Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kenalan sama Dewan Pengawas KPK yang Hari Ini Resmi Dilantik

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
20 Desember 2019
A A
dewan pengawas kpk artidjo alkostar albertina ho harjono profil biodata rekam jejak dilantik

dewan pengawas kpk artidjo alkostar albertina ho harjono profil biodata rekam jejak dilantik

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dewan Pengawas KPK dilantik hari ini, Jumat, 20 Desember 2019. Siapa saja mereka dan bagaimana rekam jejaknya?

Setelah drama panjang dan penolakan banyak pihak Dewan Pengawas KPK akhirnya terbentuk. Jam setengah tiga tadi kelima anggotanya dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara. Kelimanya adalah Tumpak Hatorangan Panggabean, Harjono, Albertina Ho, Artidjo Alkostar, dan Syamsudin Haris.

Pelantikan Dewan Pengawas KPK sempat menimbulkan drama. UU KPK kan sudah disahkan DPR sejak 17 September 2019, namun hingga dua bulan berselang, Presiden tak kunjung memilih dewan pengawas ini. Gara-gara itu, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif sampai curhat di Twitter bahwa selama dewan pengawas belum ada, KPK tidak bisa melakukan penggeledahan, penyitaan, penyadapan, dan penangkapan.

Publik juga geregetan. Apa sih maunya Jokowi? Diminta menolak revisi UU KPK, tidak mau. Diminta menerbitkan perppu, tidak mau. Diminta buruan melantik dewas, juga tidak mau.

Kini, setelah tiga bulan menunggu, Dewan Pengawas KPK sudah terbentuk. Mengingat fungsi mereka yang sangat signifikan dalam kerja KPK mencegah dan menindak korupsi, kayaknya kita perlu kenalan dulu dengan orang-orang baru ini.

Yang pertama adalah Tumpak Hatorangan Panggabean. Ia mantan ketua KPK jilid I di periode 2003-2007. Jabatan ketua KPK pertama ia dapat berkat usulan jaksa agung saat itu, M.A. Rachman.

Setelah memimpin KPK, pada 2008 Tumpak ditunjuk menjadi dewan komisaris PT Pos Indonesia. Pada 2009, dia ditunjuk lagi untuk menjadi pelaksana tugas KPK menggantikan Antasari Azhar yang terjerat kasus pembunuhan. ia menjabat sampai 2010 dan digantikan Busyro Muqoddas.

Harjono adalah mantan hakim Mahkamah Konstitusi selama dua periode. Setelah menjabat sebagai hakim, ia diangkat untuk menjadi ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Selain itu, dia juga sempat menjadi Wakil Ketua MK dan anggota MPR.

Albertina Ho terkenal sebagai hakim yang menangani kasus pegawai pajak nakal Gayus Tambunan dan kasus pelecehan seksual oleh Anand Krishna. Albertina pernah bertugas di Mahkamah Agung sebagai Sekretaris Wakil ketua Mahkamah Agung bidang Yudisial. Saat ini ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang.

Artidjo Alkostar adalah mantan hakim agung sekaligus hakim ahli hukum terkenal. Sebelum menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas KPK, dia bertugas sebagai Ketua Muda Kamar Pidana Mahkamah Agung Indonesia.  Semasa menjadi hakim di Mahkamah Agung, ia dikenal sebagai hakim yang horor buat koruptor. Sebab, koruptor yang mengajukan kasasi ke MA biasanya hukumannya malah ditambah sama Pak Artidjo.

Syamsudin Haris adalah profesor ilmu politik dari Universitas Indonesia yang saat ini menjabat Kepala Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Ia juga dosen pascasarjana jurusan Ilmu Politik di UI. Pokoknya kehidupan Pak Syamsudin nggak jauh-jauh dari politik dan UI.

Sebagian pihak bahagia menyambut nama-nama anggota Dewan Pengawas KPK yang terdiri dari orang-orang yang dikenal “bersih”. Namun, Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM yang memang selalu galak sepanjang mengawal isu KPK tetap tidak tersenyum.

Hal itu tampak dari pernyataan Ketua Pukat UGM Oce Madril ketika menanggapi rumor bahwa Albertina Ho, Artidjo Alkostar, dan Taufiequrachman Ruki akan menjadi Dewan Pengawas KPK.

“Sebenarnya rekam jejak nama-nama kandidat itu tidak terlalu banyak membantu karena memang konsep Dewan Pengawas itu yang bermasalah, pengaturannya bermasalah, kedudukan lembaga bermasalah, fungsi dan tugasnya bermasalah,” ujar Oce kemarin (19/12) dikutip dari Media Indonesia.

Iklan

BACA JUGA Mahfud MD Bilang ‘Wow’ Soal Dewas KPK, Din Syamsudin: Kalau Tak Setuju Jadilah Presiden! atau artikel menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2019 oleh

Tags: dewan pengawas KPKpukat ugm
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Ketua Pukat UGM Jelaskan Kasus Jet Pribadi Kaesang yang Bakal Menyandera Jokowi Usai Lengser
Video

Ketua Pukat UGM Jelaskan Kasus Jet Pribadi Kaesang yang Bakal Menyandera Jokowi Usai Lengser

7 September 2024
Esai

Ketua KPK Sejati Itu Bernama Firli Bahuri! Sukses dan Rajin Silaturahmi Lagi

3 Juni 2021
mahfud md din syamsudin dewan pengawas kpk
Kilas

Mahfud MD Bilang ‘Wow’ Soal Dewas KPK, Din Syamsudin: Kalau Tak Setuju Jadilah Presiden!

20 Desember 2019
ott kpk laode m syarif dewan pengawas jokowi revisi uu kpk perppu judicial review mk mahfud md
Kilas

KPK Nggak Bisa OTT Gara-gara Jokowi Belum Bentuk Dewan Pengawas

12 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.