Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Fakta-fakta Unik tentang Motor yang Dipakai Balapan MotoGP

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
4 Januari 2020
A A
motogp yamaha yzr-m1 valentino rossi fakta tentang motor motogp rem cakram harga mojok.co

motogp yamaha yzr-m1 valentino rossi fakta tentang motor motogp rem cakram harga mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kita yang mengikuti balapan MotoGP pasti ada keinginan untuk mencoba motornya walau sekali. Karena keinginan itu nyaris mustahil, buat ngadem-ngademin hati, Mojok Institute memberi sedikit info tentang pernak-pernik motor di MotoGP.

Tenaga besar serta desain indah dari motor-motor yang seliweran di ajang balapan MotoGP membuat otak kita pasrah kepada imajinasi. Membayangkan diri mengendarai Yamaha YZR M-1 memang menarik. Apalagi saat melewati tikungan tajam, bisa miring-miring ekstrem, mbois tenan.

Tapi pernah kepikiran nggak jeroan motor yang dipakai di MotoGP itu seperti apa? Atau kenapa kalau mau belok harus miring banget? Atau kok bisa motor sekenceng itu masih bisa direm dan aman-aman saja?

Mari kita bedah satu-satu. Motor di MotoGP itu biaya pembuatannya mencapai 2 juta dolar AS atau hampir 28 miliar rupiah. Untuk fork saja biayanya bisa mencapai 100 ribu dolar AS. Bodinya terbuat dari carbon fiber yang harganya 10 dolar… per 1 pon (0,45 kg). Untuk mesin, biaya pembuatan mencapai 220 ribu dolar.

Padahal dalam penggunaannya, beberapa komponen tidak akan bertahan lama. Contoh ban yang hanya bertahan beberapa jam setelah terpasang. Karena ban di MotoGP itu lebih lengket daripada Wiranto dan pemerintahan, maka dia lebih cepat habis. Ban yang lengket akan meningkatkan kecepatan. Karena ban motor di MotoGP lebih tahan pada temperatur tinggi, usia pakainya terpangkas drastis.

Kenapa kalau belok di MotoGP itu harus miring banget? Jawabannya adalah untuk menghindari jatuh dan meningkatkan akselerasi. Kenapa nggak belok biasa aja? Karena ketika Anda belok di jalanan biasa, Anda berjalan pada kecepatan 40-60 km per jam (sebelum mencapai belokan) yang mana motor tidak pada tenaga tertingginya. Sedangkan di MotoGP kecepatan mereka sebelum menemui tikungan adalah 150-200 km per jam. Jika mereka mengerem mendadak dan belok biasa, yang ada malah jatuh.

Katakanlah Anda pake Honda BeAT, 50 km per jam adalah kecepatan Anda sebelum belok dan saat belok kecepatan Anda 20 km per jam. Sedangkan motor di MotoGP kecepatan sebelum belok adalah 220 km per jam dan kecepatan belok mereka adalah 100 km per jam. Jadi kecepatan terendah saja sudah mencapai 100 km per jam, kalau belok biasa yo ngglasar.

Ketika para pengendara MotoGP membelok dengan cara miring, itu berarti motor masih bisa berjalan pada kecepatan tinggi yang berarti masih bisa dientak ketika melewati belokan. Kalau mereka belok biasa, jarak kecepatan terlalu jauh dan akselerasi mereka tidak maksimal.

Rem adalah fitur paling vital untuk motor di MotoGP. Kecepatan yang dihasilkan oleh motor tidak hanya di angka puluhan, tapi mencapai 30 km per jam. Rem di MotoGP menggunakan desain khusus agar bisa mengurangi kecepatan dari 350 km per jam ke angka 100 km per jam dalam waktu yang amat singkat.

Uniknya, rem yang digunakan berbeda untuk tiap sirkuit. Karena karakter tiap sirkuit itu beda, desain rem pun berbeda. Rem yang menggunakan besi sering digunakan untuk kondisi hujan, jika cuaca cerah piringan cakram berbahan carbon fiber yang digunakan. Temperatur rem selalu dijaga pada kisaran 200-800 derajat Celsius agar bisa berfungsi normal dan stabil. Ukuran piringan rem motor MotoGP 340 mm, berbeda dibanding piringan rem motor komersil yang berisar di angka 240-300 mm.

Yang perlu diketahui juga, motor di MotoGP itu berat. Berat motor biasanya 160 kilogram, lebih berat dari 2 orang dewasa. Maka kalau kalian lihat pembalap jatuh akhirnya motornya ditinggal, itu bukan karena ngambek, tapi karena regulasi dan juga motornya memang berat banget. Kalian yang angkat galon aja pakai sambat, mending nggak usah kepengin.

Pembalap motor di MotoGP menggunakan baju lebih banyak dibanding Batman. Kecepatan yang amat tinggi meningkatkan risiko tabrakan. Proteksi tambahan diperlukan agar pengendara tidak mengalami efek fatal saat kecelakaan. Namun, tetap saja ada pembalap yang meninggal karena kecelakaan saat balapan. Makanya, Cuk, pakai helm kalo ke mana-mana.

Itulah fitur-fitur MotoGP yang perlu kita ketahui. Kalau masih pengin nyoba, beli replika motornya ada kok, harganya sekitar Rp3 miliar. Kalau nggak kuat, narimo ing BeAT aja yha.

BACA JUGA Tahun Baru Saja Belum, Yamaha Sudah Merilis All New NMax 155 dan artikel menarik lainnya yang-bisa-dibaca-sambil-liat-brosur-kredit di OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 4 Januari 2020 oleh

Tags: motogp
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Curhatan Warga Lombok: Banyak Kebohongan di MotoGP Mandalika yang Sebabkan Banyak Kursi Kosong MOJOK.CO
Liputan

Curhatan Warga Lombok: Kapok di MotoGP Mandalika yang Sebabkan Kursi Kosong

23 Oktober 2023
jadwal motogp mojok.co
Olah Raga

Info Balapan! Jadwal Lengkap MotoGP 2023, Mandalika Gelar Seri ke-16 di Bulan Oktober

6 Januari 2023
Dahsyatnya Nasida Ria hingga Koalisi Prabowo-Cak Imin
Video

Dahsyatnya Nasida Ria hingga Koalisi Prabowo-Cak Imin

22 Juni 2022
Esai

Tak Ada Milan Kundera di Mandalika

21 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi

6 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Pertama kali makan donat J.CO langsung nangis MOJOK.CO

Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis

3 Februari 2026
Aji sarjana hukum UGM, Jogja yang pernah ngojol. MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.