Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

6 Hal yang Cuma Ada di Universitas Terbuka

Firdaus Deni Febriansyah oleh Firdaus Deni Febriansyah
10 November 2022
A A
6 Hal yang Cuma Ada di Universitas Terbuka Terminal Mojok

6 Hal yang Cuma Ada di Universitas Terbuka (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Universitas Terbuka (UT) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia dan baru saja mendapatkan status PTN BH dari Presiden Joko Widodo. Fyi, PTN BH ini adalah singkatan dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, alias perguruan tinggi negeri yang didirikan oleh pemerintah yang berstatus sebagai badan hukum publik yang otonom. Saya sendiri merupakan salah satu mahasiswa Universitas Terbuka, jadi tentu saja sedikit banyak tahu tentang kampus ini.

Buat saya, Universitas Terbuka adalah perguruan tinggi yang unik dan berbeda dari perguruan tinggi lainnya. Sebab, ada beberapa hal yang nggak bisa saya temukan di perguruan tinggi lainnya dan hanya bisa saya temukan di UT. Apa saja hal-hal itu?

#1 Sistem pembelajaran yang bervariasi

Umumnya, perguruan tinggi hanya menggunakan dua sistem pembelajaran, yakni tatap muka dan online. Sistem pembelajaran online ini pun baru ada ketika pandemi Covid-19 menghantam Indonesia.

Sementara itu di Universitas Terbuka, sistem pembelajaran yang tersedia lebih bervariasi. Setidaknya sampai saat ini ada 5 sistem pembelajaran yang ditawarkan, yakni tutorial online, tutorial tatap muka, tutorial webinar, tugas mata kuliah, dan belajar mandiri.

Mahasiswa bebas memilih sistem pembelajaran yang diinginkan menyesuaikan kemampuan dan waktu yang dimiliki. Kalau mau digabung juga bisa, misalnya ikut tutorial online untuk sebagian mata kuliah dan tutorial tatap muka untuk mata kuliah lainnya.

#2 Waktu belajar yang fleksibel

Berbeda dengan perguruan tinggi lain yang sudah memiliki jadwal kuliah pakem setiap harinya, di Universitas Terbuka, mahasiswa bisa belajar tanpa terikat oleh waktu. Kita bebas belajar kapan saja asal mengumpulkan tugas sesuai deadline yang sudah ditetapkan. Yah, beda tipis dengan freelance lah. Tapi, kalau freelance kan dapat uang setelah bekerja, sementara mahasiswa UT dapat ilmu setelah belajar.

#3 Tidak ada BEM

Bicara soal perguruan tinggi, tentu identik dengan BEM atau Badan Eksekutif Mahasiswa. Nggak cuma itu, ada juga organisasi kemahasiswaan lain yang bisa diikuti di kampus.

Di Universitas Terbuka, yang namanya BEM itu nggak ada. Forum Alumni Universitas Terbuka merupakan salah satu organisasi yang diakui UT. Ada juga sih beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di kampus UT, namun jumlahnya nggak sebanyak kampus lain.

Baca Juga:

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

Sejujurnya, untuk urusan beginian, UT memang nggak terlalu unggul. Mengingat UT mengedepankan sistem pembelajaran jarak jauh, sehingga nggak memungkinkan untuk mengadakan banyak kegiatan di kampus tiap harinya.

#4 Bebas pilih mata kuliah

Di perguruan tinggi lain ada aturan soal mata kuliah apa saja yang harus diambil mahasiswa tiap semester. Misalnya, mata kuliah Pengantar Matematika dan Kalkulus 1 hanya bisa diambil di semester 1, sehingga mahasiswa harus berhati-hati memilih mata kuliah supaya nggak bentrok dan nggak diambil terlebih dulu oleh mahasiswa lainnya.

