Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Yamaha Fazzio: Motor yang Awalnya Terlihat Aneh, tapi Lama-Lama Bikin Kepincut

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
19 November 2025
A A
Yamaha Fazzio: Motor yang Awalnya Terlihat Aneh, tapi Lama-Lama Bikin Kepincut Mojok.co

Yamaha Fazzio: Motor yang Awalnya Terlihat Aneh, tapi Lama-Lama Bikin Kepincut (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Don’t judge Yamaha Fazzio from its cover.

Ada pepatah mengatakan, don’t judge a book by its cover. Sekilas pepatah tersebut terdengar klise, tapi ada benarnya meski kadang sering terlupa. Terutama, untuk urusan beli-beli barang. Maklum, kodrat manusia itu kan memang gampang jatuh cinta pada sesuatu yang enak dilihat. Jadi, kalau ada barang yang agak nyeleneh dikit bentukannya, langsung ilang feeling (ilfeel) dan nggak pengen beli.

Misalnya, ketika melihat Yamaha Fazzio di showroom motor. Rasanya, susah banget untuk jatuh hati pada motor yang satu itu. Yamaha Fazzio ini, gimana ya? Bentukannya itu lho, nggak umum. Mau dibilang retro, bukan. Dibilang futuristik juga jauh. Lucu? Nggak juga. Agak bingung memang mendeskripsikan bentukan Yamaha Fazzio.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, makin banyak pengguna Fazzio yang semula (mungkin) beli karena terpaksa, mulai memandang motor ini dengan cara berbeda. Fazzio, ternyata nggak seburuk itu.

Kunci kenyamanan Yamaha Fazzio

Salah satu hal yang membuat Yamaha Fazzio ini diragukan adalah ban dan bodinya. Bannya kecil, 110/70 depan dan 110/70 belakang. Bodinya juga ramping. Maka, tak sedikit yang mengira motor ini bakal ringkih ataupun limbung. Tapi, ternyata? Nggak juga. Kuncinya, ada pada tekanan ban yang pas, mengikuti rekomendasi pabrik sekitar 29 psi depan dan 33 psi belakang untuk penggunaan normal.

Secara mekanis ini masuk akal sih. Soalnya, bobot Fazzio in ikan sekitar 95 kg, jadi kalau tekanan bannya kurang, motor bakal terasa goyang. Tapi, begitu tekanannya pas, beuhhh… combo bobot yang ringan plus ban kecilnya Fazzio justru jadi kombinasi yang enak. Motor jadi melaju lebih stabil, lincah, dan nurut. Coba aja dibawa masuk ke gang. Enak-enak aja, tuh. Untuk ukuran motor retro, ini bikin pengalaman riding jadi effortless. Doi beneran lebih mudah dipindah, diparkir, dimundurkan, dan dibawa putar balik di jalan sempit. Game changer banget ini sih.

Hal-hal kecil, tapi penting 

Hal lain tentang Yamaha Fazzio yang pada akhirnya membuat penggunanya jadi jatuh cinta adalah betapa berjasanya Yamaha Fazzio dalam mempermudah urusan duniawi. Contoh, bagian deck-nya. Ukuran deck Yamaha Fazzio ini galon friendly. Fitur yang mungkin terlihat sepele, tapi sungguh sangat menyelamatkan hidup kita yang tiap berapa kali sehari harus ngangkut galon.

Bukan hanya itu saja. Ukuran bagasinya yang lumayan, sekitar 17,8 liter,  cukup lega untuk menampung sepatu ukuran 43 ataupun tas kecil.  Ditambah, ada double hook (depan dan belakang), yang membuat penggunanya bisa nyantolin barang bawaan banyak-banyak. 

Baca Juga:

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

Pritilan-pritilan ini mungkin terlihat sederhana dan tidak penting. Tapi, lagi-lagi, yang sederhana itu justru yang jadi penyelamat hidup. Hati kita jadi tenang karena sepatu bisa masuk bagasi tanpa harus ketekuk. Dan, asik-asik aja kalau habis beli es teh mau  lanjut beli sempolan, otak-otak, batagor dan tahu gejrot, tanpa harus kuatir mau dicantolin di mana semua itu.

Kabar baiknya lagi,  jok Yamaha Fazzio ini relatif lebar, tapi tidak selebar Vario. Jadi, bisa muter-muter cari jajan tanpa bikin paha terasa pegal.

Konsumsi bensin irit

Biar bentuknya Yamaha Fazzio kerap dibilang mirip Jarjit, tapi dia irit. Konsumsi bensinnya bisa tembus 1:50–1:65, tergantung gaya berkendaranya. Angka ini bisa terjadi berkat sistem Hybrid Assist, yang membantu akselerasi 3 detik di awal. Dengan begitu, mesin Fazzio tidak perlu ngos-ngosan tiap kali kita narik gas. Sehingga, penggunaan BBM jadi lebih efisien deh .

Kalau dibandingkan dengan motor-motor lain yang desainnya lebih normal, angka ini jelas bikin minder. Misalnya, Honda Scoopy, Yamaha Gear atau Yamaha Mio, rata-rata konsumsi bensinnya ada di kisaran 1:45. Jadi ya balik lagi, don’t judge the book by its cover.

Pada akhirnya, dipikir-pikir lagi, Yamaha Fazzio ini tipikal motor yang bukan bikin love at first sight, tapi love after several rides. Ia harus dicoba dulu, dipakai harian dulu, dibawa ke gang sempit dulu, baru kelihatan pesonanya. Dan, kalau sudah nemu pesonanya, baru deh mikir ulang. Ternyata Yamaha Fazzio ini… boleh juga ya!

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Punya Motor Vespa Itu Menyenangkan, tapi buat Kendaraan Harian, Nggak Dulu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 November 2025 oleh

Tags: FazzioMotorMotor Fazziomotor YamahayamahaYamaha Fazzio
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Jadi Motor Ojol, Cuma Bikin Resah Penumpang

24 Juni 2024
Review Honda Supra X 100 yang Berusia 20 Tahun, Motor Tua Paling Irit terminal mojok

Review Honda Supra X 100 yang Berusia 20 Tahun, Motor Tua Paling Irit

28 April 2021
Ketahui Cara Baca Ukuran Ban Berikut, biar Nggak Kena Tipu Saat Beli terminal mojok otomotif otomojok nitrogen

Tips Merawat Katup Ban yang Diisi Angin Nitrogen dari Tukang Tambal Ban

5 Oktober 2020
Honda Tiger Itu Keren dan Nyaman, tapi Tunggu Sampai Tangki Bensinnya Bocor terminal mojok.co

Honda Tiger Itu Keren dan Nyaman, tapi Tunggu Sampai Tangki Bensinnya Bocor

23 Oktober 2020
Vega R, Motor Yamaha Paling Bersahaja. Cerminan Hidup Stabil, Hemat, Nggak Banyak Drama

Vega R, Motor Yamaha Paling Bersahaja. Cerminan Hidup Stabil, Hemat, dan Nggak Banyak Drama

20 Juni 2025
Yamaha NMAX Itu Motor Overrated dan Nggak Spesial Sama Sekali, kok Bisa Penggunanya Arogan di Jalan? kendaraan dinas kades yamaha all new nmax 155 honda vario

Yamaha All New NMAX 155: Bikin Motor kok Nanggung Banget, Nggak Worth untuk Dibeli

21 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.