• 34
    Shares

Setelah keuar dari penjara, Ahok a.k.a BTP sampai sekarang belum juga mengumumkan keputusan karier yang akan ia ambil. Apakah ia akan kembali berpolitik, berbisnis, atau apa pun itu. Satu-satunya rencana Ahok yang saat ini sudah sudah banyak diketahui oleh banyak orang hanyalah rencana pernikahannya dengan seorang polisi rerempuan bernama Puput.

Banyak orang mengusulkan rencana pekerjaan apa yang harus diambil oleh Ahok. Satu dari sekian saran yang masuk adalah menjadi Youtuber.

Tentu saja saran tersebut adalah saran yang menarik dan masuk akal. Fakta membuktikan, bahwa akun Youtube Ahok yang diurus oleh Tim BTP punya perkembangan yang bagus dan pesat tak lama setelah ia diumumkan ke publik.

Seperti diketahui, setelah comeback dari penjara Ahok alias BTP memulai debut di channel Youtubenya yang bernama “Panggil Saya BTP”.

Dalam waktu singkat, channel itu sudah memiliki 825.309 Subscriber dan video pertama BTP sudah ditonton oleh lebih dari 4,7 juta views.

Channel Youtube tersebut sejatinya sudah dibuat sejak 13 April 2018, namun baru mulai ramai sejak diumumkan oleh tim BTP beberapa saat menjelang kebebasan Ahok.

Dengan pencapaian tersebut, Youtuber tentu menjadi salah satu alternatif karier yang prospektif bagi lelaki kelahiran Belitung Timur, 29 Juni 1966 itu.

Nah, mari kita mencoba menghitung penghasilan Ahok dari Youtube seandainya ia benar-benar aktif di Youtube dan memonetisasi video Youtube-nya.

Sejauh ini, channel tersebut baru mengupload satu videp berjudul “Pulang”. Per tulisan ini dibuat, video tersebut berhasil mendapatkan views sebanyak 4.792.614.

Nah, hanya dengan satu video ini saja, bisa dihitung berapa jumlah uang yang bisa didapatkan oleh Ahok.

Total pendapatannya dari Youtube ini jika dihitung dengan CPM 0,68 adalah 4.792.614 : 1000 x 0,68 = $3.258 atau sekitar Rp46.000.000.

Dahsyat bukan, hanya daru satu video, Ahok berpotensi mendapatkan penghasilan tambahan sebesar Rp46 juta.

Bayangkan jika dia rutin mengupload videonya setiap minggu.

ahok

  • 34
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles