Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

8 Fakta Menarik tentang Sumo, Olahraga Tradisional Jepang yang Masih Lestari Hingga Kini

Primasari N Dewi oleh Primasari N Dewi
12 Mei 2022
A A
8 Fakta Menarik tentang Sumo, Olahraga Tradisional Jepang yang Masih Lestari Hingga Kini Terminal Mojok

8 Fakta Menarik tentang Sumo, Olahraga Tradisional Jepang yang Masih Lestari Hingga Kini (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau mendengar istilah “sumo”, yang terlintas pertama kali di benak hampir semua orang adalah orang gemuk bergulat, kan? Ya nggak salah juga, sih, karena faktanya memang atlet sumo Jepang sebagian besar bertubuh tambun. Tapi, pernahkah terbesit pertanyaan tentang bagaimana mereka bebersih setelah BAB atau menggosok punggung mereka sendiri saat mandi mengingat tubuh tambun para pesumo? Saya cukup kaget saat mendapatkan fakta bahwa ternyata ada orang lain yang membantu mereka cebok, lho!

Selain fakta tersebut, ada beberapa fakta menarik lainnya tentang sumo Jepang. Mari kita cek satu per satu.

#1 Olahraga tradisional yang masih eksis sampai sekarang

Sumo merupakan salah satu jenis seni atau olahraga tradisional Jepang yang masih lestari sampai hari ini. Pada zaman dulu, sumo dijadikan sebagai pekerjaan alternatif bagi samurai Jepang yang ingin mencari penghasilan tambahan. Biasanya pertandingan sumo ini diadakan di kuil Shinto sebagai ritual manusia biasa yang “menantang” dewa. Oda Nobunaga, seorang daimyo Jepang pada zaman dulu, sangat suka menonton sumo untuk hiburan.

Nah, sampai sekarang sumo ini masih cukup esksis di Jepang, setidaknya generasi tua Jepang sangat antusias menonton pertandingan sumo. Mereka bisa berteriak histeris saat atlet kesayangan mereka bertanding dan marah sampai melempar bantal duduk saat atletnya kalah. Meski tak begitu populer di kalangan anak muda Jepang, faktanya, sumo menjadi ikon Jepang di mata dunia. Stasiun TV di Jepang juga selalu menyiarkan acara turnamen sumo nasional, lho.

Ada ritual khusus sebelum naik ke arena pertandingan (Unsplash.com)

#2 Sarat dengan ritual Shinto

Pertandingan sumo diawali dengan ritual Shinto yang cukup ribet dan memakan waktu. Bisa jadi persiapan untuk ritual ini jauh lebih lama ketimbang pertandingannya sendiri. Sebab, kadang hanya butuh waktu beberapa detik untuk mengeluarkan lawan dari arena sumo. Inti dari pertandingan sumo kan menang dengan cara menarik atau mendorong lawan agar keluar dari ring.

Biasanya sebelum bertanding, pesumo akan melempar garam untuk menyucikan arena pertandingan dari roh jahat. Mereka juga melakukan ritual membersihkan ketiak pakai kain dan mencuci muka serta mulut sebelum masuk ring. Mereka juga akan menepuk perut dan paha mereka.

Selain pesumo, wasit juga punya ritual sendiri sebelum pertandingan sumo berlangsung. Biasanya wasit akan menyiapkan rumput laut dan sake untuk ritual. Wasit dalam pertandingan sumo bukan orang biasa, melainkan biksu atau tetua Shinto yang keputusan penjuriannya sangat dihormati oleh para atlet yang bertanding. Wasit juga selalu membawa pisau ketika memimpin pertandingan yang konon katanya akan digunakan untuk harakiri jika dia melakukan kesalahan. Wah.

Ritual melemparkan garam sebelum mulai pertandingan (J. Henning Buchholz/Shutterstock.com)

#3 Olahraga yang agak bias gender

Perempuan dilarang masuk ke arena pertandingan sumo karena tradisi kuno Shinto yang ingin menjaga kesuciannya. Pernah ada kasus Wali Kota Osaka perempuan yang nggak diizinkan menyerahkan piala ke pemenang padahal Kota Osaka saat itu merupakan sponsor utama kompetisi sumo tersebut.

