MOJOK.COPenerbitan izin reklamasi teluk Jakarta membuat Anies Baswedan dikecam banyak organisasi, termasuk organisasi-organisasi yang dulu mendukungnya. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya mengeluarkan izin pembangunan Pulau Reklamasi Teluk Jakarta. Anies Baswedan meneken Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020 yang berisi tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi seluas 35 hektare dan Perluasan Kawasan Rekreasi Taman Impian Jaya Ancol Timur Seluas 120 hektare.

Keputusan tersebut tentu saja membuat banyak pendukung dan para pemilih Anies terpukul setengah mati.

Maklum saja, salah satu alasan terbesar orang mau memilih Anies dan Sandiaga dulu sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta salah satunya adalah karena komitmen yang dulu dijanjikan Anies untuk menghentikan proyek reklamasi teluk Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berdalih bahwa pemberian izin tersebut diambil karena tanah hasil perluasan nantinya bakal banyak dipakai untuk kepentingan publik, termasuk pembangunan tempat bermain anak dan pembangunan Museum Internasional Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam.

Kendati demikian, hal tersebut tak menutup kekecewaan para pendukung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang di masa lalu mendukung mereka berdua.

Satu per satu, suara-suara kekecewaan pun bermunculan.

Relawan Jaringan Warga (Jawara) Anies-Sandi, misalnya, secara tegas menyatakan kekecewaan mereka atas keputusan Anies terbitkan izin reklamasi.

“Kami pada saat awal Pilkada DKI Jakarta memilih mendukung Anies-Sandi daripada pasangan yang lain, dikarenakan komitmen dan kegigihan Anies yang tetap menolak kegiatan reklamasi dalam bentuk apa pun, seperti yang tertuang di poin keempat dari 23 janji kampanye Anies-Sandi yang berbunyi menghentikan reklamasi,” terang Koordinator Jawara Anies Sandi Sanny A Irsan kepada Kompas. “Kalau saja beliau tidak mencabut kepgub tersebut maka kami akan terus melawan beliau.”

Baca juga:  PA 212 akan Tenggelamkan PDIP dan Koalisi Pendukung Penista Agama, Perindo Panik PKB Kalem

Setali tiga uang, protes serupa juga dilayangkan oleh Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi).

“Saya hanya mengingatkan. Anies-Sandi miliki jargon, tolak reklamasi saat kampanye. Saya ingat betul, Anies menyampaikan ‘Reklamasi tak lebih hanya membawa kemudaratan’. Kalau kata orang Betawi, ilokan ah, eh sekarang malah dilanjutkan itu barang,” terang Ketua Bamus Betawi Zainuddin.

“Saya sebagai ketua Bamus Betawi jelas menolak Kepgub Nomor 237 Tahun 2020.”

Kecaman juga datang dari Forum Komunikasi Nelayan Jakarta. Mereka merasa sebagai pihak yang bakal paling dirugikan dengan adanya protek reklamasi teluk Jakarta tersebut.

“Reklamasi yang dikeluarkan izinnya oleh Gubernur DKI ini adalah sinyal untuk mematikan masyarakat nelayan di Teluk Jakarta khususnya. Karena kenapa? Saya lihat bilamana ini benar-benar dilaksanakan, artinya 17 pulau yang sudah direncanakan itu akan berjalan jadi kami masyarakat nelayan se-teluk Jakarta menolak keras kebijakan yang dikeluarkan oleh gubernur kita,” terang Ketua Forum Komunikasi Nelayan Jakarta Tahir kepada para wartawan.

Ah, memanglah di dunia ini, ada banyak hal yang susah buat dipegang. Dan salah satu dari yang sekian banyak itu, tentu saja adalah janji politisi.

Ibarat humor politik, caleg atau calon pemimpin daerah itu sama kayak kondom, bedanya, kondom itu kalau lupa bisa jadi. Tapi kalau caleg atau calon pemimpin daerah, kalau jadi, bisa lupa.

Baca juga:  Sampah DKI: Nggak Hanya Politik, Isu Lingkungan Juga Perlu Diperdebatkan