Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Zinedine Zidane Adalah Sebaik-baiknya Pasangan Real Madrid

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
23 Desember 2019
A A
zinedine zidane real madrid mojok.co

zinedine zidane real madrid mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Zinedine Zidane dan Real Madrid adalah bentuk nyata kata cinta. Tanpa Zidane, Madrid berlumur nestapa. Ketika Zidane kembali, Madrid menemukan jati diri.

Kalau menyebut pemain yang beralih menjadi pelatih dan sukses, Zinedine Zidane jelas harus disebut. Rekor 3 kali juara Liga Champions berturut-turut bukanlah sesuatu yang mudah dicapai. Rekor tersebut saja sudah menenggelamkan nama Pep Guardiola yang meraih 6 gelar dalam 1 musim bersama Barcelona.

Orang mungkin berpikir, mudah menjadi pelatih tim seperti Real Madrid yang skuatnya berisi pemain terbaik dunia. Tapi, Zinedine Zidane didatangkan untuk menangani tim yang tidak percaya lagi pada dirinya sendiri.

Rafael Benitez baru saja dipecat di tengah musim. Pelatih sekelas Carlo Ancelotti yang berhasil membawa La Decima ke pelukan Madrid pun didepak tanpa pandang bulu hanya karena gagal dalam 1 musim. Jose Mourinho dengan catatan bagus di Chelsea, Porto, dan Inter Milan juga didepak karena tidak memberi apa yang Madrid inginkan.

Madrid, dengan skuat Los Galacticos-nya, punya standar tinggi. Ia tak menerima kata menang. Ia hanya mau menjadi juara.

Zidane, pelatih yang cuma punya pengalaman melatih Real Madrid Castilla, diberi beban melatih klub utama Real Madrid. Uniknya, ia membuktikan diri tidak bersahabat dengan kata “gagal”. Bukti-bukti yang ada mendukung hal itu.

Kunci kesuksesan Zinedine Zidane adalah keberhasilannya mengangkat kepercayaan diri pemain dan mendapat respek dari pemain dengan ego superbesar. Ketika Zidane meninggalkan Real Madrid setelah memberi gelar Liga Champions ketiga, Real Madrid seakan menemui ajalnya sendiri.

Ditinggal Ronaldo pergi menjadi pertanda bencana. Julen Lopetegui yang gagal secara spektakuler sebagai pelatih, lalu Solari yang malah bertikai dengan Isco: Madrid di musim 2018-2019 alih-alih bersaing dengan tim lain demi gelar juara, malah bersusah payah melerai pertikaian di dirinya sendiri.

Semua orang di Madrid dan juga dunia hanya terpikir satu solusi yang harus diambil. Itulah yang nyatanya diambil petinggi Real Madrid, yaitu meminta Zinedine Zidane kembali.

Kembalinya Zidane bukan sekadar cerita gagal move on. Real Madrid dan Zidane adalah kata yang diucapkan dalam satu napas. Keduanya adalah potongan yang saling melengkapi. Di tangan Zinedine Zidane, pemain yang hancur mentalnya diberikan lagi arti diri mereka sendiri. Kroos, Marcelo, Casemiro, dan pemain lain yang dianggap sebagai kegagalan seperti mendapati diri mereka terlahir kembali.

Zidane tahu apa yang harus dilakukan, dan permintaan dia kepada direksi Real Madrid sederhana, jangan beri intervensi apa pun. Dia minta diberi kewenangan penuh atas skuatnya dan tidak ada yang boleh mengganggu gugat. Zinedine Zidane langsung memberi daftar nama yang harus dibeli.

Setelah musim berakhir, Madrid mendapatkan tanda tangan dari Militao, Hazard, Rodrygo, Jovic, dan Ferland Mendy. Hanya Paul Pogba yang gagal mendarat, itu pun bukanlah sesuatu yang harus disesali berlarut-larut.