Baca Juga:

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

Mencoba Memahami Alasan Orang-orang Kabur dari Magang di Jepang

Dulu juga ada sumo untuk perempuan di Jepang. Akan tetapi, mungkin karena terlalu bahaya dan ada kecenderungan pelecehan seksual, sumo untuk perempuan akhirnya ditiadakan.

#4 Perjuangan menjadi pesumo berat

Sebenarnya dulu pesumo itu bertubuh normal dan nggak perlu besar. Namun sekarang, pesumo yang punya badan semakin besar malah dinilai semakin bagus. Seorang pesumo memiliki berat badan sekitar 200 kilogram!

Saat bergabung ke sebuah padepokan sumo (heya), calon pesumo harus berkomitmen penuh. Biasanya pesumo junior direkrut saat mereka berusia belasan tahun. Mereka akan berlatih dari pagi-pagi sekali, makan banyak, bersih-bersih padepokan, hingga melayani keperluan para senior. Pokoknya, senioritas di padepokan sumo sangat ketat dan bisa dibilang “kejam”. Tak heran kalau banyak orang yang nggak kuat dan memutuskan keluar dari padepokan.

Meski memiliki badan yang sangat gemuk, pesumo nggak memiliki lemak visceral yang menumpuk di perut layaknya orang obesitas. Mungkin karena banyak gerak dan berolahraga, ya? Namun, ada juga yang mengatakan kalau rata-rata pesumo akan meninggal dunia 7-10 tahun lebih cepat ketimbang orang biasa.

Jadi bisa dikatakan, saat memutuskan ingin menjadi pesumo, seseorang harus berkomitmen seumur hidup. Dia harus tahu risiko pilihannya sekaligus tahu apa yang ia perjuangkan.

#5 Gaji dan karier pesumo

Kalau ditanya berapa jumlah pesumo di Jepang sekarang, jawabannya kira-kira berjumlah sekitar 700 orang. Para pesumo ini tersebar di 54 padepokan sumo yang ada di seluruh Jepang. Meski gaji bulanan mereka cukup tinggi, nggak semua pesumo menerima gaji, lho. Hanya pesumo yang tergolong tinggi yang berhak menerima gaji bulanan besar. Bagi pesumo yang masih junior atau tingkatannya di bawah, mereka berhak menerima uang saku saja.

Berapa sih gaji bulanan pesumo? Paling tinggi sekitar 2.820.000 yen atau sekitar 338 juta rupiah per bulan. Jumlah yang fantastis, ya? Eits, tapi tunggu dulu, itu gaji buat pesumo tingkatan tertinggi yang sering menjuarai turnamen sumo.

Setidaknya ada 10 tingkatan dalam karier pesumo, yakni yokozuna, ozeki, sekiwake, komusubi, maegashira, juryou, makushita, sandanme, jonidan, dan yang paling rendah jonokuchi. Yang berhak menerima gaji adalah pesumo tingkat juryou ke atas, sedangkan pesumo tingkat makushita ke bawah biasanya hanya mendapat uang saku. Tentu saja pesumo tingkat bawah bisa meningkatkan kariernya sedikit demi sedikit dengan proses dan perjuangan yang nggak mudah.

Wasit sumo biasanya seorang biksu atau tetua Shinto (Unsplash.com)

#6 Harus menjaga tradisi

Seorang pesumo harus hidup dengan menjunjung tinggi tradisi. Setiap hari mereka harus berkimono dan bersandal kayu (geta). Pesumo juga harus menjaga rambut dengan model chonmage yang mirip samurai zaman dulu.

Selain menjaga penampilan, pesumo juga diharuskan bertingkah laku sopan dan menaati segala aturan yang berlaku. Kalau melanggar, pasti akan ada hukuman. Hukumannya berupa sanksi sosial, baik dari masyarakat Jepang umumnya maupun penggemar sumou. Intinya, mereka harus menjaga image pesumo maupun padepokan mereka.

