Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pelajaran untuk Tidak Menembak Cewek dengan Megaphone

Redaksi oleh Redaksi
14 Desember 2017
A A
nembak cewek pakai megaphone
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Cinta hanya bisa membahagiakan seseorang, bukan semua orang.”

Agaknya, pameo itulah yang sekarang sedang dipahami benar oleh Arif, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Halu Oleo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Pasalnya, Arif kemarin bikin heboh karena nekat menyatakan perasaannya kepada Dian, perempuan pujaan hatinya di lapangan kampus Universitas Halu Oleo. Kehebohan itu terjadi karena ia melakukan aksinya di depan umum, dan menggunakan megaphone.

Aksi nekat tersebut direkam oleh banyak warga kampus Universitas Halu Oleo dan kemudian dengan cepat menyebar di sosial media.

Alih-alih mendapatkan pujian atas aksi romantis-nekat-progresifnya itu, Arif justru mendapat kecaman dari banyak pihak. Salah satunya oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UHO. Melalui akun media sosialnya, BEM FIB UHO menuliskan kecamannya atas aksi Arif ini.

Kami mengerti bahwa cinta itu fitrah memiliki kecenderungan rasa anugerah. Kami paham bahwa jiwa kita haruslah terisi. Melengkapi ketidaksempurnaan manusia.

Kami paham bahwa semua hal perilaku kita adalah hak setiap diri kita semua terserah kita.

Tapi jangan begitu caranya bung!

Melukai MEGAPHONE yang selama ini menjadi simbol perjuangan mahasiswa melawan ketidakadilan!

Tapi jangan norak bung! Menciderai Almamater yang isi otaknya punya konsep untuk masa depan negeri ini.

Tapi jangan jadi korban sinetron bung! Merusak tataran dunia kampus. Dunia yang seharusnya menjadi hunian para akademis. Dunia yang sepantasnya menjadi tempat para generasi kritis dan solutif. Dunia yang menjadi tempat lahir para pemimpin-pemimpin bangsa.

GENTLE itu datangi orangtuannya!

BERANI itu tinggikan maharnya!

LELAKI itu junjung kehormatannya!

Mahasiswa itu BAPER ketika lihat generasi hancur!

Mohon maaf atas perbedaan pandangan ini. Salam Budaya!

Ajaib, kecaman dari BEM FIB UHO ini kemudian justru membuat banyak orang membela Arif. Hal tersebut karena BEM FIB UHO dianggap lebay dalam menganggapi megaphone sebagai simbol perjuangan mahasiswa melawan ketidakadilan.

Hanya orang yang sempit hatinya yang menganggap megaphone tak layak digunakan sebagai atribut asmara. Lha wong vokalisnya Jamrud pas nyanyi intro lagu Ningrat (yang merupakan lagi soal cinta) saja pakai megpahone lho.

Yah. Mungkin apa yang dilakukan oleh Arif memang norak, karena menembak si pujaan hati dengan menggunakan megaphone. Padahal si pujaan hati bukan perempuan budek atau peserta outbond.

Tapi BEM FIB UHO rasanya juga tak kalah norak. Karena mengupload kecaman atas hal norak tersebut dengan alasan yang tak kalah noraknya. Menganggap megaphone sebagai simbol perjuangan mahasiswa melawan ketidakadilan sehingga ia tak layak digunakan sebagai instrumen dalam urusan cinta.

Simbol perjuangan itu perlawanannya. Bukan megaphonenya.

Mungkin admin media sosial BEM FIB UHO sekali-kali perlu main ke pasar burung di Jawa tengah dan sekitarnya, agar dia tahu, bahwa di Jawa Tengah, banyak pedagang obat kuat, minyak lintah, dan vagina palsu yang menggunakan megaphone sebagai sarana promosinya.

“Yak, bapak-bapak sekalian, sayang istri… sayang istri… sayang istri. Yang suka ejakulasi dini, yang tititnya masih mini, mari-mari ngumpul sini. Kita punya stok obat tokcer harga murah khusus buat hari ini…”

nembak cewek pakai megaphone

Terakhir diperbarui pada 14 Desember 2017 oleh

Tags: BEMcintamegaphoneuho
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Lulusan S1 Jurusan Ilmu Politik UHO kecewa meski kuliah di PTN terbaik. MOJOK.CO
Kampus

Lulusan S1 Jurusan Politik di PTN Terbaik Gagal Kerja di DPR, Mimpi Memajukan Daerah semakin Jauh tapi Masih Yakin Ada Harapan

7 Oktober 2025
Jurusan Ilmu Politik di UHO mengecewakan. MOJOK.CO
Kampus

Nekat Kuliah Jurusan Ilmu Politik di Kampus Akreditasi B, Berujung Menyesal Tak Dengar Nasihat Ortu

3 Oktober 2025
Ngopi Itu Nikmat, Tidak Perlu Diributkan | Semenjana Eps. 9
Video

Ngopi Itu Nikmat, Tidak Perlu Diributkan | Semenjana Eps. 9

25 Maret 2025
Kekerasan di sekolah, Mahasiswa UNY Dibully Gara-Gara Pemilu BEM
Kampus

Mahasiswa UNY Dibully Gara-Gara Pemilu BEM Fakultas: Diancam Potong Telinga hingga Takut Beribadah

5 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026
Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.