Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Sikap AKBP M Yusuf yang Tendang Ibu-Ibu, Apakah Mengayomi Masyarakat?

Redaksi oleh Redaksi
13 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak ada yang menyukai kekerasan, semua orang menginginkan kedamaian. Oleh karena itu, polisi hadir untuk memberikan perlindungan hukum agar masyarakat merasa aman. Tetapi, kalau malah polisinya yang main hakim sendiri, gimana? Seperti yang dilakukan oleh M Yusuf baru-baru ini.

Nasihat orang tua agar kita tidak emosi berlebihan ketika menghadapi masalah, memang bukan nasihat basa-basi belaka. Pasalnya, AKBP M Yusuf yang saat itu sedang emosi mengetahui minimarket miliknya kecurian, langsung marah-marah dan menendang ibu-ibu yang diduga melakukan pencurian tersebut. Akibatnya, ia langsung dicopot dari jabatannya dalam rangka pemeriksaan.

Iklan

Padahal awalnya Pak Polisinya yang jadi korban loh, eh malah dia jadi tersangka juga.

Video kekerasan yang dilakukan oleh seorang polisi kepada ibu-ibu, sempat ramai di-broadcast grup Whatsapp bapak-bapak. Dari cerita yang beredar, polisi di video tersebut marah-marah karena HP nya kesenggol ibu-ibu tersebut hingga pecah.

Namun, setelah dikroscek, ternyata kekerasan yang dilakukan oleh AKBP M Yusuf tersebut karena ia marah mengetahui minimarket Apri Mart miliknya, yang berada di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, dicuri oleh sekelompok orang. Oalah, kemalingan, toh?

Berdasarkan Surat Telegram Kapolda Bangka Belitung (Babel), nomor  ST 1786/II/2018, M Yusuf dicopot dari jabatannya sebagai Kasubdit PAM Obvit dan dimutasi ke Perwira Menengah Pelayanan Polda Babel dalam rangka pemeriksaan.

Pencurian itu sendiri terjadi pada Rabu (11/7) sekitar pukul 19.00 WIB. Sejumlah barang yang diambil, diantaranya beberapa susu dengan berbagai merek, mie instan, dan selendang biru motif bunga. Dengan kerugian yang diperkirakan sebesar Rp600 ribu, yang kemudian akan nambah banyak kalau sampai jabatannya dimutasi. Lha gimana, kan gajinya per bulan bisa jadi ikutan turun, kan?

Ada tiga pelaku yang ditangkap oleh karyawan tokoh. Mengetahui hal itu, Yusuf langsung marah mencak-mencak dan melakukan pemukulan dengan menggunakan tangan, sandal, dan gagang keranjang. Iya, gagang keranjang.

M Yusuf yang dalam video tersebut mengenakan kaus bertuliskan polisi berwarna oranye, beberapa kali menendang ibu tersebut hingga jatuh ke lantai dan melemparkan benda yang mengenainya.

Yang bikin sedih, M Yusuf tetap melakukan penendangan walaupun ibu tersebut telah menangis dan memohon maaf. Sepertinya karena terlalu marah, Yusuf tidak mendengar suara ibu tersebut yang terdengar iba. Tuh kan, marah memang seringkali menutup suara hati kecil kita~

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiganya yang terdiri dari ibu-ibu berbaju hijau, anak ibu tersebut dan teman ibunya, menderita sejumlah luka di beberapa bagian badan mereka.

Kepolisian Indonesia sebenarnya memiliki visi mewujudkan pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat yang prima, tegaknya hukum dan keamanan dalam negeri yang mantap serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif. Eaaakkk~

Sesuai dengan visi tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal, Muhammad Iqbal, mengungkapkan tindakan Yusuf tidak mencerminkan jiwa seorang polisi sebagai pengayom dan pelindung bagi masyarakat. Yaiyalah.

Pasalnya, walau menghadapi orang yang telah melakukan kesalahan, tapi tidak dengan main hakim sendiri juga, kan? Bukankah polisi selama ini berusaha menjadi pengayom masyarakat dengan memberikan perlindungan hukum?

Iklan

Misalnya, berusaha mengamankan masyarakat yang telah berbuat salah agar tidak terkena amuk massa, agar hak asasi manusianya tetap terlindungi. Kok sikap itu nggak nampak kalau pihaknya merasa jadi korban?

BTW, kalau waktu nangkep koruptor, pakek marah-marah dan ditendang juga nggak? Soalnya pas ditangkap, koruptor seringkali masih sambil menebarkan senyum plus salam metal, tuh~ (A/L)

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2018 oleh

Tags: AKBP Yusufibu pencuripemukulanpencurian minimarketpenendanganPolisivideo viral
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO
Tajuk

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026
rkuhap, kuhap, polisi.Mojok.co
Fragmen

Catatan Kritis KUHAP (Baru) yang Melahirkan Polisi Tanpa Rem Hukum, Mengapa Berbahaya bagi Sipil?

19 November 2025
Ortu kuras tabungan buat anak jadi polisi malah kena tipu. Sempat bikin stres tapi kini bersyukur tak jadi sasaran amuk tetangga MOJOK.CO
Ragam

Ortu Kuras Tabungan buat Anak Jadi Polisi malah Kena Tipu “Intel”, Awalnya Stres tapi Kini Bersyukur

6 September 2025
Polisi gelontorkan uang banyak untuk gas air mata yang digunakan dalam demo. MOJOK.CO
Kabar

Saat Duit Rakyat Hanya Dipakai buat Membeli Gas Air Mata Kadaluwarsa oleh Polisi

31 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.