Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Siomay dan Batagor di Jogja Nggak Ada yang Enak bagi Lidah Orang Bandung

Lintang Pramudia Swara oleh Lintang Pramudia Swara
27 Mei 2025
A A
Siomay dan Batagor di Jogja Nggak Ada yang Enak bagi Lidah Orang Bandung

Siomay dan Batagor di Jogja Nggak Ada yang Enak bagi Lidah Orang Bandung (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang Bandung yang merantau ke Jogja saya merasa sedih karena belum menemukan siomay dan batagor enak kayak di kampung halaman sendiri…

Sejak saya masih SD, siomay dan batagor menjadi jajanan primadona. Setelah beranjak dewasa, keduanya pun tak pernah gagal menggoyang lidah saya. Apalagi saya tinggal di Bandung yang menjadi surganya siomay dan batagor. Rasanya nggak ada siomay dan batagor yang nggak enak di Kota Kembang. 

ADVERTISEMENT

Akan tetapi siomay dan batagor enak itu tinggal kenangan. Malah menjelma mitos di tanah rantau bernama Jogja. Nggak ada siomay dan batagor enak di Kota Pelajar yang cocok bagi lidah Bandung saya.

Faktor penentu siomay dan batagor bisa enak salah satunya adalah tahu

Selain adonan ikan tenggiri, tahu juga menjadi salah satu bahan utama siomay dan batagor. Siomay dan batagor enak juga ditentukan oleh kualitas tahunya. Kota Bandung terkenal dengan tahunya yang tiada lawan. Beberapa tahu terkenal dari sini antara lain Tahu Cibuntu, Tahu Yun-Yi, Tahu Tauhid, Tahu Lembang, hingga Tahu Ciburial. Pokoknya banyak.

Di dekat rumah saya di Bandung juga ada pabrik tahu yang sudah menjadi langganan. Konon menurut pekerja di pabrik tahu, air menjadi faktor yang menentukan keberhasilan pembuatan makanan olahan kedelai tersebut. Dan air dataran tinggi Bandung Utara memang terbaik.

Sementara itu selama merantau di Jogja, saya belum pernah menemukan tahu yang enak. Selalu saja hambar, entah itu yang dijual di pasar tradisional, supermarket, atau sudah digoreng menjadi tahu isi dan diolah menjadi siomay dan batagor. Hal ini yang membuat siomay dan batagor di Jogja kurang nampol.

Konsep siomay dan batagor Jogja yang menyesatkan

Dalam kamus saya, batagor itu harus ada pangsit yang krenyes-krenyes nikmat ketika dicampur dengan bumbu kacang dan kecap. Dua kali saya makan batagor di daerah Umbulharjo Jogja, di sebuah kedai siomay mengaku-ngaku menjual batagor. Ketika sampai di sana, saya nggak melihat ada batagor pangsit atau bakso tahu yang digoreng dan ditiriskan.

Usut punya usut, ternyata yang mereka tawarkan adalah menggoreng komponen dalam menu siomay, termasuk kentang, kol, dan bakso tahu untuk kemudian disajikan dengan bumbu kacang. Sungguh ajaib. Masalahnya saya nggak satu kali menemukan hal itu. Saya menemukan hal serupa di dua tempat yang berbeda. 

Baca Juga:

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

Sebagai Anak Madura, Saya Cemburu dengan Anak Sumatera yang Tak Perlu Susah Payah Menyembunyikan Identitas

Padahal di Bandung nggak pernah ada menu siomay yang berubah jadi batagor hanya karena dicelup ke dalam minyak panas. Kedua makanan ini punya tempatnya masing-masing dan nggak akan bertukar peran. Sebagai orang Bandung saya nggak habis pikir sih sama konsep sesat siomay dan batagor di Jogja.

Belum menemukan ada batagor kuah di Jogja

Meski saya kurang berminat makan batagor di Jogja, sesekali saya mampir ke warung siomay dan batagor yang ada di Kota Pelajar ini. Penasaran juga, siapa tahu saya menemukan makanan yang bisa mengembalikan kenangan akan kampung halaman.

