Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kenakalan Masa Sekolah yang Bikin Saya Heran Sendiri kala Mengingatnya

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
29 Desember 2019
A A
kenakalan masa sekolah wonogiri bk mojok.co

kenakalan masa sekolah wonogiri bk mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mengenang masa lalu memang tabiat manusia yang tak terhapus jaman, apalagi mengenang masa-masa menyenangkan dalam hidup. Dalam rak kenangan di kepala, kenakalan masa sekolah adalah salah satu memori yang tersimpan.

Namanya anak sekolah, pasti ada-ada saja kelakuannya. Usia belum matang dan kadar keberanian yang meluap seakan jadi formula pasti akan tingkah ajaib anak-anak sekolah. Semua pasti punya versi kenakalan masa sekolah sendiri-sendiri. Ada yang bisa disebut biasa saja, ada yang nakalnya di luar nalar.

Kalau bertanya pada saya tentang kenakalan masa sekolah, saya punya banyak cerita kenakalan dalam berbagai kadar. Sebagai bocah yang sudah ndlogok semenjak kecil, tentu saja dalam banyak cerita ini pelakunya saya sendiri. Tidak terhitung berapa kali orang tua saya merasa susah dengan kelakuan saya, walau terkadang justru mereka yang memberi apresiasi akan kebodohan saya.

Saya dulu bersekolkah di SMP Negeri 1 Wonogiri. Waktu itu tinggi saya hanya sekitar 145-150 sentimeter. Badan yang kecil muka imut dengan celana yang kegedean membuat saya jadi sasaran bully paling empuk. Saya dulu memang penakut, mecahin gelas kantin SMP saja saya gemetaran.

Tapi satu kenakalan adalah gerbang kenakalan yang lain.

Kenakalan masa sekolah dimulai saat kelas 2 SMP dengan belajar bolos kelas, terkadang hanya karena kepala saya pusing setelah ngudud. Pada kelas 3 SMP, saya dan teman-teman ketahuan ngerokok di jam pelajaran. Empat orang digelandang ke ruang BK dan semuanya ketakutan. Orang tua kami dipanggil dan saya diskors 3 hari. Ketika di BK, kami disuruh sungkem minta maaf. Orang tua lain memberi petuah, bapak saya cuma cekikikan sambil ngomong, “Kuapok ra koe.”

Cerita lain adalah kumpulan teman saya yang melempari ceret air para kuli yang sedang membangun gedung baru SMP saya. Lemparnya pakai batu dari lantai 2 gedung sekolah. Ketika pecah, kuli lapor ke BK. Yang saya kaget, ternyata pelakunya adalah anak baik-baik yang kebetulan punya ide bodoh.

Kenakalan masa sekolah makin menjadi saat SMA. Kelas 1 SMA baru dua minggu, saya sudah bolos kelas untuk pulang ke rumah dan di jalan pulang malah berpapasan sama Bapak. Saya juga bolos lagi 1 minggu kemudian dengan mengajak 5 orang lain beda kelas. Bolosnya ke mana? Ke Waduk Gajah Mungkur. Blas ra mbois.

Kelas 2 SMA saya masuk kelas IPA. Begini-begini otak saya encer, tapi njendel waktu kelas 2. Kelas 2 SMA adalah masa di mana bocah makin berani untuk rebel dan kenakalan masa sekolah saya lengkapi dengan belajar rokok (lagi) dan minum miras. Pokoknya ke warung deket kuburan, pesen cinta (ciu Fanta), pesta dimulai.

Waktu kelas 2 IPA, langkah kenakalan yang saya lakukan dimulai dengan main Pokemon di kelas Kimia. Saya makin sering bolos karena males ketemu guru yang supergila dalam memberi soal. Contohnya adalah ngasih soal 5 tapi beranak jadi 25.

Tapi saya makin nakal setelah ditolak cewek idaman masa SMA. Saya mulai merokok seperti kereta dan lebih sering bolos dari biasanya. Yang awalnya 1 kali tiap 3 minggu, jadi 2 minggu dalam sebulan. Saat-saat itu saya lalui dengan merokok sambil nyanyi “Ada Yang Hilang” seakan sedang menjadi orang yang paling remuk hatinya sedunia. Kenakalan masa sekolah memang nggak lengkap kalau nggak pakai patah hati.

Tentu saja di akhir semester, saya tidak naik kelas. Karena saya cah ra dongan plus sok kuat, saya tidak pindah tapi bertahan mengulang kelas.

Dasarnya saya memang nggak ada otak, bukannya memperbaiki diri malah makin menggila kenakalan saya. Saya tetep sering bolos dan juga sering berbuat onar tidak perlu. Contohnya adalah cerita ini.

Saya dituduh nyontek oleh guru sejarah bernama Pak Suparmin. Tentu saya tidak terima, ulangan dengan materi G30S/PKI tentu sudah nglotok kecuali memang otakmu rontok. Pulangnya dari sekolah, saya membuat status Facebook “SID = Suparmin Is Dog”.

Iklan

Esoknya, saya diciduk BK dan dimarahi habis-habisan karena menghina guru. Dan saya akhirnya dipertemukan dengan guru tersebut oleh guru BK untuk berdamai.Alih-alih berdamai, guru tersebut saya tantang berantem karena merasa saya benar. Masalah menjadi besar dan ujungnya saya dikeluarkan dari sekolah.

Saya akhirnya merasakan lika-liku transfer pemain sepak bola di masa SMA, dari SMA N 1 Wonogiri menuju SMA N 3 Sukoharjo. Dari IPA ke IPS. Kalian bingung? Apalagi saya di masa kini.

Tingkah ndlajig saya tidak berakhir hanya karena pindah sekolah, malah menambah catatan kenakalan masa sekolah. Baru 1 bulan saya sudah merasakan ruang BK karena ketahuan membawa HP yang saya selipkan ke kantong obeng di motor. Bulan ketiga sekolah saya sudah bolos sekolah (biasanya untuk makan pecel Mbotho) dan bikin drama tidak mau sekolah karena males. Tentu ibu saya jadi stres, kelas 3 SMA malah mau berhenti sekolah.

Tapi semua berbalik ketika saya dapat nilai tertinggi mapel Geografi di try out ujian di sekolahan. Saat itu saya merasa berguna untuk pertama kali. Setelah itu baru saya rajin sekolah dengan kuota bolos sekali sebulan. Semua demi lulus sekolah.

Menuju Ujian Nasional, saya malah kembali nakal. Seminggu bolos karena main Point Blank dan dipanggil sekolah lagi. Untung saja mau ujian, jadi lolos dari hukuman. Untung saja saya melalui ujian dengan lancar dan nilai UN terhitung bagus.

Ketika melihat kenakalan masa sekolah saya, rasanya miris melihat betapa bodoh tindakan saya. Tapi memori menyenangkan biasanya adalah hasil dari tindakan nekat. Kalau ditanya menyesal, ya tidak. Tapi kalau bisa balik ke masa lalu, tentu saya bakal ngeplaki ndase diri saya di masa lalu.

Kenakalan masa sekolah memang tidak bisa dihindari, dan saya yakin fungsinya adalah untuk mengingatkan bahwa kita pernah amat bodoh dan bodohnya lagi, malah bangga akan kebodohan itu.

BACA JUGA Kopi Kenangan Dimodali Jay-Z, Kemenangan Sobat Edgy dan juga artikel menarik yang-bisa-dibaca-sambil-kangen di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2019 oleh

Tags: kelas 2 smakenakalan anak smakenakalan masa sekolah
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian .MOJOK.CO

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 

11 Januari 2026
Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.