Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
21 Agustus 2026
A A
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) sedang berlangsung di berbagai universitas. Momentum ini bikin saya kembali ke masa masuk kampus. Dahulu, masa pengenalan ini  lebih dikenal dengan sebutan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau Ospek. 

PKKMB sekarang ini memang berbeda dengan Ospek dahulu. Di masa saya, kegiatan-kegiatan orientasi kampus terlihat begitu konyol. Misal, mahasiswa baru diminta membuat dan mengenakan aksesoris yang aneh-aneh. Hingga detik ini saya masih nggak paham korelasi aksesoris aneh-aneh itu dengan kelancaran beradaptasi di kampus atau kemampuan mencerna mata kuliah kelak. 

Menyebalkannya lagi, panitia ospek dulu selalu bersembunyi di balik alasan  “membangun keakraban”. Padahal, begitu masuk kelas, urusan kuliah nyatanya sangat individual. Mau seakrab apa pun pas Ospek, maba akhirnya akan berkelompok secara alami dengan orang-orang yang sefrekuensi.

Syukurnya, aktivitas perpeloncoan yang banyak terjadi di masa lalu semakin berkurang di PKKMB hari-hari ini. Setidaknya itu yang saya amati. Entah kalau di balik PKKMB yang tersiar ternyata banyak yang disembunyikan. 

Sebagai seseorang yang pernah mengalami Ospek dan realitas jadi mahasiswa baru, menurut saya ada beberapa hal yang sebaiknya diajarkan saat Ospek atau PKKMB daripada perpeloncoan yang nirfaedah itu: 

#1 PKKMB sebaiknya mengajarkan seni mengisi Kartu Rencana Studi (KRS)

Bagi maba, urusan mengisi KRS itu ibartiket konser idola K-pop yang ludes dalam hitungan detik. Apalagi kalau sudah berebut kelas mata kuliah wajib dari dosen favorit. Lengah sedikit, kuota SKS keburu disikat orang. Kalau nggak dibekali taktik jitu cara memilih kelas dan mengoperasikan sistem input KRS, anak baru bisa gigit jari lantaran kalah gesit dari senior tingkat akhir yang hobi mengambil kelas ulangan.

#2 PKKMB tolong ajarkan etika menghubungi dosen

Satu hal yang sering luput diajarkan saat PPKMB adalah etika mengirim pesan ke dosen. Bagaimanapun, dosen itu bukan admin toko online yang bisa diajak mengobrol dengan bahasa tongkrongan. Mahasiswa baru butuh pencerahan cara menyusun salam yang sopan, menyebut nama dan NIM di baris pertama, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta tahu diri kapan batas waktu wajar menghubungi dosen. Biar ke depan nggak ada lagi drama dosen mengomel dan mengunggah tangkapan layar percakapan ke sosial media.

#3 Peta urusan berkas

Kantor Tata Usaha (TU) fakultas itu layaknya pos penyelamatan darurat saat hidup mahasiswa sudah di ujung tanduk krisis akademik. Makanya, maba wajib diinfo soal delegasi kekuasaan di sana. Siapa staf TU yang berkuasa melayani legalisir, pengumpulan tugas yang dicetak, atau siapa yang memegang arsip nilai. Kalau sudah hafal seluk-beluk wilayah kekuasaan TU, dijamin maba nggak bakal mondar-mandir bolak-balik cuma gara-gara salah menemui staf yang bersangkutan.

Baca Juga:

Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

#4 Menghafal denah kampus wajib diajarkan pas PKKMB

Tata letak gedung kampus itu terkadang menyerupai labirin misterius yang sukses bikin pusing tujuh keliling. Terlebih, buat orang baru. Salah ambil belokan sedikit saja, mahasiswa baru bisa-bisa menyasar dan harus memutar lebih jauh. 

Jadi, alih-alih dipaksa menghafal yel-yel orientasi yang nggak jelas juntrungannya, saat PKKMB maba sebenarnya jauh lebih butuh ditunjukkan mana letak setiap ruangan biar nggak terlambat masuk kelas atau laboratorium.

#5 Daftar warung makan ramah kantong mahasiswa

Perut kenyang adalah syarat mutlak mendobrak gerbang kesuksesan kuliah strata satu. Praktis, mahasiswa baru harus punya guidebook warung kaki lima yang budget-friendly di sekitar kampus. Mulai dari kuliner porsi kuli, burjo yang ada wifi, sampai angkringan tengah malam. Informasi lapangan semacam ini jelas jauh lebih bermanfaat ketimbang harus repot-repot menghafal nama lengkap seluruh panitia PKKMB yang batang hidungnya bakal raib entah ke mana di semester akhir.

