• 101
    Shares

Mencari ketua Tim Sukses ternyata jauh lebih susah ketimbang mencari calon wakil presiden. Jokowi sudah membuktikan hal tersebut dengan pembuktian yang sesahih-sahihnya. Tanya saja sendiri kalau nggak percaya.

Untuk mencari wakil presiden, Jokowi tak kesulitan (kalau bingung sih iya), sebab ada banyak pilihan yang bisa dipilih, baik dari partai maupun profesional, selain itu, banyak pula pihak yang bersedia menawarkan diri, beberapa bahkan sampai ada yang sampai pasang baliho segala. Pokoknya Jokowi tinggal tunjuk. Persis kayak orang nunjuk ikan sama telur di depan etalase warteg yang terbuat bukan dari kaca melainkan dari plastik bening itu.

Nah, kalau untuk mencari ketua tim sukses, Kubu Jokowi benar-benar dibuat pusing. Mereka harus menerima penolakan demi penolakan yang sangat sporadis.

Sebelumnya, Jusuf Kalla yang diproyeksikan untuk mengisi posisi ketua tim sukses ternyata menolak jabatan tersebut dengan alasan ingin fokus untuk mengurus pemerintahan dan fokus menggantikan Jokowi saat cuti.

Nah, agaknya kubu Jokowi memang punya kemistri yang erat dengan penolakan.

Tak berselang lama, penolakan kembali datang, kali ini dari Mahfud MD. Ia menolak menjadi ketua tim sukses karena sebagai seorang pejabat di BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), Mahfud MD merasa harus berada dalam posisi netral di Pilpres 2019 mendatang.

Setelah ditolak oleh Jusuf Kalla dan Mahfud MD, tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin kemudian mulai berburu lagi untuk mencari sosok-sosok yang dianggap pantas menempati jabatan ketua tim sukses.

Beberapa nama pun mulai diincar.

Salah satu sosok yang menjadi incaran potensial tersebut adalah mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo.

Politisi Golkar Bambang Soesatyo mengatakan bahwa Gatot tengah menjadi bahan pertimbangan serius oleh Koalisi Indonesia Kerja.

Sosok Gatot Nurmantyo dianggap mampu mengimbangi strategi koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga yang disebut-sebut bakal menunjuk mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan.

Waini, tentara lawan tentara.

Nah, kali ini, apakah Koalisi Indonesia Kerja akan kembali mendapatkan penolakan?

Entahlah, tapi yang jelas, jika Koalisi Indonesia Kerja mendapatkan penolakan yang ketiga kalinya, maka narasi yang bakal diangkat oleh kubu sebelah adalah kalimat unik dengan rima yang juga unik.

“Jokowi gatot mendapatkan Gatot.”