Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Menghitung Total Kekayaan “The Doctor” Valentino Rossi kalau Dibelikan Permen Milkita

Redaksi oleh Redaksi
28 Agustus 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Valentino Rossi adalah legenda MotoGP. Berkarier sejak 1996 sampai sekarang, Rossi tentu sudah punya duit banyak. Ya iyaalaaah, menurut ngana?

Bisa dibilang Valentino Rossi sedang menjalani musim terburuknya di MotoGP saat ini. Wajar saja, pada usia yang sudah kepala empat, Rossi harus bertarung dengan pebalap-pebalap lebih muda yang belum balig ketika dirinya sudah berkiprah di arena kuda besi. Meski disebut-sebut dirinya akan pensiun, sulit sekali menampik nama besar Valentino Rossi dan pengaruhnya pada MotoGP.

Pada musim debutnya di kelas paling bergengsi 500 cc pada tahun 2000, Valentino Rossi mendobrak beberapa pakem dan tradisi balapan MotoGP. Salah satunya adalah kelir motif kendaraannya yang berbeda dengan kebanyakan pebalap

Jika biasanya pebalap tidak begitu memperhatikan penampilan warna timnya, Tim Nastro Azzuro-Honda yang mengusung Rossi untuk kali pertama di kelas 500 cc ini ditampilkan dengan warna kuning menyala. Hampir sama kayak warna hijau stabilo polisi. Mencolok mata.

Saat musim 2000 itu Valentino Rossi memang tidak langsung juara, tapi kelir kuning menyala membuatnya diperhatikan. Sudah begitu, jiwa mudanya meledak-ledak di setiap balapan. Warna yang terus mengikutinya di tim mana pun Rossi berada. Dari Honda, Yamaha, bahkan sampai di Tim Ducati.

Selain itu Valentino Rossi juga mendobrak tradisi nomor urut motor. Jika sebelumnya nomor urut pebalap ditentukan pada peringkat pebalap di klasemen musim sebelumnya, maka sejak 2002 Rossi mengubah itu semua.

Menjadi juara pada musim 2001, Rossi enggan memakai nomor 1 karena enggan meninggalkan nomor 46-nya yang kemudian legendaris. Hal ini lalu diikuti juga oleh pebalap setelahnya (kecuali Casey Stoner). Marc Marquez dengan nomor 93, Jorge Lorenzo 99, sampai Dani Pedrosa dengan nomor 26.

Pengalaman Rossi sejak 1996, juga menjadikannya pebalap dengan pendapatan tertinggi di arena MotoGP. Betul memang secara pendapatan gaji dari Tim Balap, Rossi “hanya” menerima 8 juta euro per tahun atau setara dengan Rp135 miliar dari Yamaha.

Angka ini jauh di bawah Marc Marquez yang digaji Honda 15 juta euro per tahun (Rp253 miliar). Akan tetapi, pendapatan di luar lintas balapan Rossi jauh lebih banyak. Jika digabungkan dengan sponsor, Rossi memperoleh setidaknya 25 juta euro per tahun atau Rp421 miliar.

Dengan pendapatan segede gaban itu, wajar kalau Valentino Rossi mengoleksi banyak mobil mewah. Dari Ferrari 458 Italia, BMW M3, Porsche, Bentlye, Lamborghini, dan dia juga punya kapal pesiar. Selain itu Rossi juga menempati rumah seharga 11 juta dollar Amerika di Urbino, Italia. Dalam versi Forbes, Rossi menempati peringkat ke-51 sebagai atlet dengan bayaran tertinggi.

Total kekayaan Valentino Rossi sendiri mencapai 140 juta dollar Amerika alias Rp1.9 triliun. Kalau dikonversi untuk beli permen susu Milkita, total kekayaan Rossi setara dengan 3,8 milliar biji permen.

Nah, karena tiga permen Milkita setara dengan segelas susu, maka Rossi bisa dapat 1,27 miliar gelas susu siap minum. Atau setara dengan 253 juta liter susu. Kalau mau dimasukan ke galon air, Rossi bisa dapat 13 juta galon berisi air susu dari permen Milkita.

Hm, kayaknya itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan susu satu provinsi kecil di Indonesia selama sebulan. Tapi ya itu, susunya dari permen Milkita.

BACA JUGA Manunggaling YZR-M1 dan Valentino Rossi di MotoGP.

Iklan

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2020 oleh

Tags: MilkitamotogpValentino Rossi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO
Liputan

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Menunggu Jogja Punya Sirkuit Balap Motor Permanen MOJOK.CO
Tajuk

Lahirkan Pembalap Kelas Dunia, Tapi Jogja Tak Punya Sirkuit Balap Permanen

15 Juni 2026
Kiandra Ramadhipa Juara di MotoJunior Championship Portugal!
Olah Raga

Kiandra Ramadhipa Juara di Race Moto3 Estroil 2026!

14 Juni 2026
Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya
Kilas

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengeroyokan di Bali tidak dibenarkan. MOJOK.CO

Pakar Hukum Pidana: Pelaku Pengeroyokan di Bali Bisa Kena KUHAP, sementara Keluarga Korban Terlanjur Alami Trauma

27 Juli 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Memilih Sekolah Mahal demi Selamatkan Pergaulan Anak di Desa, Malah Dicap “Sok Kaya” dan Egois oleh Tetangga

27 Juli 2026
Peserta Pekan Budaya Difabel di Jogja. MOJOK.CO

Pekan Budaya Difabel 2026: Saat Anak-anak Terbebas dari Stigma lewat Seni dan Terapi di Ruang Inklusif

29 Juli 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Romo Pitoyo dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta. MOJOK.CO

Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

28 Juli 2026
Penggagalan perdagangan ilegal burung di Tanjung Perak Surabaya. Satwa dilindungi dimasukkan boks sampai ada yang mati MOJOK.CO

Penggagalan Perdagangan Ilegal Burung di Tanjung Perak Surabaya, Satwa Dilindungi Dimasukkan Boks sampai Ada yang Mati

30 Juli 2026
Tawadhu Tidak Seharusnya Membuat Santri Diam saat Menjadi Korban MOJOK.CO

Tawadhu sebagai Pisau Bermata Dua: Santri Tidak Seharusnya Dibungkam saat Menjadi Korban

26 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.