#7 Orang asing boleh jadi pesumo

Nggak hanya orang Jepang yang boleh menjadi pesumo, orang asing pun boleh-boleh saja, kok. Pesumo asing di Jepang biasanya berasal dari Mongolia, Hawai, Samoa, Rusia, Turki, Eropa timur, dll. Jumlahnya memang dibatasi, namun ternyata orang asing juga antusias dengan olahraga satu ini. Saat ini tingkat yokozuna dipegang oleh orang asing yang bernama Hakuho yang berasal dari Mongolia.

#8 Kehidupan pribadi dan setelah pensiun

Seorang pesumo ternyata juga boleh menikah, lho. Tentu saja dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di masing-masing padepokan. Mereka biasanya akan pensiun dengan ritual memotong rambut chonmage-nya. Biasanya setelah pensiun, mantan pesumo akan menjadi pelatih atau mendirikan padepokan sumo.

Seperti itulah kira-kira fakta menarik tentang sumo, olahraga tradisional Jepang yang namanya cukup mendunia. Kalau pergi ke Jepang, jangan lupa menonton sumo di Ryogoku, Tokyo, pusatnya pesumo, ya. Pasti kece banget kalau bisa berfoto dengan mereka.

Penulis: Primasari N Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Fakta Menarik tentang Yakuza Jepang yang Perlu Kamu Ketahui.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Mei 2022 oleh

Tags: jepangolahragasumo
Primasari N Dewi

Primasari N Dewi

Saat ini bekerja di Jepang, menjalani hari demi hari sebagai bagian dari proses belajar, bertahan, dan berkembang.

ArtikelTerkait

Review All Quiet on the Western Front: Tiada yang Riang di Masa Perang terminal mojok.co

Almarhumah Nenek Saya dan Perang yang Tak Padam dalam Ingatan

31 Desember 2020
Oversharing tentang Enaknya Kerja di Jepang Nggak Masalah, tapi Tolong Cerita Juga Bagian Nggak Enaknya

Oversharing tentang Enaknya Kerja di Jepang Nggak Masalah, tapi Tolong Cerita Juga Bagian Nggak Enaknya

9 Februari 2023
Orang Jepang Gila Kerja, Pemerintah Jepang Bikin Program Agar Pekerja Pulang Tepat Waktu

Orang Jepang Gila Kerja, Pemerintah Jepang Bikin Program Agar Pekerja Pulang Tepat Waktu

15 Maret 2023
jerome polin sijabat youtuber nihongo mantappu mojok

Jerome Polin Memenuhi Semua Syarat untuk Menjadi Pemuda Harapan Pemudi

6 Mei 2020
Jangan Lakukan 6 Hal Ini kalau Mau Hidup Bertetangga dengan Nyaman di Jepang Terminal Mojok

Jangan Lakukan 6 Hal Ini kalau Mau Hidup Bertetangga dengan Nyaman di Jepang

23 Desember 2022
Panduan yang Harus Dipahami sebelum Memutuskan Kerja di Jepang

Panduan Singkat Sebelum Memutuskan Kerja di Jepang

19 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

8 Mei 2026
Jalan Raya Kalimalang Dibenci Sekaligus Dicintai Pengendara yang Melintas kalimalang jakarta

Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!

8 Mei 2026
Cita-cita Adik Saya Mati di Tangan Tes Ishihara: Sebuah Vonis Konyol dalam Dunia Pendidikan Kita

Cita-cita Adik Saya Mati di Tangan Tes Ishihara: Sebuah Vonis Konyol dalam Dunia Pendidikan Kita

6 Mei 2026
Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

9 Mei 2026
Bundaran Jombor, Salah Satu Titik Meresahkan di Jalan Magelang Mojok.co

Jalan Magelang: Surganya Depo Pasir dan Nerakanya Pengendara Cupu

8 Mei 2026
Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.