Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Prabowo Ditantang Untuk Memimpin Salat, Gerindra Akui Prabowo Polos Soal Agama

Redaksi oleh Redaksi
12 Desember 2018
A A
kilas-prabowo-salat-mojok
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rasanya memang tak bisa dimungkiri bahwa sentimen agama yang muncul di Pilpres 2014 dan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu masih akan tetap ada di Pilpres 2019 mendatang.

Hal Ini terbukti dari masih derasnya pembahasan seputar agama yang terus saja menyertai perputaran informasi terkait dengan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan berlaga di Pilpres mendatang.

Sentimen tersebut pada titik tertentu mengerucut pada satu pertanyaan: Siapa yang lebih islami di antara Prabowo dan Jokowi? Sentimen yang mau tak mau membuat pendukung dua kubu saling serang demi memperebutkan legitimasi keislaman.

Maka tak heran jika kemudian berita tentang Jokowi yang salah mengucapkan Al-Fatihah menjadi Al-Fatekah terus saja diembuskan dan menjadi bulan-bulanan. Begitu pula dengan kesalahan Prabowo yang salah menyebutkan gelar kanjeng nabi.

Hal tersebut menjadi terlihat semakin runyam ketika melebar sampai urusan soal ibadah.

Mantan kader Gerindra yang kini membelot menjadi pendukung Jokowi, La Nyalla, misalnya, menilai Prabowo tak begitu memahami ajaran Islam jika dibandingkan Jokowi. Ia bahkan sempat menantang Prabowo untuk membaca Al-Quran dan memimpin salat.

“Salahnya Prabowo itu saya tutupi semua. Saya tahu Prabowo. Kalau soal Islam lebih hebat Pak Jokowi. Pak Jokowi berani memimpin salat,” kata La Nyalla. “Pak Prabowo berani mimpin salat? Enggak berani. Ayo kita uji keislamannya Pak Prabowo. Suruh Pak Prabowo Baca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, baca bacaan salat.”

Selama ini, Prabowo memang kerap dicitrakan sebagai calon presiden yang islami. Selain karena didukung oleh kelompok-kelompok kanan, Prabowo juga banyak didukung oleh para ulama dan habib.

Hal sebaliknya justru tidak berlaku pada Jokowi. Ia kerap dituduh sebagai calon presiden yang sangat tidak islami karena dianggap melindungi penista agama dan pemerintahannya dinilai kerap mengkriminalisasi ulama.

Banyak pendukung Jokowi yang kemudian merasa Prabowo tak seislami itu. Salah satu alasannya karena Prabowo hampir tak pernah terlihat sedang memimpin salat, hal yang kerap dilakukan oleh Jokowi.

Tantangan La Nyalla ini langsung ditanggapi oleh Gerindra.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa Prabowo memang polos dan awam soal agama. Kendati demikian, Riza menganggap Prabowo tetap layak untuk menjadi seorang presiden karena ia punya sifat-sifat pemimpin, yakni shiddiq, amanah, tablig, dan fathonah.

Sementara itu, Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa membaca Al-Quran dan memimpin salat tidak bisa dijadikan tolok ukur keislaman seseorang. Menurutnya, Prabowo yang tak pernah terlihat membaca Al-Quran atau memimpin salat belum tentu kadar keislamannya lebih rendah ketimbang Jokowi.

Aduh, Ini Pilpres kok jadi berasa seperti Audisi Da’i TPI, ya?

Iklan

 

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2018 oleh

Tags: gerindraPilpres 2019prabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Video Prabowo Tayang di Bioskop Itu Bikin Rakyat Muak! MOJOK.CO
Aktual

Tak Asyiknya Bioskop Belakangan Ini, Ruang Hiburan Jadi Alat Personal Branding Prabowo

16 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
produk indomaret, private label.MOJOK.CO

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
THR belum cair, tapi sudah ludes dalam hitungan di kalkulator. Mudik lebaran memang tidak menyenangkan MOJOK.CO

THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri

23 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.