Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Derita PNS Muda: Lembur Tiap Hari, tapi Selalu Dikira Cuma Main Zuma

Yulfani Akhmad Rizky oleh Yulfani Akhmad Rizky
11 Oktober 2025
A A
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum kita mulai, mari kita luruskan satu hal. Sebagai PNS yang gajinya berasal dari uang pajak Anda, kami sadar betul bahwa publik berhak penuh untuk menilai, mengkritik, bahkan mencibir kinerja kami. Tulisan ini sama sekali bukan untuk membantah hak itu.

Anggap saja tulisan ini adalah sebuah upaya kecil untuk menyuarakan sisi lain dari cerita, sebuah kegelisahan yang saya dan teman-teman sesama ‘umbies’ rasakan, tapi mungkin tidak punya kesempatan untuk bersuara.

Rasa sakit itu biasanya muncul saat iseng buka kolom komentar di media sosial. Entah itu di postingan berita soal kebijakan baru atau sekadar konten FYP tentang kehidupan abdi negara. Di antara ratusan komentar, pasti akan selalu ada kalimat sakti itu, dilontarkan dengan penuh keyakinan oleh netizen: “Halah, PNS kerjanya main Zuma doang,” atau “Enak ya digaji negara buat gabut.”

Setiap kali membacanya, rasanya ingin sekali membalas dengan screenshot jam lembur dan tumpukan laporan di meja. Tapi apa daya, kami hanya bisa menarik napas panjang. Di dalam hati, saya berteriak: “Zuma? Jangankan main Zuma, HP aja mode getar terus karena notif grup WA kantor!”

Selamat datang di realitas kami, para PNS angkatan baru yang sering disebut “umbies”. Kami adalah generasi yang berhadapan langsung dengan stigma lama yang sudah mendarah daging: stigma PNS gabut, pemalas, dan pemegang rekor dunia menamatkan Zuma.

Realitas di balik meja yang katanya cuma buat pajangan

Publik mungkin masih membayangkan kantor kami seperti warnet gratisan versi pemerintah: datang, absen, ngopi, scroll Facebook, lalu pulang tenggo. Kenyataannya? Meja kami adalah pusat komando multitasking tingkat dewa.

Seiring dengan tuntutan digitalisasi yang serba cepat, terjadi pergeseran alami di kantor. Kami, para PNS umbies yang tumbuh besar dengan gawai, sering kali dipercaya untuk menangani banyak hal yang berbau teknologi. Para senior sering memberikan kami tanggung jawab ini karena kami dianggap lebih cepat beradaptasi dengan sistem dan aplikasi baru.

Hasilnya? Banyak pekerjaan “modern” yang akhirnya menjadi bagian dari tugas kami. Membuat bahan presentasi PowerPoint yang aesthetic untuk rapat besok pagi sering kali jadi tugas kami. Mengurus aplikasi digital baru yang kadang rumit juga jadi tanggung jawab kami. Membuat laporan akhir tahun setebal bantal? Tentu saja, itu juga bagian dari pekerjaan kami. Kami menjadi garda terdepan dalam proses digitalisasi di unit kami masing-masing.

Baca Juga:

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

Tidak Semua Anak PNS Hidup Sejahtera Bergelimang Harta, Banyak yang Justru Hidup Sengsara

PNS muda, generasi peralihan di dunia birokrasi

Kami, PNS muda ini, ibarat generasi peralihan di dunia birokrasi. Dari satu sisi, kami dihadapkan pada tuntutan zaman yang menuntut semuanya serba cepat dan digital. Dari sisi lain, kami harus beradaptasi dengan sistem dan alur kerja yang sudah mapan, yang terkadang membutuhkan waktu untuk berubah.

Kami ini ibarat smartphone 5G yang dipaksa berjalan di jaringan GPRS. Kami punya kemampuan untuk bekerja dengan cepat, tapi terkadang harus sabar mengikuti alur yang sudah ada. Tentu ada rasa frustrasi, tapi kami sadar ini adalah bagian dari proses.

