Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

10 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan agar Motor Nggak Gampang Mogok Saat Musim Hujan

Budi oleh Budi
20 November 2025
A A
10 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan agar Motor Nggak Gampang Mogok Saat Musim Hujan Mojok.co

10 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan agar Motor Nggak Gampang Mogok Saat Musim Hujan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Motor kerap mogok ketika musim hujan. Bukan semata-mata karena air hujan atau melewati genangan air, motor sering mogok karena kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering diabaikan. Kebiasaan yang sederhana sebenarnya, tapi penting dan pengendara sering lupa. 

Itu mengapa, saya merasa perlu untuk mengingatkan hal-hal ini untuk kebaikan para pengendara sekalian. Jangan sampai kendaraan kalian mogok di titik-titik yang nggak tepat, seperti di tanjakan, lampu merah, atau depan rumah mantan. Jadi inilah kebiasaan yang harus disingkirkan agar motor tidak banyak drama ketika musim hujan seperti sekarang ini. 

#1 Jangan sering-sering menerabas genangan air

Genangan air mungkin terlihat tidak berbahaya, tapi bisa bikin kendaraan mudah rusak. Di balik genangan itu bisa saja ada lubang, lumpur, hingga selokan yang siap melumat mesin kendaraan kalian. 

Motor tipe karbu yang sangat sensitif dengan air perlu lebih waspada terhadap genangan air. Kalau air masuk ke karburator atau filter udara, ya wassalam. Bahkan motor injeksi pun bakal menderita kalau air masuk ke area ECU atau busi.

Itu mengapa, saat musim hujan hindari kebiasaan menerabas genangan air. Pastikan dahulu genangan itu tidak dalam atau tidak berbahaya untuk motor kalian. 

#2 Jangan biarkan filter udara kelebihan beban

Masalah klasik seperti filter udara sering dianggap sepele. Padahal, komponen ini yang mengatur “napas” motor. Di musim hujan, udara lebih lembab, debunya lebih banyak, dan kadang air bisa nyiprat masuk.

Kebiasaan buruk yang harus dihindari adalah membiarkan filter udara kotor dalam waktu lama. Kalau filter basah atau ketutup lumpur, motor bisa langsung mbrebet, ngempos, atau bahkan mati.

Tips sederhana yang bisa pengendara lakukan adalah memeriksanya tiap seminggu atau dua minggu. Bersihin. Kalau pakai yang busa, ringankan bebannya dengan dibersihkan pakai bensin atau diganti sekalian. Kalau pakai yang kertas, jangan jemur sembarangan. Banyak yang salah kaprah jemur filter di terik matahari sampai seperti kertas kerupuk. Ujungnya malah rusak.

Baca Juga:

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

#3 Jangan malas mengeringkan bodi motor bagian bawah setelah kehujanan

Banyak orang membiarkan motornya tetap basah setelah kehujanan. Padahal air hujan itu rawan masuk ke sela-sela kelistrikan, soket, rumah CVT, bahkan kopling. Asal tahu saja, di motor matic, air hujan masuk CVT itu sangat berbahaya karena bikin selip, ngempos, dan akhirnya mogok di gas pertama. 

Solusi paling sederhana, setelah kena guyuran air hujan, lap bagian bawah motor. Semprotkan WD-40 di soket-soket elektrikal, tapi ingat jangan terlalu banyak ya. Pastikan kendaraan kalian terparkir di rumah dalam keadaan kering, tidak becek. 

Agak ribet memang. Musim hujan itu bukan waktu yang ideal buat jadi pemalas. 

#4 Jangan abaikan kondisi busi biar demi menghindari motor mogok

Busi itu part kecil di motor yang krusial banget. Di musim hujan, busi jadi gampang lembap. Kadang air masuk lewat sela-sela karet, bikin percikan listriknya lari ke bodi, bukan ke ruang bakar. Hasilnya? Ya mogok.

Kesalahan umum yang dilakukan seperti busi udah tua, karet penutupnya retak, tetap dipakai. Hingga bikin motor udah brebet di musim hujan. Kalau motor kamu jenis bebek atau sport lama, lebih rawan lagi. Jadi pastikan karet penutup busi masih rapet dan elastis. Jangan tunggu mogok dulu baru panik. 

#5 Jangan sembarangan cuci motor setelah kehujanan

Ini kebiasaan unik orang Indonesia yang habis kehujanan, motor langsung dicuci biar kinclong lagi. Padahal setelah digunakan mesin masih panas sekalipun kehujanan. Bagian bawah masih ngebul, soket masih basah, jalur listrik masih hangat. Alhasil, motor terpapar lebih banyak air yang memungkin mengembun. Hal inilah yang memicu masalah elektrikal. 

Kalian terlanjur terbiasa mencuci setelah motor kehujanan? Boleh-boleh saja asal menunggu motor dingin dahulu. Lalu, cuci bagian luar saja, hindari semprot langsung ke area-area kelistrikan atau mesin. Jangan kebiasaan semprot bawah jok pakai tekanan tinggi ya. 

