Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
17 Juni 2026
A A
3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok Mojok.co

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

#2 Manten pari sebagai bentuk syukur petani kepada alam

Kalau Manten Kucing berkaitan dengan hujan, manten pari lebih dekat dengan kehidupan para petani. Tradisi ini lahir dari penghormatan masyarakat agraris terhadap padi yang menjadi sumber kehidupan mereka.

Dalam budaya Jawa, padi sering dikaitkan dengan sosok Dewi Sri yang dipercaya sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran. Karena itulah, menjelang panen atau setelah panen berhasil, sebagian masyarakat menggelar prosesi simbolis yang dikenal sebagai manten pari.

ADVERTISEMENT

Pada ritual ini biasanya dipilih dua ikat padi terbaik. Kemudian, dihias menyerupai pasangan pengantin. Keduanya diarak atau ditempatkan di lokasi khusus sebelum dibawa ke lumbung. Prosesi tersebut menjadi simbol penyatuan harapan agar hasil pertanian tetap melimpah pada musim berikutnya.

Bagi masyarakat desa, padi bukan sekadar tanaman. Padi adalah sumber makan, sumber penghidupan, sekaligus penopang ekonomi keluarga. Karena itulah penghormatan terhadap padi diwujudkan melalui berbagai ritual tradisional, termasuk manten pari.

Tradisi ini juga menjadi pengingat bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri. Ada tanah, air, cuaca, dan kerja keras petani yang semuanya saling terhubung. Lewat manten pari kita diajak tetap menghargai alam yang selama ini memberi kehidupan.

Meski tidak sepopuler manten kucing, tradisi ini masih dapat dijumpai dalam beberapa kegiatan adat pertanian di wilayah pedesaan Tulungagung dan menjadi bagian dari budaya agraris masyarakat setempat.

Baca juga Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang.

#3 Kirab pengantin tebu, cara warlok Tulungagung menandai dimulainya musim giling

Manten tebu berkembang di kawasan industri gula. Tradisi ini menjadi salah satu ritual yang masih rutin dilaksanakan menjelang musim giling tebu di Tulungagung. 

Baca Juga:

6 Pantai Tulungagung yang Memukau, tapi Menyimpan Bahaya bagi Wisatawan

4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang

Salah satu bukti pelaksana tradisi ini adalah pabrik gula Modjopanggoong di Tulungagung. Setiap menjelang musim giling, pihak pabrik gula mengadakan prosesi kirab pengantin tebu

Tujuan tradisi ini adalah sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar proses produksi berjalan lancar. Dalam ritual tersebut terdapat sepasang boneka pengantin yang disebut sebagai manten tebu. Boneka ini diarak layaknya pengantin sungguhan lengkap dengan rombongan pengiring, sesaji, seserahan, dan alunan musik tradisional Jawa.

Prosesi kirab biasanya dimulai dari kawasan permukiman menuju area pabrik gula. Setelah sampai di lokasi penggilingan, boneka pengantin tersebut dibawa menuju stasiun giling sebagai simbol dimulainya musim produksi gula.

Tradisi ini menyimpan berbagai harapan. Mulai dari agar petani memperoleh hasil panen yang baik, pabrik dapat beroperasi tanpa hambatan, hingga seluruh pihak yang terlibat mendapatkan keberkahan selama musim giling berlangsung.

Itulah, 3 tradisi manten paling unik di Tulungagung. Sekilas, manten kucing, manten pari, dan manten tebu memang terdengar aneh. Namun, ketika dilihat lebih dekat, ketiganya menyimpan pesan yang sama. Ada doa untuk hujan, rasa syukur atas hasil panen, serta harapan akan rezeki yang terus mengalir.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2026 oleh

Tags: mantenmanten kucingmanten parimanten tebupilihan redaksitradisitulungagung
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

7 Rekomendasi Sosis buat Bakar-bakaran di Malam Tahun Baru Terminal Mojok

7 Rekomendasi Sosis buat Bakar-bakaran di Malam Tahun Baru

28 Desember 2022
Majalaya, Kecamatan di Kabupaten Bandung yang Sering Diejek Netizen Ternyata (Lumayan) Maju Mojok.co

Majalaya, Kecamatan di Kabupaten Bandung yang Sering Diejek Netizen Ternyata (Lumayan) Maju

12 Mei 2024
Pengalaman Kuliah S3 di Taiwan Bikin Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia Mojok.co

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

25 Maret 2026
Purwakarta dan Purwokerto, Namanya Mirip, Nasibnya bak Bumi dan Langit, padahal Harusnya Bisa Setara!

Purwakarta dan Purwokerto, Namanya Mirip, Nasibnya bak Bumi dan Langit, padahal Harusnya Bisa Setara!

6 Juni 2025
5 Rumah Tua Bersejarah di Gunungkidul yang Layak Dikunjungi Terminal Mojok

5 Rumah Tua Bersejarah di Gunungkidul yang Layak Dikunjungi

23 Maret 2022
Serangan Rusia ke Ukraina: Mungkinkah Perang Dunia III Terjadi?

Serangan Rusia ke Ukraina: Mungkinkah Perang Dunia III Terjadi?

25 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sophie Martin, Merek Fesyen Lokal yang Sudah Menemani Hari-Hari Saya Nyaris Dua Dekade Mojok.co

Sophie Martin, Merek Fesyen Lokal yang Sudah Menemani Hari-Hari Saya Nyaris Dua Dekade

1 Juli 2026
Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Duit, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka Mojok.co

Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Nafkah, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka

2 Juli 2026
Sidang Skripsi Mahasiswa UNY: Ribetnya Mirip Hajatan, Pantas Saja Disebut “Kondangan Akademik” Mojok.co

Sidang Skripsi Itu Hal yang Gampang, yang Lebih Susah Itu Mengurus Berkas Penjajakan dan Yudisium

5 Juli 2026
Obsesi Beli iPhone Bukan karena Gengsi, tapi Ingin Setara (Unsplash)

Obsesi Saya untuk Membeli iPhone Bukan Soal Gengsi, tapi Ingin Merasa Setara karena Tidak Ada Manusia yang Terlihat Kecil di Depan Orang Lain

4 Juli 2026
Sekolah Angkringan Klaten, Tempat Belajar Buka Usaha Angkringan dari Nol hingga Siap Jualan Mojok.co

Sekolah Angkringan Klaten, Tempat Belajar Buka Usaha Angkringan dari Nol hingga Siap Jualan

2 Juli 2026
Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja Mojok.co

Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja

6 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.