Di masa awal rujuknya Madrid dan Zidane, rekor Madrid alih-alih membaik, yang ada Madrid justru memburuk. Kalah 7-3 dari Atletico Madrid di pra-musim, kalah 3-0 dari Paris Saint-Germain, dan kalah 1-0 dari Real Mallorca. Semua seakan mengamini satu anggapan, menganggap Real Madrid telah hilang dari peta sepak bola dunia. Suara sumbang terdengar bahwa dulu Zinedine Zidane hanya beruntung dan magisnya telah hilang kini.

Tapi situasi berubah.

Iklan

Setelah kalah dari Mallorca, Madrid seakan terlahir kembali. Real Madrid tidak pernah kalah selama 13 pertandingan. Ia hanya kebobolan 6 gol dan mencetak 38 gol. Pemain muda macam Fede Valverde, Rodrygo, Mendy, dan Militao menunjukkan taring mereka. Real Madrid tidak pernah kalah selama Valverde bermain sebagai starter dan Rodrygo mencetak hattrick di Liga Champions di usia 18 tahun. Marcelo dan Carvajal menunjukkan mereka tetaplah duet bek sayap mengerikan di dunia. Bahkan Courtois pun menunjukkan potensi lain dirinya, yaitu menjadi striker.

Zinedine Zidane menunjukkan kekuatannya. Dia bukanlah pelatih yang ambruk melawan ego pemain. Dia punya segalanya untuk disegani. Real Madrid berubah menjadi tim amatir ketika melawan Barcelona, tapi tidak ketika dipegang Zidane. Real Madrid menghancurkan Pep di Liga Champions. Real Madrid menjadi tim tanpa kenal kata menyerah di bawah Zidane. “92:48” adalah bukti sahih akan perjuangan.

Madrid tanpa Ronaldo memang bukanlah tim yang sama. Keajaiban demi keajaiban yang tercipta tidak lagi bisa kita temukan. Zinedine Zidane memilih mengabaikan hal tersebut. Tidak ada “penerus Ronaldo” dan Madrid tidak butuh menciptakan Ronaldo baru. Valverde, Rodrygo, Mendy, dan Militao adalah masa depan. Benzema, Marcelo, Modric, dan Ramos menunjukkan kualitas mereka sebenarnya yang sempat lenyap ketika ditinggal Zidane.

Zidane tidak akan selamanya di Real Madrid. Tapi di tangannya, Madrid sudah membuat jalan untuk menciptakan masa depan yang begitu cerah lewat pemain mudanya. Pemain senior menunjukkan kemampuan mereka bertarung di titik tertinggi. Kita nikmati saja “Zidane’s black magic” selagi kita bisa.

BACA JUGA Zidane Mundur Dari Real Madrid, Potensi Bibit Badai? dan artikel menarik lainnya di rubrik BALBALAN.

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2019 oleh

Tags: Liga ChampionsLiga SpanyolReal MadridZinedine Zidane
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Kekerasan Seksual dan Pemerkosaan: Sisi Gelap Sepak Bola Dibongkar MOJOK.CO
Balbalan

Kekerasan Seksual dan Pemerkosaan: Sisi Gelap Sepak Bola Dibongkar

19 November 2021
Hanya Orang Bodoh yang Meremehkan Cristiano Ronaldo dengan Ledekan Tap-in Mercant MOJOK.CO
Balbalan

Hanya Orang Bodoh yang Meremehkan Cristiano Ronaldo dengan Ledekan Tap-in Mercant

12 September 2021
Manchester United, Rumah yang Memeluk Cristiano Ronaldo MOJOK.CO
Balbalan

Manchester United, Rumah yang Memeluk Cristiano Ronaldo

28 Agustus 2021
Arsenal Impikan James Maddison, Janggut Sergio Ramos, dan Kerugian AC Milan MOJOK.CO
Balbalan

Arsenal Impikan James Maddison, Janggut Sergio Ramos, dan Kerugian AC Milan

17 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.