyakan sawah di Madura ditanami jagung, tembakau, dan padi.

Dengan adanya perbedaan tingkat kesuburan tanah di Jawa dan tanah di Madura, memengaruhi jenis makanan yang dimakan. Sejak kecil, anak-anak di Madura lebih sering diberikan ikan laut daripada sayuran. Sehingga, ketika usianya mulai beranjak, ada kebiasaan tertanam dalam pola hidupnya tidak suka menyantap sayuran.

Kenapa orang tua lebih sering memberikan ikan laut daripada sayuran pada anaknya? Kata orang tua yang saya tanyakan, mereka bukannya tidak mau memberikan anaknya sayuran. Cuman, mendapatkan sayuran segar di Madura susah. Beda kalau di Jawa, sayurannya masih segar. Kecuali, sayuran timun dan daun kelor, masih mudah untuk menemukan yang segar. Sehingga, orang tua takut memberikan anaknya sayuran kalau tidak segar.

Terlebih lagi, para orang tua di Madura meyakini bahwa ikan laut lebih memiliki manfaat bagus untuk tumbuh kembang anaknya, terutama perkembangan otaknya. Sebab, ikan laut punya kandungan protein tinggi.

Makna makanan enak bagi orang Madura

Hal lain yang membuat orang Madura tidak suka makan sayur adalah perbedaan tentang makna makanan enak. Bagi lidah orang Madura, makna makanan enak harus memiliki cita rasa yang kuat. Dari mana muncul makna makanan enak harus memiliki cita rasa yang kuat? 

Proses pembentukannya terjadi secara histori. Kata nenek saya, dari dulu orang tuanya sudah suka membuat makanan yang cita rasanya kuat dengan beragam rempah-rempah. Cara memasak dengan beragam rempah, dilanjutkan oleh nenek saya dan diajarkan kepada ibu saya. Sehingga, cita rasa yang kuat sebagai makna makanan enak bagi lidah orang Madura diperoleh secara turun-temurun.

Dengan begitu, menjadi rasional kalau mereka tidak suka makan sayur. Sebab, sayur rasanya hambar.

Terakhir, yang membuat mereka tidak suka makan sayur karena pemahaman tentang hidup sehat. Kata kerabat saya yang di Jawa, kalau mau hidup sehat harus perbanyak makan sayuran.

Namun, tidak dengan orang Madura. Bagi orang Madura kunci hidup sehat berasal dari kebahagiaan. Dan salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan adalah dengan makan makanan yang disukai. Itu sebabnya, orang Madura lebih suka makan makanan berlemak, seperti sate dan gule. Sebab, makanan berlemak bagian dari makanan kesukaan orang Madura.

Jadi, tidak heran kalau orang Madura tidak suka makan sayuran. Bukan karena tidak mau menghargai pemberian Tuhan. Melainkan faktor geografis dan budayalah yang membuat sayur bukan jadi makanan yang mereka gemari. 

Penulis: Akbar Mawlana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Keunikan Warung Madura di Tengah Gemerlapnya Ibu Kota

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2023 oleh

Tags: makanan enakorang madurasayur
Akbar Mawlana

Akbar Mawlana

Alumni S1 Sosiologi dan sekarang menjadi pegiat literasi. Suka menulis isu sosial.

ArtikelTerkait

3 Rahasia Orang Madura Sukses di Perantauan

3 Rahasia Orang Madura Sukses di Perantauan

26 Februari 2023
Tipe-tipe Orang Tegal Saat Makan Tahu Aci Terminal Mojok

Tipe-tipe Orang Tegal Saat Makan Tahu Aci

1 Desember 2020
6 Barang yang Saya Harap Warung Madura Menjualnya Mojok.co

6 Barang yang Seharusnya Dijual Warung Madura

24 Mei 2025
4 Hal yang Dibenci dan Melukai Hati Orang Madura, tapi Sering Dianggap Biasa Saja oleh Banyak Orang Mojok.co gen z

4 Hal yang Dibenci dan Melukai Hati Orang Madura, tapi Sering Dianggap Biasa Saja oleh Banyak Orang

20 Mei 2025
Nggak Ada Wedding Organizer di Madura karena Orang Madura Nggak Butuh

Nggak Ada Wedding Organizer di Madura karena Orang Madura Nggak Butuh

29 Agustus 2024
Bagi Orang Madura, Bahasa Madura Tak Kalah Njelimetnya dengan Bahasa Inggris madura united bahasa daerah

Kamus Bahasa Madura : Nggak Kalah Njelimet Dibanding Bahasa Inggris

30 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!

28 April 2026
Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026
Temanggung yang Terkenal Nyaman Malah Bikin Orang Jombang Nggak Betah Mojok.co

Temanggung yang Terkenal Nyaman Bisa Bikin Orang Jombang Nggak Betah

30 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nasib Gen Z: Sudah Susah, Malah Serbasalah hingga Dicap “Gila” padahal Hadapi Krisis dan Hanya Mencoba Bertahan Hidup
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.