Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edupedia
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edupedia
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pasangan Ganda Campuran Praveen/Melati Juara All England 2020

Redaksi oleh Redaksi
16 Maret 2020
A A
praveen/melati
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Berhasil mengirimkan dua wakilnya di final All England 2020, Indonesia dapat gelar juara di sektor ganda campuran melalui pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Di tengah kondisi yang serba rumit dan menyebalkan akibat persebaran virus corona yang semakin mengkhawatirkan, kabar menyenangkan datang dari dunia olahraga tepok bulu alias badminton.

Dalam partai final All England 2020 yang digelar di Birmingham Arena pada Minggu, 15 Maret 2020 kemarin, ganda campuran pujaan dan andalan kita, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil menjadi juara  setelah berhasil mengalahkan pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Praveen/Melati menang setelah melewati pertarungan keras tiga set dengan skor 21-15, 17-21, 21-8.

Bagi pasangan Praveen/Melati, gelar ini adalah yang pertam kalinya. Sedangkan khusus bagi Praveen, ini adalah gelar kedua. Sebelumnya, ia pernah menjuarai All England di tahun 2016 saat berpasangan dengan Debby Susanto.

Dalam All England 2020 ini, Indonesia sebenarnya mengirimkan dua wakil di partai final. Selain Praveen/Melati, Indonesia juga menampilkan pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di sektor ganda putra. Namun pasangan Kevin/Markus dikalahkan oleh wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dalam partai ketat tiga set dengan skor 18-21, 21-12, 19-21. Kevin/Markus pun harus puas hanya menjadi runner up.

Dalam All England 2020 kali ini, China yang biasanya selalu menyumbang gelar harus pasrah karena tak ada satu pun wakil mereka yang menjadi juara. Semua wakil China di final tumbang. Di sektor tunggal putri, pebulu tangkis China Chen Yu Fei dikalahkan pebulu tangkis Taiwan Tai Tzu Ying. Sementara di sektor ganda putri, pasangan Du Yue/Li Yin Hui dikalahkan pasangan Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Yah, sebenarnya nggak beda-beda amat sama Indonesia yang sama-sama bisa kirim dua wakil. Tapi Indonesia tampaknya lebih moncer, jadi masih tetap dapat gelar.

Terakhir diperbarui pada 16 Maret 2020 oleh

Tags: All englandPraveen/Melati
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

BWF
Kilas

Presiden BWF Meminta Maaf kepada Presiden dan Seluruh Rakyat Indonesia atas Insiden All England

23 Maret 2021
all england
Kilas

Satu Pesawat dengan Penumpang Positif Covid-19, Tim Bulutangkis Indonesia Dipaksa Mundur dari All England

18 Maret 2021
praveen/melati
Nafkah

Berapa Hadiah Uang yang Dibawa Pulang Praveen/Melati Setelah Juara All England?

17 Maret 2020
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
Nafkah

Menghitung Penghasilan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dari Menjuarai All England

13 Maret 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak

5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak

25 Januari 2026
Kalkulator untuk lansia merencanakan pensiun. MOJOK.CO

Lebih Baik Hidup Hemat Saat Muda agar Tak Jadi Beban Keluarga dan Bisa Berfoya-foya di Masa Tua

29 Januari 2026
sekolah negeri, sekolah swasta.SALAM, sekolah di Jogja. MOJOK.CO

Sekolah Negeri Makin Tak Diminati, Mengapa Sekolah Swasta Kian Seksi di Mata Orang Tua?

28 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Pemuda Solo bergaya meniru Jaksel bikin resah MOJOK.CO

Saat Pemuda Solo Sok Meniru Jaksel biar Kalcer, Terlalu Memaksakan dan Mengganggu Solo yang Khas

28 Januari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 

30 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.