Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Saya Setuju Teras Cihampelas Dirobohkan, dan Tata Lagi Jalan Cihampelas agar Jadi Lebih Menarik

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
28 Januari 2026
A A
Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja

Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai warga Bandung yang sehari-hari berkutat dengan kemacetan dan estetika kota yang kian ajaib, saya ingin mengetuk pintu hati Pemerintah Kota Bandung. Saya sepakat dengan usulan Dedi Mulyadi: Teras Cihampelas lebih baik dirobohkan saja. Kenapa? Karena bangunan yang dulu digadang-gadang jadi ikon baru ini sekarang cuma jadi saksi bisu proyek “mati suri”.

Alih-alih jadi pusat ekonomi kreatif, ia malah merusak pemandangan. Dan yang paling bikin geleng-geleng kepala, Teras Cihampelas pernah jadi lokasi perbuatan aksi asusila yang pernah viral.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, awalnya sempat keukeuh ingin merevitalisasi tempat ini jadi sentra UMKM. Niatnya mulia, tapi realitasnya pahit. Untungnya, Pak Wali Kota akhirnya sadar dan berubah pikiran. Keputusan untuk membongkar Teras Cihampelas adalah langkah paling logis, apalagi setelah terungkap fakta mengejutkan: bangunan sepanjang itu ternyata tidak punya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) maupun Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Bayangkan, bangunan publik sebesar itu ilegal secara administratif menurut standar Kementerian PU. Kalau syarat dasar sebagai bangunan saja tidak terpenuhi, buat apa dipertahankan? Daripada jadi monumen kegagalan yang membahayakan, lebih baik diratakan dan dirobohkan saja.

Namun, pembongkaran bukan berarti membiarkan Jalan Cihampelas jadi gersang. Sebagai warga Bandung, saya berharap untuk wajah baru Jalan Cihampelas pasca pembongkaran.

BACA JUGA: Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja

Tata kembali kawasan pedestrian di Jalan Cihampelas

Setelah jembatan beton raksasa itu hilang, jangan biarkan bagian bawahnya terlantar begitu saja. Tata kembali kawasan pedestrian di permukaan jalan dengan standar yang manusiawi. Kita butuh trotoar yang luas, ramah difabel, dan bersih dari parkir liar yang menyebalkan atau tiang-tiang listrik yang malang melintang mengganggu pemandangan.

Jadikan Jalan Cihampelas ini menjadi tempat di mana orang benar-benar ingin jalan kaki dan wisata berbelanja dengan kenyamanannya, bukan karena terpaksa jalan kaki akibat macet.

Baca Juga:

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

BACA JUGA: Bandung Dulu Dikenal Indah, tapi Kini Justru Jadi Bahan Olokan di Media Sosial

Kembalikan karakter atau patung “Superhero” yang hilang di Jalan Cihampelas

Sebagai warga Bandung, mari kita bicara jujur, daya tarik utama Cihampelas sebelum dibangunnya Teras Cihampelas adalah dengan adanya deretan patung raksasa superhero, seperti Superman, Spider-Man, Hulk dll. Ikon superhero itu untuk menyambut kedatangan para turis yang akan berbelanja di depan toko-toko jeans atau pakaian di Jalan Cihampelas.

Patung superhero itu adalah identitas organik yang tumbuh dari kreativitas warga, bukan dipaksakan oleh proyek pemerintah yang menelan anggaran mahal. Saya berharap, ikon-ikon tersebut kembali. Biarkan Jalan Cihampelas kembali menjadi The Jeans Street yang unik, nyentrik, dan punya karakter visual yang kuat sebagai branding Kota Bandung.

Aspal yang mulus dan leucir tanpa tambalan

Kondisi jalanan Cihampelas saat ini sering kali memprihatinkan. Udah mah sempit, macet dan penuh tambalan yang tidak rata, serta lubang-lubang yang mengintai banyak pengendara (terutama kendaraan bermotor).

Kalau Teras Cihampelas benar-benar dibongkar, pastikan aspalnya diperbarui secara menyeluruh, atau istilah keren dalam bahasa Sunda, “leucir” . Kita ingin jalanan yang mulus, rata, dan enak dipandang. Jangan sampai Bandung dicap sebagai kota seribu tambalan. Tunjukkan kepada dunia, bahwa ibu kota Jawa Barat ini jalanan utamanya bisa sekelas jalanan di kota-kota maju dunia.

Penghijauan yang masif sebagai paru-paru kota

Selama ini Cihampelas terasa gersang karena tertutup jembatan beton Teras Cihampelas. Nah, begitu jadi dibongkar, jangan biarkan jalan Cihampelas ini jadi aspal yang panas tanpa penghijauan. Tanam pohon-pohon peneduh di sepanjang jalan Cihampelas.

Kita yang berlibur dan berbelanja butuh oksigen dan suasana teduh yang dulu menjadi ciri khas Bandung. Dengan penghijauan yang tertata rapi, berjalan kaki di Jalan Cihampelas tidak akan lagi terasa seperti sedang simulasi di dalam oven, melainkan sebuah rekreasi kota yang menyegarkan.

Sebenarnya sih bukan cuma berharap Jalan Cihampelas saja yang butuh revitalisasi pedestrian, jalan mulus tanpa lubang dan penghijauan di tiap sisi jalan. Tapi, berharap jalan-jalan lain di kota Bandung juga menyusul. Supaya Bandung yang katanya romantis ini, benar-benar kelihatan romantis.

Itulah harapan saya tentang Jalan Cihampelas kalau teras Cihampelas benar-benar dibongkar. Membongkar Teras Cihampelas bukanlah sebuah langkah mundur, melainkan keberanian untuk mengoreksi kesalahan demi masa depan yang lebih baik. Mari kita kembalikan Jalan Cihampelas kepada marwahnya!

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Teras Cihampelas Bandung: Habiskan Dana Puluhan Miliar untuk Pembangunan, Kini Mati Suri

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Januari 2026 oleh

Tags: Bandungjalan cihampelasproyek di bandungTeras Cihampelas
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Aa-aa milenial Bandung yang ngojol membelah kemacetan di pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

Jalan Bypass Soekarno-Hatta, Jalan Paling Meresahkan Se-Bandung Raya Mojok.co

Jalan Bypass Soekarno Hatta, Jalan Paling Meresahkan Se-Bandung Raya

27 Mei 2024
Bojongsoang Bandung, Kecamatan Bojongsoang

Bojongsoang, Kecamatan di Kabupaten Bandung yang Letaknya Amat Strategis dan Cocok Jadi Tempat Tinggal

2 Maret 2024
Beginilah Rasanya Hidup di Kos 250 Ribu per Bulan di Bandung dari Awal Kuliah Hingga Lulus: Tempatnya Menyedihkan, tapi Saya Terima dengan Lapang Dada

Beginilah Rasanya Hidup di Kos 250 Ribu per Bulan di Bandung dari Awal Kuliah Hingga Lulus: Tempatnya Menyedihkan, tapi Saya Terima dengan Lapang Dada

12 Mei 2025
Baleendah, Kecamatan Krisis Identitas dan Ditinggalkan Bandung (Pexels)

Baleendah, Kecamatan Krisis Identitas dan Ditinggalkan Bandung

5 Maret 2025
Membayangkan Kota Bandung Tanpa Jalan Braga, Jadi Kurang Istimewa Mojok.co

Membayangkan Kota Bandung Tanpa Jalan Braga, Jadi Kurang Istimewa

19 Maret 2025
4 jajanan tradisional Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya jauh berbeda Mojok.co

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

3 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.