#6 Jangan sekali-kali mengabaikan ban yang sudah gundul

Ban gundul mungkin tidak secara langsung berkaitan dengan motor mogok. Namun, saat musim hujan, ban gundul itu berbahaya. Banyak kecelakaan itu gara-gara ban nggak bisa mencengkeram jalanan yang basah.

Di samping itu, ban gundul membuat air hujan lebih menciprat ke bodi bagian bawah. Padahal, kita tahu bodi motor bagian bawah adalah area kelistrikan. Ujung-ujungna, potensi motor mogok bisa semakin besar. 

#7 Jangan mengisi tangki BBM ketika hampir kosong, memperbesar potensi motor mogok

Air dan bensin itu musuh bebuyutan. Di musim hujan, perubahan suhu dan kelembaban bikin embun gampang masuk ke tangki, terutama kalau sering dibiarkan kosong. Nah, bensin yang bercampur dengan air ini membuat mesin makin rawan mogok. 

Solusinya simpel banget sebenarnya, jaga isi tangki minimal setengah. Selain bikin aman, hati juga tenang.

 #8 Jangan menunda servis rutin

Musim hujan itu masa-masa motor bekerja ekstra. Sebab, motor mau tidak mau terpapar air hujan, melewati jalan becek, kontur licin, suhu dingin. Semua kombinasi hingga menimbulkan motor bekerja lebih berat dibanding hari-hari biasa.

Itu mengapa, servis rutin motor jangan sampai ditunda. Menunda-nunda bisa membuat pelumasan kurang optimal. Apalagi kalau oli sudah encer gara-gara sering kepanasan dan kedinginan. Akhirnya motor bisa panas berlebih, ngempos, atau tidak bertenaga 

Intinya, kebiasaan malas servis itu harus dibuang jauh-jauh. Motor itu kayak manusia, perlu dirawat supaya nggak gampang sakit.

#9 Jangan memaksakan gas saat mesin belum stabil 

Hujan bikin mesin jadi lembab. Itu mengapa, saat motor berhenti sebentar lalu dinyalakan lagi, mesin biasanya butuh waktu buat stabil. Banyak orang salah langkah saat motor baru hidup, langsung digeber keras. Niatnya biar cepat panas, ujungnya malah banjir bensin atau busi basah.

Coba lebih sabar. Setelah menyalakan motor, biarkan idle dahulu beberapa detik biar mesinnya adaptasi.

#10 Jangan alergi sama perlengkapan darurat demi menghindari motor mogok

Ini bukan kebiasaan buruk, tapi lebih ke bikin kebiasaan baru. Banyak orang meremehkan hal-hal kayak: plastik kecil buat nutup aki atau soket, lap microfiber darurat, kunci busi, cairan anti-air seperti WD-40. Ini barang-barang receh, tapi bisa jadi penyelamat di kondisi hujan. Jadi jangan malas membawanya

Motor mogok di musim hujan sebenarnya bukan hanya takdir, tapi bisa juga menyangkut soal kelalaian. Kita sering merasa kendaraan masih aman, padahal aslinya butuh perhatian ekstra. Kalau kebiasaan-kebiasaan buruk tadi mulai kamu tinggalkan, motor dijamin lebih prima. Nggak gampang drama, nggak gampang ngambek, dan nggak bikin kamu dorong motor di tengah hujan kayak aktor FTV.

Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Yamaha Fazzio: Motor yang Awalnya Terlihat Aneh, tapi Lama-Lama Bikin Kepincut.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 November 2025 oleh

Tags: hujanKendaraanmogojkMotormotor mogokmusim hujansepeda motor
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Susahnya Jadi Pengendara Sepeda Motor di Indonesia: Bahan Bakarnya Kotor, Jalannya Remuk, Penerangan Jalan Semakin Remuk!

Susahnya Jadi Pengendara Sepeda Motor di Indonesia: Bahan Bakarnya Kotor, Jalannya Remuk, Penerangan Jalan Semakin Remuk!

5 Oktober 2024
Jalan Raya Dieng-Kejajar, Jalur yang Membuat Pengendara Mengeluh hingga Misuh Mojok.co

Jalan Raya Dieng-Kejajar, Jalur yang Membuat Pengendara Mengeluh hingga Misuh

14 Mei 2024
Melihat Lebih Dekat Bagaimana Buruh Tani di Situbondo Bertahan Hidup Terminal Mojok

Situbondo Nggak Ada Hujan? Emang Petani di Sini Tanam Padi Pakai Air Galon?

1 April 2023
Saya Nggak Menyesal Membeli Honda Vario 125 2013

Honda Vario 125 2013, Motor yang Nggak Saya Sesali Pembeliannya

24 Juli 2023
Suzuki Smash Cocok untuk Orang-orang yang Ingin “Melambat” dan Ngirit Mojok.co

Suzuki Smash Cocok untuk Orang-orang yang Ingin “Melambat” dan Ngirit

27 Mei 2024
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

3 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Alasan modal Rp100 miliar lebih baik "disulap" jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren Mojok.co

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik “disulap” jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.