Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

4 Kalimat Polisi yang Pasti Bikin Kita Pasrah

Nar Dewi oleh Nar Dewi
15 September 2022
A A
4 Kalimat Polisi yang Pasti Bikin Kita Pasrah (Unsplash.com).jpeg

4 Kalimat Polisi yang Pasti Bikin Kita Pasrah (Unsplash.com).jpeg

Share on FacebookShare on Twitter

Polisi adalah salah 1 profesi yang paling sering berhubungan dengan masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat, bukan sekali saja saya harus berurusan dengan mereka. Meski jujur saja, saya nggak mau terlalu sering berurusan sama mereka.

Alhamdulillah, sampai hari ini, jumlah kunjungan saya ke kantor polisi, untuk hal-hal normatif, masih dalam taraf aman. Misalnya mengurus SIM, STNK, hingga mengantarkan saudara membuat SKCK. Maklum, saudara saya bukan koruptor yang diizinkan nggak perlu pakai SKCK kalau mau nyaleg lagi. Saudara saya orang baik, kok. 

Namun, selain pengalaman normatif di atas, ada beberapa kali saya harus berkunjung ke markas mereka karena sebuah musibah. Tentu saja saya datang dengan harapan tinggi. Polisi itu pengayom dan pelindung masyarakat, lho. Makanya, baru sampai depan gerbang saja rasa optimis saya langsung memuncak.

Namun, seperti cinta, harapan saya kandas. Saya hanya bisa pasrah. Apalagi ketika mendengar kalimat-kalimat seperti ini dari mulut polisi.

“Ikhlasin aja!”

Pernah nggak kamu kehilangan dompet atau tas? Dulu waktu SMA, saya pernah apes sekali karena kecopetan. Memang uangnya tak seberapa. Tapi, buat saya yang masih sekolah, tentu kehilangan Rp200 ribu hasil nabung itu bikin nangis.

Dianterin seorang teman, akhirnya saya ke kantor polisi. Pikir saya, nanti mereka akan nguber pencopetnya seperti detektif di film-film yang pernah saya tonton. Tapi akhirnya laporan saya diakhiri dengan kalimat, “Ikhlasin aja.”

Nggak tahu gimana, waktu disuruh ikhlas, hati ini malah merasakan sebaliknya. Saya nggak bisa berhenti memaki si pencopet sambil menggerutu karena disuruh ikhlas gitu aja. Tahu gitu mending saya ke guru agama biar dikasih nasihat soal keiklasan, bukan ke kantor polisi. 

Beberapa tahun kemudian, saya apes kena copet lagi, dong. Mau ke kantor mereka? Ah, hati ini udah berat rasanya. Lagian, ini lagi dompet, ya. Gimana kalau sepeda motor atau mobil? Udah, ikhlasin aja.

Baca Juga:

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

“Kita nggak punya alatnya.”

Kalimat ini pernah muncul dari mulut seseorang yang secara nggak sengaja kami menjadi “merasa dekat”. Waktu itu saya yang sedang kesal karena dompet saya digondol copet, mau masuk ke kantor polisi kok malas, masih malas untuk pulang, lalu memutuskan untuk masuk ke sebuah warung. Untung di saku celana saya masih ada duit untuk makan dan ongkos pulang.

Kebetulan saya duduk di sebelah mas-mas yang sedang makan di warung sebelah kantor polisi. Dia cerita pernah kecopetan juga. Hapenya hilang sewaktu nonton karnaval. Si mas ini lapor ke polisi, berharap hapenya bisa dilacak. Tapi waktu itu, si pengayom masyarakat ini bilang gini: “Kita nggak punya alatnya.”

Saya coba-coba cari di internet mengenai hal ini. Dan memang banyak yang curcol kalau laporan kehilangan hape sulit dilanjutkan ke tahap pencarian pelaku karena katanya tidak ada alatnya. Hmmm.

Akhirnya? Yah, gimana lagi. Dia ikut-ikutan berusaha ikhlas, meski hati ini mendongkol. Tiba-tiba kami merasa dekat. Satu nasib.

“Prit! Mana SIM dan STNK-nya?”

Waduh! Kalau ini sih saya yakin bikin banyak orang deg-degan bin lemes. Apalagi buat yang beneran nggak bawa SIM dan STNK. Atau, buat yang motornya dianggap tidak standar seperti cuma punya spion satu atau knalpotnya dibikin bersuara bak terompet tahun baruan.

Saking seremnya kalimat ini, banyak grup media sosial yang dibuat untuk memberikan informasi lokasi cegatan. Anggotanya pun saya lihat cukup aktif sehingga grup yang temanya terkesan receh seperti itu bisa sangat ramai.

Tapi yang namanya nasib, siapa yang tahu? Saya yakin setidaknya sekali dalam hidup, kita pernah dicegat sama Pak Pol untuk diperiksa SIM dan STNK-nya. Kalau kebetulan tidak bawa, bersiap-siaplah untuk mengikhlaskan minimal Rp50 ribu sebagai denda karena pelanggaran yang kita lakukan. Sidang di tempat, bro.

“Lebih baik damai.”

Kalimat “Lebih baik damai” ini sebenarnya tidak melulu bikin pasrah atau sedih. Saya sendiri justru sepakat bahwa tidak semua konflik harus berakhir di meja hijau. Tapi terkadang, kalimat ini justru bikin jengkel. Iya, jengkel!

Misalnya anjuran berdamai untuk korban kekerasan seksual. Tak sekali saya membaca berita tentang korban kekerasan seksual yang dianjurkan berdamai oleh oknum aparat.

Padahal, korban kekerasan seksual umumnya mengalami trauma yang besar sebagaimana korban penyiksaan, percobaan pembunuhan, dan lainnya. Aneh saja kalau di kasus seperti ini disuruh damai sama oknum aparat.

Yah, kira-kira begitulah 4 kalimat polisi yang mau tak mau bikin kita lemas nan pasrah tak berdaya. Saya sih berharap agar sistem keamanan di Indonesia semakin canggih sehingga kehilangan-kehilangan kecil pun bisa diproses secara cepat dan tuntas. Bravo….

Penulis: Nar Dewi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Saya Anak Polisi dan Masih Percaya Ada Polisi Baik di Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 September 2022 oleh

Tags: copetlapor polisipolisiSIMSTNKtilang
Nar Dewi

Nar Dewi

IRT suka nulis

ArtikelTerkait

#PercumaLaporPolisi

#PercumaLaporPolisi Nggak Bakal Ada kalau Penegak Hukum Kerjanya Bener

9 Oktober 2021
#PolisiSesuaiProsedur smackdown

Ironi #PolisiSesuaiProsedur: Kemarin (Berusaha) Romantis, Sekarang? Nilai Sendiri

14 Oktober 2021
influencer

Pemujaan (dan Ketakutan) Berlebihan kepada Influencer dan Polisi Itu Tidak Sehat

21 Oktober 2021
Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

22 Februari 2026
5 Lokasi yang Diyakini sebagai Sarang Tilang Polisi di Mojokerto

5 Lokasi yang Diyakini sebagai Sarang Tilang Polisi di Mojokerto, Pastikan Kendaraanmu Lengkap Saat Lewat Sini

9 Oktober 2024
Ujian SIM Perlu Direvisi, Harusnya Lebih Fokus pada Etika dan Pengambilan Keputusan di Jalan

Ujian SIM Perlu Direvisi, Harusnya Lebih Fokus pada Etika dan Pengambilan Keputusan di Jalan

27 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.