Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Status

Hoax Membangun Kenapa Harus Di-bully? Letak Salahnya di Mana?

Redaksi oleh Redaksi
4 Januari 2018
A A
ilustrasi Cara Membahagiakan Orang Tua Bisa Dimulai dengan Meluruskan Informasi Hoaks hoax vaksin mojok.co

ilustrasi Cara Membahagiakan Orang Tua Bisa Dimulai dengan Meluruskan Informasi Hoaks hoax vaksin mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Menyerang #HoaxMembangun adalah bentuk sikap tidak bijaksana netizen. Buruan minta maaf.”

Satu lagi contoh ironi di atas ironi. Baru saja acara pelantikannya selesai, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara yang baru, Djoko Setiadi, langsung menerima hadiah dari netizen berupa trending topic nomor satu bertajuk #hoaxmembangun.

Ini semua gara-gara statement Djoko Setiadi kepada wartawan ketika ditanya bagaimana peran lembaganya ke depan untuk melawan hoax di media sosial. Ia menjawab,

“Tentu hoax ini kita lihat, ada yang positif dan negatif. Saya imbau kepada kawan-kawan, putra-putri bangsa Indonesia ini, mari sebenarnya kalau hoax itu hoax membangun ya silakan saja.”

Ironi di atas ironinya: statement strategi melawan hoax sang kepala baru langsung ditanggapi dengan banjir hoax. Hingga Kamis pagi, tagar #hoaxmembangun masih merajai Twitter. Sungguh bentuk ucapan selamat menjabat yang mengharukan dari netizen sekaligus cara yang sangat buruk untuk memulai jabatan bernama Kepala (((Siber))) dan Sandi Negara.

Mungkin Pak Djoko nggak bisa move on dari istilah fenomenal ala Orde Baru berbunyi kritik yang membangun. Sebagai bentuk kreativitas, beliau bikin improvisasinya.

Dalam merespons hoax membangun, netizen terbelah. Satu golongan bertanya-tanya apa sih maksud hoax membangun, sementara golongan lain langsung bertindak konkret: ngasih contoh.

Berikut kompilasi 12 twit terbaik tentang hoax membangun.

@chaisim1: Rumah tapak. Lokasi Jakarta. 350 juta. Dp 0. #HoaxMembangun

@daraprayoga_: Dimodalin Punya Bisnis! Disediain Tempat Usaha! Dicariin Pembeli! #HoaxMembangun

@ko2w: Tidak ditemukannya bekas kabel telepon di jaman kerajaan Nusantara membuktikan bahwa telepon nirkabel sudah digunakan sejak dulu di Indonesia #HoaxMembangun

@unilubis: #HoaxMembangun itu nama aslinya ‘Propaganda’. Sudah lama dilakukan semua rezim penguasa? #nothingnew

@BaimBaimbimo: Satu lagi berangkat.. Satu lagi berangkat.. #HoaxMembangun calo angkot.

@shandya: “Aku kayak gini cuma sama kamu loh.” #HoaxMembangun

Iklan

@andiinice: “mbb semalem aku ketiduran” #HoaxMembangun

@gustidha: Rahasia kecantikanku cuma sering sering minum air putih #HoaxMembangun

@mkhumaini: #HoaxMembangun itu

– Dollar 10 rb

– 10 jt Lapangan kerja baru

– Buyback Indosat

– Ekonomi Meroket Sept.

– Pertumbuhan Ekonomi 7%

– Tolak Utang LN

– Stop Impor Pangan

– Tak Akan Hapus Subsidi BBM

– Mobil ESEMKA

– Tidak Bagi-bagi Kursi

– Jaksa Agung bukan Politikus

Lanjutkan…

@ebibitititeliti: Kami nonton drama korea demi memperluas wawasan dan lebih mengenal budaya negara lain. *bukan karena oppa* #HoaxMembangun

@Outstandjing: “Karya anak bangsa” #HoaxMembangun

Dari twit-twit di atas, sebenarnya kita jadi sadar bahwa Pak Djoko Setiadi cuma memberi istilah baru untuk kebiasaan lama. Walau dalam beberapa jam saja setelah ucapannya menjadi viral Pak Djoko Setiadi menyatakan menarik ucapannya dan minta maaf, kalau mau dicermati, sebenarnya nggak ada yang salah dengan pernyatannya. Istilah hoax membangun itu sudah sebenar-benarnya benar dalam mencerminkan realitas.

Kalau memang ada salah, sejujurnya hanya satu, dan dari sekian ribu akun Twitter yang meriuhkan tagar tersebut, hanya satu akun yang memberi perhatian pada kesalahan paling fatal ini. Ini twitnya.

@idwiki: Kalau berdasarkan KBBI, seharusnya #HoaksMembangun (bukan #HoaxMembangun). Oh iya, ini adalah arti “hoaks” menurut KBBI:

hoax-membangun-mojok.co

Hahaha, mampus kau dikoyak-koyak KBBI.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2018 oleh

Tags: #hoaxmembangundjoko setiadihoax membanguntwit lucutwitter
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

MISI MULIA ELON MUSK MENGURANGI KONTEN CABUL DI TWITTER!
Video

Misi Mulia Elon Musk Mengurangi Konten Cabul Di Twitter!

2 Agustus 2023
Logo Twitter Ganti X: Langkah Sinting dari Elon Musk MOJOK.CO
Konter

Logo Twitter Ganti X: Langkah Awal dari Orang Sinting Bernama Elon Musk Menciptakan Aplikasi Super

25 Juli 2023
Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads. MOJOK.CO
Kilas

Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads

7 Juli 2023
UGC, Pasar Besar yang Bakal Menjadi Pembeda di 2023 MOJOK.CO
Konter

UGC, Pasar Besar yang Bakal Menjadi Pembeda di 2023

29 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.