Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Abdul Somad Disebut Kufur Nikmat Oleh Eggi Sudjana Politisi PAN

Redaksi oleh Redaksi
17 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Meski nama Sandiaga Uno sudah diumumkan jadi calon wakil presiden untuk calon presiden Prabowo Subianto, masih ada saja ada pihak yang menyayangkan penolakan Abdul Somad untuk maju atas rekomendasi Ijtima Ulama.

Prabowo Subianto beserta koalisi Gerindra sudah menentukan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres). Meski begitu masih saja ada pihak yang menyesalkan sikap Abdul Somad karena menolak hasil rekomendasi Ijtima Ulama. Bersama dengan Ketua Umum PKS, Abdul Somad memang direkomendasikan oleh para ulama agar maju sebagai cawapres Prabowo.

Salah satu yang masih merasa berat dengan penolakan Abdul Somad adalah Eggi Sudjana, politisi dari PAN. Menurut Eggi, keinginan Somad untuk tetap berada di jalur dakwah saja memang jadi pilihan yang bagus, tapi akan lebih bagus lagi kalau yang bersangkutan bersedia jadi cawapres.

Dalam diskusi “Ijtimak Ulama: Politik Agama atau Politisasi Agama?” pada Rabu (15/8) lalu seperti diberitakan detik.com, Eggi mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan soal Abdul Somad. “UAS kalau nolak, kufur nikmat,” katanya.

“Dia ingin tetap berdakwah itu bagus, tapi efektif mana kalau dia wapres terus dakwah, efektif mana? Daripada sekarang dakwah dipersekusi di mana-mana? Kalau jadi cawapres, siapa yang berani persekusi?” kata Eggi lagi.

Sebelum kepastian nama Sandi yang dipilih oleh Prabowo, memang ada beberapa pihak mendesak Abdul Somad agar memikirkan ulang pilihannya untuk tetap berada di jalur dakwah. Penceramah lain, Arifin Ilham diketahui pernah membuat rekaman yang tersebar di media sosial untuk membujuk Abdul Somad.

“Abangku, dunia ini sebentar. Dan dakwah yang paling jitu, paling tepat, paling mulia, dan mengandung kesuksesan, keberkahan adalah dakwah bil quwwah, bukan dakwah bil lisan,” kata Arifin. “Tampilah, Bang, untuk menyelamatkan negeri ini. Senangkanlah hati umat. Penuhilah harapan ulama,” tambahnya.

Meski didesak sedemikian rupa Abdul Somad tetap kukuh pada pendiriannya. Bahkan pada salah satu ceramahnya di Semarang beberapa waktu lalu, lulusan Al-Azhar ini meminta doa jamaah agar tetap konsisten jadi ustaz saja. “Doakan Ustaz Somad istikomah jadi ustaz sampai mati,” katanya.

Bahkan untuk meyakinkan dirinya tidak akan terpengaruh, Somad sampai meminta publik mencatat omongannya. “Saya sampai mati jadi ustaz. Tak usah ragu, tak usah takut. Pegang cakap saya. Manusia yang dipegang cakapnya, binatang yang dipegang talinya. Kalau ada manusia tak bisa dipegang cakapnya, ikat dia pakai tali,” kata Abdul Somad pada kesempatan yang berbeda.

Penolakan ini memang dinilai Eggi masih dilakukan dengan cara-cara yang baik dan santun. Akan tetapi Eggi masih tidak habis pikir Abdul Somad melepaskan kesempatan untuk bisa memimpin bangsa ini. “Saya akui dia menolaknya dengan bagus, tapi kalau menolak dalam konteks jihad, ini tentu kufur nikmat,” kata Eggi.

Merespons ucapan Eggi terhadap Abdul Somad, Sekjen PAN, Eddy Soeparno mengaku tidak ingin terlalu menanggapi. Bagi PAN, apa yang diucapkan Eggi adalah pendapat pribadi saja, bukan merupakan pemikiran partai secara keseluruhan.

“Bagi kami, kami menghormati pendapat dan pandangan Ustaz Abdul Somad, meskipun beliau menolak karena beliau memiliki pendirian teguh,” kata Eddy.

Apa yang diucapkan Eggi dengan menyebut Abdul Somad kufur nikmat sebenarnya juga aneh. Sebab, bukankah justru ketika sudah mapan dan hidup cukup dengan hanya sebagai penceramah lalu malah berambisi untuk jadi pemimpin itu yang lebih pantas disebut kufur nikmat? Atau barangkali Eggi memang punya definisi sendiri soal ini? Oh, mari kita tanyakan pada Pak Amien Rais saja yang bergoyang ~ (K/A)

Terakhir diperbarui pada 17 Agustus 2018 oleh

Tags: abdul somadAmien Raisarifin ilhamCaprescawapresEggi SudjanaIjtima UlamapanPrabowo SubiantoSandiaga Unowapres
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Aktual

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF MOJOK.CO

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

31 Januari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Aji sarjana hukum UGM, Jogja yang pernah ngojol. MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.