Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

4 Alasan Pegawai P3K Baru Harus Pamer di Media Sosial

Risnawati Ridwan oleh Risnawati Ridwan
3 November 2025
A A
4 Alasan Pegawai P3K Baru Harus Pamer di Media Sosial (Unsplash)

4 Alasan Pegawai P3K Baru Harus Pamer di Media Sosial (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

“Melihat gaya oknum P3K ala TikTok seolah-olah sudah menjadi ASN golongan 4, padahal baru kontrak perjanjian kerja, euphoria luar biasa.”

“Cuma berlaku lima tahun aja bangga segitunya.”

“P3K kan nggak ada promosi jabatan.”

Komentar negatif di atas saya temukan saat membuka Instagram. Berbarengan dengan nyeri dada melihat kabar bahwa ada istri yang diceraikan setelah suaminya diterima P3K juga menambah daftar panjang patah hati sebab perpisahan. 

Tidak hanya sampai di situ, bahkan backsound untuk mengiringi foto atau video yang diposting pun ada euphoria-nya. “Sudah saatnya menggunakan sound yang mahal.” Belum kerja sehari sudah banyak tingkah.

Selamat, saya ucapkan kepada seluruh pegawai P3K yang baru saja dilantik. Tahun 2025, bagi sebagian orang, merupakan tahun pencapaian. Setelah sekian lama mengabdi dengan sederet tekanan, kini sudah bisa berbangga hati memamerkan baju KORPRI dengan gagah saat upacara. Setidaknya kalau ditanya teman atau tetangga sudah lebih pede saat menjawab.

Berdasarkan hasil observasi yang saya lakukan, ada beberapa alasan yang paling masuk akal yang dilakukan oleh pegawai P3K kenapa mereka harus mengunggah kelulusan ini.

#1 Karena P3K bukan cuma kerja, ini prestasi nasional

Sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada teman-teman yang lebih dulu menjadi P3K. Banyak tirakat yang telah dilakukan sebagai bentuk ikhtiar. Hal ini juga menunjukkan perjalanan spiritual mereka yang sungguh-sungguh ingin menjadi bagian dari sistem pemerintahan.

Baca Juga:

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

Bersyukur Tidak Lolos CPNS Setelah Lulus SMA karena Difitnah Teman Dekat kalau Saya Ikut Seleksi Pakai Ordal

Menjadi P3K bukan tentang diterima kerja di sembarang tempat. Perjuangan ini berdarah-darah antara nasib dan sinyal internet di tempat dari jangkauan yang jauh dari kemajuan. Bahkan ada pegawai pada masa pendataan saja harus menyebrang ke daratan karena berlokasi di pulau terluar. Ini jauh dari jangkauan postingan gagah saat sudah mengenakan seragam KORPRI.

Perjalanan ini wajib diabadikan. Mengingat dulu pernah berstatus “bakti”, kemudian naik kelas menjadi pegawai kontrak atau Non PNS. 

ADVERTISEMENT

Belum lagi, kalau mengingat ujian tulis dengan berbagai macam seremonialnya, seakan setelah lulus P3K akan menjadi SDM paling unggul sedunia. Sudah saatnya melakukan soft launching  di dunia maya. Tentu saja pamer dengan elegan dan lucu agar tidak ada yang iri walaupun hal tersebut sulit terjadi.

#2 Biar tetangga tenang dan grup WhatsApp keluarga aman

Saya pernah merasakan menjadi topik omongan keluarga. Saat itu saya belum menjadi ASN, tapi penghasilan saya delapan kali lipat UMR di kota saya. 

Namun, saat saya lulus menjadi ASN dan mendapatkan gaji hanya 10% dari gaji saya sebelumnya, tetangga dan keluarga menunjukkan rasa bangganya yang terus mengalir. Bahkan saat saya sedang mengenakan seragam kantor, mereka tidak henti-hentinya memuji saya. Padahal gaji saya jauh lebih sedikit.

Bagi pegawai P3K baru, selama ini mereka dianggap hanyalah pegawai yang belum berpenghasilan pasti dan mendapatkan penghasilan seperti ASN. Dengan pamer di media sosial, grup keluarga dan tetangga akan melihat pencapaian yang diraih sehingga kalimat pertanyaan tentang pekerjaan tidak akan bermunculan lagi. 