Sebenarnya selain batagor kering yang dilumuri bumbu kacang, saya juga menyukai batagor kuah. Tetapi sedihnya, saya belum pernah menemukan penjual batagor kuah di Jogja. Apakah main saya kurang jauh? Atau menu batagor kuah memang nggak populer mengingat Jogja nggak dingin kayak Bandung? 

Tidak ada kondimen seperti timun dan jeruk limau

Red flag selanjutnya dari siomay dan batagor di Jogja adalah ketiadaan kondimen. Di Bandung, pedagang siomay dan batagor selalu menyiapkan jeruk dan irisan timun sebagai pelengkap. Bumbu kacang jadi lebih wangi dan segar ketika diberi sedikit perasan jeruk. Timun juga menjadi pelengkap yang tak kalah menyegarkan untuk dimakan berpadu dengan bakso tahu dan bumbu kacang. 

Akan tetapi selama di Jogja, saya belum pernah menemukan itu. Melihat kedai batagor viral Bantul di Instagram saja hati saya menolak percaya. Kok kayaknya mending saya pesan batagor frozen dari Bandung, terus beli timun dan jeruk limau di warung sayur, ya. Batagor digoreng sendiri di dapur kosan lalu dinikmati dengan air mata bercucuran. Soalnya saya terharu saking enaknya.

Saya harus bisa berlapang dada karena di Kota Pelajar ini nggak ada siomay dan batagor seenak di tanah kelahiran saya. Semoga saja nanti akan tiba saatnya di mana siomay dan batagor di Jogja tak lagi salah arah. Cita rasa tahu yang digunakan lebih diperhatikan, membiarkan siomay tetap di kukusan dan bukan digoreng, hingga menyediakan timun dan jeruk limau dalam tiap sajian.

Penulis: Lintang Pramudia Swara
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Betapa Meruginya Orang-orang yang Nggak Menyertakan Pare dalam Seporsi Siomay.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2025 oleh

Tags: BandungbatagorJogjasiomaysiomay jogja
Lintang Pramudia Swara

Lintang Pramudia Swara

Lulusan S1 ISI Yogyakarta. Minat menulis seputar isu sosial, literasi dan pendidikan seni. Sehari-hari mengasuh toko buku yang letaknya di Kotagede, Jogja.

ArtikelTerkait

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

29 April 2026

Yang Terjadi Jika Burjo Sami Asih Ditutup Seperti McD Sarinah

13 Mei 2020
Jogja Sangat Layak Dinobatkan sebagai Ibu Kota Ayam Goreng Indonesia!

Jogja Sangat Layak Dinobatkan sebagai Ibu Kota Ayam Goreng Indonesia!

1 Desember 2025

Saya Ikut Sedih Saat Kafe Dixie Jogja Akan Tutup, Meski Saya Belum Pernah ke Sana

6 Mei 2021
Nasib Mall Lippo Plaza Jogja yang Hidup Segan Mati Tak Mau Mojok.co

Nasib Mall Lippo Plaza Jogja yang Hidup Segan Mati Tak Mau

25 Februari 2024
Terminal Ledeng: Terminal Multifungsi di Pinggiran Kota Bandung yang Bukan Sekadar Tempat Ngetem Angkot

Terminal Ledeng Bandung: Terminal Multifungsi di Pinggiran Kota Bandung yang Bukan Sekadar Tempat Ngetem Angkot

12 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

23 Juni 2026
Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau Mojok.co

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau 

24 Juni 2026
Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Orang yang Bilang Indomie Warkop Lebih Enak Itu Aneh, Beneran

22 Juni 2026
Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja Mojok.co

Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja

25 Juni 2026
Kandang Ayam Datang Belakangan, Rusak Kenyamanan (Unsplash)

Rumah Saya Perlahan Kehilangan Rasa Nyaman Akibat Kandang Ayam yang Datang Belakangan

21 Juni 2026
Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri Terminal

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.