Ironisnya, saat ada layanan yang lambat, publik tidak melihat kami yang sedang berusaha di belakang layar. Yang mereka lihat adalah sistemnya secara keseluruhan, lalu dengan mudahnya menyimpulkan: “Dasar PNS, gitu doang kerjanya.”

Jadi, apakah kami masih main Zuma?

Jawabannya adalah tidak. Kami bahkan tidak punya waktu untuk itu. Waktu luang kami mungkin habis untuk menonton tutorial di YouTube tentang “Cara Pakai Rumus VLOOKUP Tanpa Nangis”, atau sekadar untuk menarik napas sejenak sebelum revisi laporan berikutnya datang lagi.

Tentu, kami tidak naif. Oknum dengan mentalitas lama itu mungkin masih ada di beberapa sudut. Tapi menyamaratakan bahwa semua PNS zaman sekarang itu pemalas adalah sebuah pandangan yang kurang adil.

Kami, para umbies, sedang mencoba memberikan yang terbaik dari dalam. Upaya ini mungkin tidak selalu terlihat, tapi kami berharap perlahan bisa membawa perubahan positif, sekecil apa pun itu. Kami adalah generasi yang sedang mencoba membangun citra baru, sambil menanggung beban kerja ganda dan kesalahpahaman yang tak ada habisnya.

Jadi, jika lain kali Anda ingin melontarkan lelucon soal PNS dan Zuma, mungkin ada baiknya mengingat bahwa zaman sudah berubah. Mungkin saja, PNS yang sedang Anda ajak bicara itu baru saja begadang sampai jam dua pagi, bukan untuk menamatkan level, tapi untuk menyelesaikan bahan paparan yang akan Anda baca beritanya keesokan hari.

Penulis: Yulfani Akhmad Rizky
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA ASN Boleh Mengkritik Negara, karena Digaji oleh Rakyat dan Diminta Setia pada Negara

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2025 oleh

Tags: birokrasi digitalgame zumapnspns lemburPNS muda
Yulfani Akhmad Rizky

Yulfani Akhmad Rizky

Pelayan rakyat sekaligus mahasiswa bujangan, lebih hafal jadwal flash sale panci mini daripada jadwal dinas luar kota.

ArtikelTerkait

Hasil TWK Saya Buruk, Apakah Saya Kurang Nasionalis?

Hasil TWK Saya Buruk, Apakah Saya Kurang Nasionalis?

11 Januari 2020
Jadi PNS Nggak Melulu Enak, Inilah Hal-hal Pilu yang Harus Dihadapi Terminal mojok

Jadi PNS Nggak Melulu Enak, Inilah Hal-hal Pilu yang Harus Dihadapi

5 Februari 2021
seleksi pppk pns guru honorer birokrasi amburadul mojok.co

Guru Honorer: Gaji Tak Seberapa, Pekerjaan Berlipat Ganda

2 Juli 2020
Panduan Memahami Kesejahteraan PNS sebelum Benar-benar Yakin Ikut Tes CPNS Tahun Ini

Lolos Tes CPNS Adalah Harga Mati bagi Pengangguran

18 September 2023
Instansi di Pusat dan Daerah yang Masih Sepi Pelamar CPNS 2024, Cermati supaya Kesempatan Lolos Semakin Besar! Mojok.co

Instansi Pusat dan Daerah dengan Jumlah Pendaftar CPNS 2024 Paling Sedikit, Cermati supaya Kesempatan Lolos Semakin Besar!

3 September 2024
Ciri-ciri Warung Makan yang Berikan Garansi Kelezatan terminal mojok.co

Ciri-ciri Warung Makan yang Berikan Garansi Kelezatan

28 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit Terminal

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit

8 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas Terminal

Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas

8 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.