Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Skenario Ganti Nama Ma’ruf Amin Cawapres Jokowi, Benarkah?

Redaksi oleh Redaksi
13 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tes kesehatan Jokowi dan Ma’ruf Amin ternyata membawa sebuah kabar burung: konon, pihak koalisi telah mempersiapkan pergantian cawapres Jokowi! Eh, eh, kata siapa?

Kedua pasangan capres-cawapres di gelaran Pilpres 2019 mendatang telah menjalani tes kesehatan. Hari ini, Senin (13/8), pasangan Prabowo-Sandiaga Uno diketahui maju menjalani pemeriksaan, setelah sebelumnya Jokowi-Ma’ruf Amin datang didampingi Kaesang pada hari Minggu lalu (12/8).

Namun, perkara tes kesehatan Jokowi-Ma’ruf Amin ternyata menimbulkan desas-desus lain. Dalam beberapa hari belakangan, santer dikabarkan bahwa keputusan koalisi Jokowi memilih KH Ma’ruf Amin tengah dipertimbangkan ulang.

Perlu diketahui, usia Ma’ruf Amin kini tergolong sepuh (memasuki 75 tahun) dan ia diketahui memiliki riwayat kesehatan berupa asam urat. Dengan kata lain, Ma’ruf Amin bisa saja tak diloloskan dalam tes kesehatan capres-cawapres.

Padahal, tes kesehatan ini memiliki keputusan final. Artinya, jika calon presiden atau calon wakil presiden dinyatakan tidak lolos, parpol pengusungnya pun diminta untuk mengajukan bakal pasangan calon baru sebagai pengganti.

Pernyataan ini didasarkan pada Pasal 24 Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pilpres, yaitu:

1. Dalam hal berdasarkan hasil verifikasi dokumen perbaikan bakal pasangan calon dinyatakan tidak memenuhi syarat, KPU meminta kepada partai politik atau gabungan partai politik pengusul untuk mengusulkan bakal pasangan calon baru sebagai pengganti.

2. Pengusulan bakal pasangan calon pengganti sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan paling lama 14 hari sejak surat permintaan dari KPU diterima oleh partai politik atau gabungan partai politik.

Oleh beberapa pihak, rencana ketidaklolosan Ma’ruf Amin dianggap sebagai “skenario yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh koalisi parpol pendukung Jokowi”. Konon, skenario ini dibuat agar mereka memiliki nama cawapres lain yang dianggap lebih menjanjikan.n, terlebih setelah mereka mengetahui siasat koalisi Prabowo yang mengusung Sandiaga Uno.

Tapi, benarkah demikian?

“Nggak perlu skenario, nggak ada itu, tidak ada,” jawab Sekjen Partai Nasdem, Johny G Plate.

Lebih lanjut, Johny meminta semua pihak untuk tidak mengembangkan isu-isu tak berdasar. Ia menegaskan bahwa koalisi partainya mengusung pasangan calon yang sehat. Baginya, Jokowi-Ma’ruf Amin bakal memenuhi syarat kesehatan yang diminta.

“Semuanya sehat. Dan tidak ada (skenario) lolos-tidak lolos, yang ada (cuma) kualifikasi kesehatan sesuai pemeriksaan medis (dan) rekam medis yang dikirim ke KPU. Kami yakin kesehatan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf memenuhi syarat dan layak sebagai capres-cawapres,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, pemeriksaan kesehatan adalah tahapan wajib bagi pasangan capres-cawapres yang akan maju ke laga pilpres. Hasil pemeriksaan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno pun kelak menjadi penentu apakah mereka bakal meneruskan perjuangan sebagai kandidat atau tidak.

Iklan

Disebutkan oleh Ketua KPU Arief Budiman, pihaknya akan menerima hasil pemeriksaan hari Senin (13/8) malam ini dari tim dokter RSPAD dan Ikatan Dokter Indonesia. Hasil inilah yang kelak akan diumumkan ke publik, bersamaan dengan pengumuman syarat yang lain.

Baiklah,kita tunggu saja, gaes~(A/K)

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2018 oleh

Tags: capres cawaprescawapres diganticek dokterhasil pemeriksaanIkatan Dokter IndonesiajokowikoalisiMa-ruf AminPilpres 2019praboworspadSandiaga Unotahapan caprestes kesehatan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian .MOJOK.CO

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 

11 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.