Kalaupun ada yang bertanya, sudah saatnya menjawab dengan tenang dan percaya diri. Setidaknya sudah menjadi menantu idaman.

#3 Karena seragam biru P3K itu terlalu sakral untuk tidak dipamerkan

Seragam KORPRI identik dengan status Aparatur Sipil Negara. Namun, kini pekerja dengan perjanjian kerja itu dapat mengenakannya. 

Jadi, kalau saya ada di posisi mereka, tentu saya bangga dengan apa yang saya kenakan. Persis, seperti saat membeli barang dengan merk terkenal dan kamu menjadi pusat perhatian. Kamu akan dinilai berbeda dengan yang lainnya.

Lagi-lagi, harus diakui dalam diri kita ada rasa bangga. Apalagi kalau ada upacara hari-hari nasional, foto dengan seragam biru itu akan menambah daftar kebahagiaan yang menyisakan keangkuhan yang diam-diam mengendap dalam diri manusia. Dan itu tak mengapa. Untuk menjadi P3K aja sulit, masa, iya, nggak dipamerkan?

ADVERTISEMENT

#4 Biar teman lama tahu kamu nggak salah jurusan

Dulu saat saya tamat kuliah, saya bingung jika ditanya soal pekerjaan mentereng apa yang cocok dengan jurusan saya. Apakah gaji yang saya peroleh akan membuat saya kaya atau malah jadi bahan omongan tetangga, serta sederet pertanyaan yang membikin saya berkecil hati. Jurusan Kesejahteraan Sosial, mau jadi apa?

Dengan memposting status pekerjaan di sosial media, khususnya P3K yang digadang menjadi pekerjaan idaman mertua itu membuat saya tersadar bahwa, “Ternyata jurusan ini bisa eksis juga”. Biar mereka tahu bahwa jurusan-jurusan yang jarang diminati adalah jurusan yang tiap tahun bisa isi form pajak sendiri.

Pamer bukan berarti sombong. Karena, lagi-lagi ada hal yang harus dibayar kontan. Ada kegagalan yang harus dirayakan. Ada kekecewaan yang harus diakhiri. 

Lalu, mau diakui atau tidak, sebagai manusia dan dalam diri manusia ada rasa bangga meskipun kecil. Dan itu nggak apa-apa. Barangkali satu postingan ajang pamer dalam rangka mengapresiasi diri sendiri adalah cara untuk terus bersyukur. Itu saja.

Penulis: Risnawati Ridwan

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA PPPK Paruh Waktu: Nama Baru, tapi Gaji Tetap Segitu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 November 2025 oleh

Tags: asnKORPRIP3KpnsPPPK
Risnawati Ridwan

Risnawati Ridwan

Ibu Rumah Tangga yang nyambi jadi abdi negara. Bisa dijumpai lewat IG @risnawatiridwan

ArtikelTerkait

5 Alasan PNS Enggan Pakai Motor Dinas Terminal Mojok

5 Alasan PNS Enggan Pakai Motor Dinas

9 Juli 2022
Menjadi Abdi Negara di Kota Kecil Nggak Buruk-buruk Amat, Malah Banyak Untungnya

Menjadi Abdi Negara di Kota Kecil Nggak Buruk-buruk Amat, Malah Banyak Untungnya

22 Agustus 2024
Cikarang dan Status PNS yang Nggak Menarik untuk Buruh Pabrik (Unsplash)

Di Cikarang, Status PNS Tidak Terlihat Menarik. Status Karyawan Tetap Pabrik Adalah Impian yang Lebih Menjanjikan

6 Oktober 2023
4 Hal yang Bikin PNS Dapat Hukuman Disiplin terminal mojok.co

4 Hal yang Bikin PNS Dapat Hukuman Disiplin

10 November 2021
7 Tipe ASN yang (Sepertinya) Cocok Kerja di IKN

7 Tipe ASN yang (Sepertinya) Cocok Kerja di IKN

10 Maret 2023
15 Istilah yang Sering Digunakan dalam Kegiatan Instansi Pemerintah PNS

8 Dosa Besar PNS ketika Melakukan Perjalanan Dinas

6 Maret 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Kegelisahan peneliti BRIN tentang keripik, sepatu, dan genteng (Unsplash)

Catatan seorang peneliti BRIN yang hatinya remuk redam melihat koleganya dihina cuma bisa bikin keripik, sepatu, genteng, dan ngabisin anggaran negara

15 Agustus 2026
Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.