Sementara itu di Universitas Terbuka, mahasiswa bebas memilih mata kuliah apa saja sesuai keinginan. Namun dengan catatan, saat pendaftaran harus memilih layanan non-sipas (non-sistem paket semester). Jumlah SKS maksimal yang bisa dipilih di semester 1 adalah 20 SKS, dan untuk semester selanjutnya 24 SKS. Sebenarnya memilih di bawah 15 SKS pun nggak masalah, sih. Sebab, UT memberikan kebebasan bagi mahasiswanya untuk mengatur waktu belajar sendiri tanpa terbebani dengan jumlah SKS yang besar.

#5 Tidak ada drop out

Di Universitas Terbuka, nggak ada kebijakan drop out seperti perguruan tinggi lain yang akan mengeluarkan mahasiswanya jika terlalu lama menyelesaikan studi. Jadi, sekalipun kita sudah kuliah selama 12 semester, UT nggak akan mengeluarkan kita dari kampus kecuali kita berniat mengundurkan diri. Meski nggak ada kebijakan drop out, UT tetap punya kebijakan tegas yang berhubungan dengan pelanggaran akademik yang dilakukan oleh mahasiswa, ygy.

#6 Tidak ada skripsi

Saya merasa cukup beruntung jadi mahasiswa Universitas Terbuka, sebab nggak dipusingkan dengan skripsi berpuluh-puluh halaman. Hehehe. Di UT, mahasiswa cukup membuat karya ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan. Pembuatan karya ilmiah ini tentu saja nggak butuh waktu lama jika dibandingkan dengan pembuatan skripsi. Meski begitu sekarang ini ada juga beberapa jurusan di beberapa perguruan tinggi yang nggak mewajibkan mahasiswanya untuk menulis skripsi sebagai syarat kelulusan, sih.

Itulah enam hal yang cuma ada di Universitas Terbuka. Itulah dia beberapa hal yang ada di Universitas Terbuka tapi tidak bisa kamu temukan di perguruan tinggi lain. Apakah kamu tertarik menjadi salah satu bagian dari UT?

Penulis: Firdaus Deni Febriansyah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Universitas Terbuka: Masuk Gampang, Keluar Susah, dan Udah School From Home dari Dulu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 November 2022 oleh

Tags: KampusMahasiswaPerguruan Tinggiuniversitas terbukaut
Firdaus Deni Febriansyah

Firdaus Deni Febriansyah

Seorang content writer di salah satu agency dan juga mahasiswa di Universitas Terbuka. Tertarik dengan dunia content writing, copywriting, dan SEO.

ArtikelTerkait

Universitas Terbuka Nggak Punya Dosen Pembimbing (Unsplash)

Nggak Ada Dosen Pembimbing, Bagaimana Mahasiswa UT Bisa Mengikuti Perkuliahan?

10 Juli 2023
3 Stereotipe Menyebalkan yang Melekat pada Mahasiswa Jurusan Peternakan

3 Stereotipe Menyebalkan yang Melekat pada Mahasiswa Jurusan Peternakan

6 April 2023
hidup tanpa circle pertemanan itu asyik dan simpel mojok.co

5 Alasan Nggak Punya Circle Itu Nggak Buruk-buruk Banget

27 Agustus 2020
Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro Mojok.co

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

28 Maret 2026
Bertahun-tahun Merantau di Kediri Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Cocok Hidup di Daerah Ini Mojok.co surabaya

Bertahun-tahun Merantau di Kediri Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bisa Cocok Hidup di Daerah Ini

19 Juni 2024
4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Kuliah di UT Itu (Kadang) Menyebalkan: Penuh Singkatan, Modulnya Bikin Mual, Plus Daftar Wisuda Serasa War Tiket Konser!

14 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Jadi Pustakawan: Dianggap Bergaji Besar dan Kerjanya Menata Buku Aja

Pustakawan, Profesi yang Sering Dianggap Remeh, padahal Kerjanya Enak dan Banyak Untungnya

7 Mei 2026
Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun Mojok.co

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun

9 Mei 2026
Derita Orang dengan Logat Bekasi yang Hidup di Solo (Unsplash)

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

10 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.