Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Setelah Jokowi-Prabowo, Kini Erick Thohir dan Sandiaga Uno yang Pelukan kayak Teletubbies

Redaksi oleh Redaksi
8 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sandiaga Uno dan Erick Thohir beri contoh bagaimana pertarungan untuk Pilpres 2019 nanti seharusnya terjadi. Keduanya berpelukan kayak Teletubbies.

Terpilihnya Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk pasangan calon Jokowi-Ma’ruf sempat jadi kekhawatiran bagi Sandiaga Uno, calon wakil presiden yang bakal bertarung untuk Pilpres 2019 nanti. Maklum saja, Erick adalah sahabat Sandi sejak kecil. Bahkan tidak hanya berteman, anggota keluarga Sandi dan Erick saling kenal dan akrab.

“Ya tentu secara jujur khawatir, ini pertemanan, secara riil pasti kita khawatir bahwa anak-anak kita terutama istri, saya pasti khawatir, tapi saya pastikan bahwa ini bukan tentang Sandi dan Erick, tapi ini tentang Indonesia, ini tentang masyarakat Indonesia inginkan,” ujar Sandi.

Dari sejak SD, SMP, SMA, bahkan sampai kuliah Sandi dan Erick sudah berteman. Bahkan di luar pertemanan di sekolah, keduanya juga aktif bermain basket sejak dulu.

“Bersahabat waktu kuliah, membangun usaha sama-sama. Istri kita arisan bareng, istri kita pengajian bareng, anak-anak kita masih bersahabat sampai sekarang,” tambah Sandi.

Meski begitu Sandi tetap ingin pertarungan untuk Pilpres 2019 nanti tetap berjalan penuh persahabatan dan persaudaraan.

Senada dengan Sandi, Erick pun berharap pertarungan politik tahun depan berjalan dengan harmonis. Ketua Inasgoc yang berhasil memimpin penyelenggaraan Asian Games 2018 ini optimis jabatannya tidak akan mengganggu persahabatannya dengan Sandi.

“Kalau Pak Jokowi berpelukan dengan Pak Prabowo, saya juga berpelukan dengan Pak Sandi tadi di lapangan basket,” kata Erick sesaat setelah diumumkan menjadi Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf.

Ucapan ini bukan pepesan kosong, sebab meski pelukan yang pertama tidak sempat disorot media dan hanya bersumber dari pernyataan Erick. Sabtu pagi (8/9) secara kebetulan keduanya bertemu di Depan Rumah Dinas Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Momen ini tentu tidak ingin disia-siakan oleh Sandi dan Ma’ruf. Dengan mengenakan kemeja biru, Erick menghampiri Sandi yang mengenakan batik dan peci hitam. Keduanya lalu berpelukan kayak Teletubbies. Cie…

“Selamat, izin bertugas,” kata Erick sambil tersenyum lebar.

Senyum yang dibalas oleh Sandi, “Sama-sama.”

Meski keduanya berada di dua kubu berbeda, aroma persahabatan tampak terlihat. Jika Jokowi dan Prabowo yang berpelukan seperti Teletubbies kemarin adalah Tinky Wingky dan Dipsy, maka bisa dibilang sekarang Indonesia sudah punya Laa Laa dan Po pada sosok Sandi dan Erick.

Terima kasih, Mas Sandi dan Mas Erick, sudah beri contoh untuk tetap saling bersahabat meski berbeda pilihan politik. Sekarang tinggal berharap cebong dan kampret mau berpelukan. Kalau itu bisa terjadi, Indonesia tidak butuh #2019GantiPresiden atau #2019TetapJokowi, tapi yang jelas perlu adalah gerakan nasional #2019Berpelukan. (K/A)

Terakhir diperbarui pada 8 September 2018 oleh

Tags: #2019GantiPresidenasian gamesberpelukanErick ThohirjokowipelukanpilpresprabowosahabatsandiSandiaga UnoteletubbiesTKN
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Mobilitas bus pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi Kawasan Sumbu Filosofi (KSF) dan tata kelola di Jogja MOJOK.CO

Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata

10 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.