#6 Prosedur mencari barang hilang jadi informasi yang tak kalah penting

Kehilangan helm di parkiran sampai flashdisk adalah celaka khas kehidupan kampus yang lumrah terjadi. Oleh karenanya, maba mesti dikasih tahu titik posko kehilangan kampus atau akun media sosial kampus mana yang sigap menampung barang-barang hilang. Bekal pengetahuan birokrasi mini semacam ini bakal lebih menyelamatkan hidup mereka dibanding keharusan tiba subuh hari demi PKKMB semata.

#7 Mengakses poliklinik kampus

Sesi bedah fasilitas kesehatan kampus sebenarnya jauh lebih berfaedah kalau dimasukkan ke materi PKKMB daripada agenda berjemur di lapangan dan dibentak-bentak senior. Pasalnya, kalau suatu kali badan mendadak rontok, mahasiswa baru nggak perlu panik sampai langsung merogoh kocek dalam buat ke rumah sakit. Toh, biasanya kampus sudah menyediakan poliklinik internal yang siap siaga menampung keluhan mahasiswa aktif, lengkap dengan fasilitas tebus obat gratis atau subsidi miring. Boleh jadi, informasi penting yang tampaknya sepele saat PKKMB ini akan menyelamatkan jiwa seseorang kelak.

Usia saya sekarang sudah jauh dari rata-rata maba angkatan sekarang. Semoga saja praktek-praktek tak berfaedah saat saya Ospek dahulu sudah tak diterapkan di PPMB sekarang. Semoga aktivitas PKKMB sekarang benar-benar berorientasi pada kebutuhan mahasiswa baru seperti 7 poin di atas. Sehingga, hari-hari awal mahasiswa di kampus bisa benar-benar terbantu dengan digelarnya PKKMB.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Sekolah Hanya Bangga pada Muridnya yang Keterima di Kampus Negeri, Sisanya Remah-remah, Dianggap Saja Tidak!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2026 oleh

Tags: mabaMahasiswamahasiswa baruOrientasi Studi dan Pengenalan KampusospekPengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa BaruPKKMB
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

agribisnis menthek kafe tengah sawah KKN wabah corona pemandangan pagi sawah mojok

KKN, Walau Banyak Nggak Enaknya, Sisi Positifnya Juga Banyak

11 Mei 2020

Rambut Rontok hingga Jemuran Hilang, Tinggal di Kos Putri Nyatanya Tidak Seindah Kata Orang-orang

14 September 2025
Jurusan ilmu politik, Hukum Catur Haram dan Kegemaran Menyusahkan Diri dengan Selalu Bertanya “Hukumnya Apa?”

A-Z Jurusan Ilmu Politik: Jurusan yang Dikira Lulusnya Auto Jadi Anggota DPR

26 Mei 2020
7 Rekomendasi Media yang Memuat Tulisan Opini Mahasiswa Mojok.co

7 Rekomendasi Media yang Memuat Tulisan Opini Mahasiswa

8 Januari 2024
Memilih Politisi Ganteng: Masih Relevankah bagi Pemilih Muda?

Mahasiswa Sejatinya Adalah Politisi yang Tertunda

16 Juni 2023
Membayangkan Upin Ipin dan Anak Kampung Durian Runtuh Jadi Mahasiswa Jurusan PGSD. Jelas Mail yang Paling Lama Lulus karena Jualan Mulu Mojok.co

Membayangkan Upin Ipin dan Anak Kampung Durian Runtuh Jadi Mahasiswa Jurusan PGSD. Jelas Mail yang Paling Lama Lulus karena Jualan Mulu

20 Mei 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar Terminal

4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar

14 Agustus 2026
5 jurusan S2 ini mending dipelajari di luar negeri, bukan di Indonesia Mojok.co

5 jurusan S2 ini mending dipelajari di luar negeri karena lingkungan akademis Indonesia belum siap

14 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya Mojok.co

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya

15 Agustus 2026
Nasib Sidoarjo: Ketika Ibu Kotanya Kalah Tenar Dibanding Kecamatan Krian, Pusat Pemerintahan Kalah Telak Sama Pasar Tradisional

Nasib Sidoarjo: ketika ibu kotanya kalah tenar dibanding Kecamatan Krian, pusat pemerintahan kalah telak sama pasar tradisional

15 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.